Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Malang (Coban Rondo dan Agrowisata) #2

Kedua pupil mataku sibuk bergerak dari kiri ke kanan terus ke kiri lagi. Bolak-balik dan berulang-ulang. Kedua tangan ini sudah berubah berbagai posisi hanya untuk menopang satu buku komik. Pegel.

Entah sudah berapa lama aku di terminal ini. Terminal Kota Madiun atau orang setempat biasa sebut dengan nama Terminal Purboyo. Di sini aku dan keluarga lagi nunggu travel untuk pergi ke Malang. Aku sudah bilang sebelumnya kan kalau tujuan wisata berikutnya itu ke Kota Malang.

Tadi pagi sekitar jam 8, aku dan keluarga sudah check out dari vila mungil itu. Dari Kelurahan Sarangan, aku dan keluarga menyewa satu mobil untuk tujuan Terminal Purboyo. Durasi perjalanan sekitar satu jam.

Selama perjalanan gak banyak yang bisa aku lakukan. Aku masih ngantuk.

“Ayo mbak travelnya sudah datang”

Itu suara Indri. Akhirnya penantian ini selesai juga. Bergegas bangkit dari kursi besi bercat putih yang sudah mulai belang-belang. Tergelupas di makan waktu. Tapi aku suka kursi ini. Terkesan berumur tapi tak terlihat tua.

Perjalanan kali ini akan memakan waktu 3 sampai 4 jam. What were you going to do with that long duration, Ayu?

***

Jadi? Aku tidur selama perjalanan. Begitu bangun ternyata langit sudah mulai redup. Senja menjelang malam. Kata mama, kami sudah sampai di Malang tapi belum sampai tujuan yang kami tuju. Pak supir masih lebih dulu anter penumpang lain. Nganternya sampe masuk-masuk gang kelinci, padahal travel ini mini bus, bukan sejenis mobil mini cooper. Sedikit aneh.

Tangan ini lagi-lagi reflek. Indera perasa mulai penasaran dengan suhu kaca mobil. Dingin. Masih belum mengalahkan dinginnya Magetan.

Tiba-tiba aku lihat bude Luluk sudah teriak-teriak sambil lambai-lambai tangan di luar sana. Kami sudah sampai di rumah Bude Luluk di daerang Rampal.

Bude itu sebutan untuk kakak perempuan dari mama atau papa. Tapi sebenernya bude Luluk ini tetanggaku di Balikpapan sana. Karena alasan tertentu, beliau harus pindah ke Malang. Begitu dapat kabar tentang kami yang akan berlibur ke Malang, bude Luluk antusias nawarin rumahnya untuk tempat bermalam. Ya, memang selama di Balikpapan bude Luluk dan keluargaku memang dekat.

Antusias bude Luluk waktu itu bikin aku batal ngantuk. Aku baru bangun tidur.

Gak terlalu jauh dari jalan besar. Rumah bude masuk lagi ke jalan-jalan kecil. Pemukiman padat. Antara rumah satu dengan yang lainnya nyaris berdempetan. Aku belum pernah lihat pemandangan seperti ini. Di Balikpapan belum sepadat ini. Mungkin suatu saat akan seperti ini. Mungkin.

Itu dia. Rumah satu lantai memanjang kebelakang. Rumah bude Luluk.

***

Sarapan pagi. Keluar bude Luluk memang ramah dan banyak makanan ehehee… Ternyata kedatangan aku dan keluarga bertepatan dengan hajatan ibu dari bude Luluk. Anggap aja rezeky yihiii.

Tujuan pertama liburan ke Malang kali ini adalah jeeng jeng (ceritanya ada backsound gitu) Agrowisata Kusuma dan air terjun Coban Rondo. Tujuan pertama Agrowisata Kusuma. Perjalanan kali ini papa sewa satu mobil beserta sopirnya yang sudah booked semalem. Gak cuma aku dan keluarga, bude Luluk dan Yuda juga ikut. Yuda itu anak dari bude Luluk. Temen main juga waktu di Balikpapan. Waktu itu Yuda juga lagi liburan sekolah jadi sekalian aja diajak jalan-jalan. Seingat aku Yuda masih duduk dibangku SD tapi aku lupa kelas berapa.

Its time to go!! Beres sarapan langsung berangkat deh. Kebetulan mobil sewaan dan supirnya juga datangnya pas banget jadi gak usah nunggu. Mobilnya bener-bener lapang untuk 7 orang sekaligus. Iyah tujuh (mama, papa, aku, kiki, indri, bude Luluk dan Yuda). Perjalanan dari Rampal (rumah bude Luluk) ke Agrowisata Kusuma lumayan jauh. Perjalanan 1 jam. Aku lupa waktu itu aku duduk di bangku mana heheehee.

Agrowisata Kusuma ini tepatnya di Jl. Abdul Gani Atas, Kota Batu, jadi wajar aja perjalanan lumayan lama, kurang lebih 1 jam dari Rampal Kota Malang.

Jalan mulai menanjak tapi itu tandanya sudah mau sampai. Waktu aku lirik ke luar jendela, itu ada spanduk selamat datang yang jaraknya kurang dari 10 meter. Yeey sampai. Pas mau masuk ke parking area ternyata ada hotel dan resort juga. Berarti fasilitas yang tersedia gak cuma taman apel dan strawberry yang nanti bakal aku jajaki. Yang aku dan tim liburanku jajaki hahahaa.

Setelah beli karcis masuk lah kami ke gedung mungil yang kayanya berfungsi sebagai gerbang masuk. Begitu masuk disuguhi welcome drink yang terbuat dari sari apel dalam kemasan gelas plastik. Woow makin gak sabar pengen nyampe kebun apel nih (lonjak-lonjak).

Tapi sepertinya aku harus sabar untuk sesaat. Di dalam gedung ini ternyata terdapat toko mungil yang isinya boneka-boneka lucu bentuk buah-buahan dan binatang unyu-unyu. Jelas aja Kiki dan Indri milih mampir dulu. Okey, selama minumanku belum abis sepertinya masih bisa menunggu.

toko boneka mungil setelah pintu masuk

toko boneka mungil setelah pintu masuk

Ternyata gak butuh waktu yang lama. Entah bosan atau apa tapi hitungan menit Kiki dan Indri sudah keluar lagi dari toko. Itu artinya lanjut ke taman apel (jalan bak paskibraka dengan langkah lebar-lebar, tangan kiri berayu-ayu dengan kerennya, dan masih menyeruput minuman sari apel dari tangan kanan). Hap hap hap hap.

Baru juga beberapa langkah masuk ke kawasan agrowisata ini, tiba-tiba kedua indera penglihatanku mendadak dibuat kinclong dengan pemandangan Kota Batu ini. Bener-bener deh udah udaranya sejuk, angin semilir asik banget (lumayan kalo gak pake jaket bisa masuk anging, waktu itu aku pake cardigan) dan pemandangannya juga hhmm.. saatnya aku bilang ‘wauuww’.

kelihatannya terik tapi padahal sejuk banget. Kombinasi sinar matahari sama udara sejuk angin Kota Batu jadinya hangat

Kelihatannya terik tapi gak gerah. Kombinasi sinar matahari sama sejuknya angin Kota Batu jadinya hangat.

Pemandangan pegunungan yang menjulang tinggi seolah-olah awan terbang rendah. Ini pemandangan asik banget lah. Berasa lagi berada di kedudukan yang tinggi banget, seolah-olah awan itu bisa digapai aja pake tangan kosong (ngayal). Oyah jejeran pohon yang rapi ini adalah kebun apelnya. Tapi sayang banget, waktu datang ke sana lagi musim kemarau jadi sedikit buah apel yang berbuah. Kalau pun ada tapi jarang dapet yang besar dan manis, kebanyakan nyusut. Tapi bukan berarti rasa penasaran mendadak surut dong. Ouuhh tidak bisaaa..

Kebun apel memang sudah terlihat tapi bukan berarti pintu masuk menuju kebun ini sudah dekat. Ternyata gak semua area kebun ini dibuka untuk umum. Ada area khusus yang memang sengaja disediakan untuk wisatawan yang ingin memetik sendiri apel dari pohonnya.

Selama perjalanan menuju pintu masuk kebun apel ternyata ada beberapa satwa seperti burung yang lucu-lucu. Aku yang kebetulan lagi megang camera, harus nyangkut dulu sebentar untuk mengambil gambar.

Ada si Hedwig nya Harry Potter

Ada si Hedwig nya Harry Potter

Two is better than one

Two is better than one

Perjalanan belum selesai guys. Tiba-tiba mbak tour guide ngajak kami semua ke sebuah green house yang gede banget. Pas masuk ke dalam green house ini aku ngeliat banyak banget bunga-bunga unyu. Aku suka bunga. Jadinya aku sibuk motretin si bunga-bunga yang didominasi jenis anggrek ini. Mau lihat betapa unyunya mereka? Check this out.

bunga-bunga

Well selesai lah urusan berbunga-bunga yang satu ini dan ini saatnya voalaa… Kami masuk kebun apel. Sekilas seperti gak sedang berbuah tapi ternyata buah apelnya ada. Ukurannya menyusut karena musim kemarau dan warna apelnya juga masih pada hijau jadi sekilas sama aja kaya warna daun. Tapi tetep aja metik apel langsung dari buahnya itu hehehe sesuatu banget. Biasanya kan cuma liat di pasar buah atau supermarket, nah sekarang tanganku sendiri yang metik dari pohonnya. Pohon apelnya juga rendah jadi gak perlu manjat untuk metik buahnya.

Apel yang masih hijau

Apel yang masih hijau

Nemu yang warna merah dari camera Indri

Nemu yang warna merah dari camera Indri

Ternyata ada aturan mainnya ni pas masuk ke area pemetikan apel. Makan di tempat boleh sepuasnya tapi yang dibawa pulang cuma boleh 3 buah. Yah agak kecewa sih sebenernya tapi gak masalah lah kan per orang maksimal 3 buah sedangkan kami bertujuh hehehe.. tinggal dikali aja kan banyak tuh.

Selesai lah ekspedisi kebun apel ini. Selanjutnya kebun strawberry yeeyy. Tapi butuh perjuangan lho buat nyampe kebun buah yang unyu bin lucu itu soalnya lokasi kebun ada di samping hotel. Alhasil, harus melewati beberapa bungalow kemudian muter di depan hotel. Tapi ada pemandangan lucu banget pas lewat area bungalow. Langsung deh diabadikan pake camera. Jepreet jepreet…

Itu salah satu taman yang membatasi bungalow satu dengan yang lainnya. Nah bangunan di balik taman bunga itu bungalow nya. Cuma kebetulan lewat aja waktu itu hehehe…

Setelah menempuh perjuangan akhirnya sampai lah di kebun strawberry. Sama seperti kebun apel. Ada area khusus pemetikan untuk wisatawan tapi yang ini lebih unik. Kalau kebun apel dibatasi sama pagar kawat, nah yang ini justru pagar tanaman yang tingginya bisa dua meter. Tinggi banget tapi keliatan kaya mini labirin gitu ehehhe keren.

Kalo di kebun strawberry ini aturan mainnya, memetik maksimal 3-4 buah. Ini lebih kecewa lagi permirsa, soalnya strawberry kan kecil gak kayak apel jadi mana puas cuma makan 4 buah.

Tapi aku sama Kiki gak kehabisan akal. Melihat kondisi kebun yang cuma dijaga satu orang jadi banyak lengahnya hahahaa ini dia. Diem-diem Kiki sana Indri ngumpetin buah strawberry ke dalam saku celana. Kalo aku lebih yahud lagi dong. Balik badan hap! Petik buahnya dan nyam.. masuk mulut. Dan woow aku kaget waktu ngunyah buah ini. Gak kaya pamor strawberry yang selama ini identik dengan asam. Kali ini manis. Sekali hap sukses itu artinya apa? Mari berhap-hap lagi ahahhaa.. Sebelum aku lahap diam-diam sempet aku potret wujud si unyu yang ternyata manis ini.

Look so yummy, huh?!

Look so yummy, huh?!

Papa, Indri dan Yuda pamer strawberry

Papa, Indri dan Yuda pamer strawberry

***

Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemaraaa… Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara.. (nyanyi dalam hati).

Aslinya bukan pohon cemara sih tapi pepohonan yang biasa tumbuh di area tropis. Pepohonan rindang nan menjulang tinggi ke atas sana. Pemandangan ini yang aku lihat dari balik kaca jendela mobil. Perjalanan menuju wisata air terjun Coban Rondo.

Lokasi air terjun ini berada di Desa Pandansari, Kecamatan Pujon. Jarak dari Kota Batu ke Desa ini sekitar 12 km.

Aku inget banget bentuk jalan di Kecamatan Pujon ini. Berkelok-kelok kaya ular dan hampir setengah penumpang travel pada muntah-muntan a.k.a mabok. Waktu itu aku baru taraf puyeng bin muter-muter ni kepala. Perjalanan dari Madiun ke Malang melewati kecamatan ini. Okey kembali ke leptop.

Waktu itu aku gak kepikiran buat nemplokin telapak tangan ke permukaan kaca jendela mobil. Aku terlalu asik bin terpukau sama pepohonan yang masih segar bugar ini. Hijaunya itu loh dilihat aja udah adem.

Begitu mobil berhenti, kami semua udah buru-buru pengen turun. Biarlah pak supir yang memarkirkan mobilnya dengan baik di parking area asalkan kami semua turun dulu hehehe..

Begitu keluar dari mobil, rasanya kaya masuk ke atmosfir baru. Langsung ambil nafas panjang. Udah berasa gak punya kerongkongan, bernafas aja rasanya plong banget. Bener-bener yang kuasa Tuhan gak ada tandingannya.

Gak itu aja.Indera pendengaran aku mendeteksi adanya suara-suara khas yang gak aku temukan di Balikpapan. Kata dosen Ekologi Dasar aku (yang terhormat Pak Mumu Sutisna) itu suara serangga yang namanya Tongeret. Ya, serangga yang menjadi salah satu indikator datangnya musim kemarau. Saat itu memang musim kemarau jadi beruntungnya aku bisa dengar suara Tongeret ini.

Selangkah, dua langkah, aku mulai liat anak sungai dimana-mana. Ini airnya bening banget. Alirannya lumayan deras yang gak sampe taraf menghanyutkan. Makin penasaran buat cepet-cepet masuk lebih jauh buat melihat langsung si air terjun yang berlegenda ini.

Ohya disini gak ada tour guide kaya di agrowisata karena papan petunjuk sudah sangat jelas banget. Emang dasar jiwa turis, baru nginjek tempat baru pengennya foto-foto hehehee..

Feel free....

Feel free….

This is my favorit. Aku, Indri, Kiki, bude Luluk & Mama. Papa? Papa yang motret hehehee

This is my favorit. Aku, Indri, Kiki, bude Luluk & Mama. Papa? Papa yang motret hehehee

Yeah berdiri di posisi sedekat ini sama air terjun, rasanya kaya mau terbang. Anginnya kencang banget. Basah pun tak terhindari. Cipratan air terjun seperti sudah menyatu kaya embun. Gak berasa disiram tapi tau-tau baju udah lembab. Tapi itu semua bukan halangan untuk berpose seperti iniii yeeeaahhh.

Sudah puas sama semua-mua yang ada di sini saat untuk pulang. Tapi gak langsung pulang. Makan jagung bakar kayanya asik juga, kebetulan ada bapak-bapak penjual jagung manis bakar di sekitar sini. Aku pesan jagung bumbu manis, secara aku gak kuat pedas (seperti biasa). Sambil duduk di bangku kayu, ngunyah jagung bakar sambil sedikit celemotan, ngelirik ke atas (mengagumi kokohnya pepohonan di area ini), dan menghirup udara sejuk plus aroma jagung bakar. Alamaaakkk maknyuuuusss..

Besok? Pulang ke Surabaya dan lanjut ke Balikappan. Makasih udah nyimak liburanku. Ini ceritaku, mana ceritamu? hahahaa..

Category: Lensa Bercerita
  • Budi Santoso says:

    Kapan saya bisa kesini? hhe

    sedikit kritik yu..

    coba gambar yang dipost di edit dulu. dijadikan satu file, diminimalkan, hhe.. paketku abis loading berat.. hhe.

    keseluruhannya dah joss.. :)

    August 18, 2012 at 1:44 am
  • ayu emiliandini says:

    Budi Santoso :

    Kapan saya bisa kesini? hhe
    sedikit kritik yu..
    coba gambar yang dipost di edit dulu. dijadikan satu file, diminimalkan, hhe.. paketku abis loading berat.. hhe.
    keseluruhannya dah joss..

    Makasih banget sarannya.. iyah berat yah.. brarti ada yang aku jadikan satu layer fotonya.. makasih banyaak.. selamat yah pertamax hahaah

    August 18, 2012 at 1:48 am
  • ayu emiliandini says:

    Abdullah :

    Teh Emil cupu beud atuhhhhh….
    hahahahha,,, brcanda atuh Teh…
    Malang memang keren buat tempat wisata, apalagi kalau sama istri/suami, atmosfirx ngedukung Teh, hehehe…
    kalau ke Mlng lg mampir nang omah ku yo Teh….

    haahaha itu jaman smp tauu wajar aja masih cupu bin unyu-unyu hehehe…

    maaf ini abdullah siapa yah heheh gak ada foto atau link pas aku klik namanya..

    August 18, 2012 at 7:32 am
  • P. Agnia Sri Juliandri says:

    aku sukaaaa sama malang…
    aku suka aku suka aku sukaaaa :)

    August 19, 2012 at 4:52 am
  • ayu emiliandini says:

    P. Agnia Sri Juliandri :

    aku sukaaaa sama malang…
    aku suka aku suka aku sukaaaa

    aku pun suka jadi aku posting cerita di sana hehehee..

    August 19, 2012 at 11:57 pm
  • admin says:

    Waahh.. keren banget nih blog nya.. bikin penasaran.. jadi pengen pergi kesana nih :D

    August 28, 2012 at 4:20 am
  • ayu emiliandini says:

    admin :

    Waahh.. keren banget nih blog nya.. bikin penasaran.. jadi pengen pergi kesana nih

    pergi kemana min? ke hati aku? #auwauw

    August 28, 2012 at 8:18 am
  • johantectona says:

    selalu suka dengan cara bercerita ayu, membacanya ga ada bosen, menikmati gambarnya membuat ingin berada di tempat yang telah disajikan..

    kayaknya kamu cocok deh jadi penulis novel heeee

    August 29, 2012 at 8:58 pm
  • ayu emiliandini says:

    johantectona :

    selalu suka dengan cara bercerita ayu, membacanya ga ada bosen, menikmati gambarnya membuat ingin berada di tempat yang telah disajikan..
    kayaknya kamu cocok deh jadi penulis novel heeee

    penulis novel woooowww… Doakan saya yaaahh #mataberbinar ahahahha

    August 30, 2012 at 3:51 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 9 times 2?