Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Fisioterapi (Scaling)#3

Agak beda yah judul posting kali ini. Sebenarnya ini lanjutan dari FISIOTERAPI #2 tapi kali ini bukan tentang fosioterapi. Yang mau aku bahas itu lebih ke ceritaku kontrol ke dokter bedah mulut, hasil rontgen kondisi rahang terbaru, dan pengalaman pertama aku menjalani scaling. Maka dari itu judul postingnya tetep fisioterapi (biar gampang ngikutin ceritanya) cuman ketambahan dalam kurung aja. Yeah, begitu lah prolognya sebelum aku masuk ke cerita.

Sesuai janji dengan dokter bedah mulut, tgl 19 September 2012 kemarin aku datang lagi untuk kontrol rahang. Sebelum mengahadap dokter, aku sempetin buat ambil hasil rontgen sembari nunggu giliran dipanggil.

Gimana kondisi rahang aku sekarang? Ini dia..

hasil rontgen yang diambil tanggal 12 September 2012 11:45:57

hasil rontgen yang diambil tanggal 12 September 2012 11:45:57

Lega banget waktu dokter bilang kondisi rahang aku sudah normal. Kalo kendalanya belum bisa mangap maksimal yah karena ada jaringan yang masih terlalu kaku dan perlu “dilemaskan” dengan fisioterapi gelombang US (ultra sonik). Kata dokter, aku cukup selesaikan aja tahap fisioterapi sampai enam kali. Gak ada obat yang harus diminum lagi. Yes!! << ketauan males minum obat.

Kalo diperhatiin yah. Itu gigi graham aku jadi tinggal dua biji dari setiap bagiannya (atas kanan dan kiri, bawah kanan dan kiri). Baru sekarang ngerasa kehilangan (telat mampus meeeenn..)

Masalah hasil rontgen gak ada masalah. Masalah baru muncul waktu dokter tiba-tiba heboh karena ngeliat karang gigi di bagian belakang gigi seri bawah. Kata dokter Alice (nama dokter bedah mulut yang menangani aku) karang gigi itu suka menempel di lapisan terluar gigi yang bersentuhan langsung dengan gusi. Kalo karang gigi ini dibiarin, bakal terjadi penurunan gusi. Kalau sudah begitu timbul efek bau mulut dan gusi berdarah. Wah! Gawat yah si karang gigi ini. Hari itu juga aku langsung diantar asisten dokter Alice ke klinik gigi untuk di-scaling. Awalnya aku gak tau scaling itu apa tapi nampaknya ada hubungannya sama karang gigi.

Klinik gigi yang aku datangi ternyata cuma selisih dua pintu dari ruang dokter Alice. Tapi untuk di ruang klinik gigi ini ada dokter lain yang stand by.

Hhhmm… Sempet kaget waktu liat dokter Nico (dokter yang bakal men-scaling gigi aku). Muka oriental, kacamata tanpa frame dan jas seragam wajib dokter yang menjuntai sampai lutut. Kenapa begitu mirip sama khayalan aku tentang Jordan di serial Cerita Rea yang aku tulis di blog ini. Tapi aku gak lama-lama kaget, ternyata suara dan perawakannya tak semirip karakter Jordan di dunia khayalku. Setelah denger dia ngomong, agak lucu. Mungkin kalo aku bocah umur 5-10 tahun, aku bakal nyaman sama dokter ini. Ramah dan yaaahh lucu.

Aku duduk di singgasana yang dilengkapi meja lipat, gelas dengan keran otomatis untuk kumur, dan lampu berbagai engsel fleksibel. Aku sebut itu “meja kerja dokter gigi” atau “singgasana pasien” soalnya bentuk kursi ini lumayan besar kaya singgasana heehehe…. Ada lagi hal lucu yang aku temukan disini. Ada tiga boneka sebesar telapak tanganku menghiasi satu sudut “meja kerja dokter” ini. Satu boneka singa tergantung dengan tali dan dua boneka lain menempel di salah satu tiang di singgasana pasien itu. Seingatku itu sejenis beruang dan macam. Lucu. Lagi-lagi berkhayal kalau aku bocah 7 tahun, aku pasti nyaman dengan dokter yang satu ini. Aku cuman tersenyum kecil. Aku suka boneka.

Waktunya untuk scaling. Aku disuruh buka mulut selebar yang aku sanggup. Bagus deh dokter muda ini sudah paham sama sejarah rahangku. Aku lihat benda mirip bor mini di tangan kanannya. Apa?! Bor?! Dan memang betul itu bor. Suara khas bor ukuran mini yang lumayan memekakkan telinga mulai menggema seantero ruang klinik. Mendenging dan melengking. Aku? Pengen gerakin tangan buat tutup kuping, tapi masa iyah sih aku bertidak demikian? Kalo aku bocah kelas 2 SD, kenapa enggak? Hehehee… Aku cuma bisa meringis sambil mangap dan menciptakan kerutan paling sempurna di antara dua alisku.

Dokter Nico dibantu dengan satu suster yang juga memegang satu alat tapi aku gak tau itu alat apa dan fungsinya untuk apa. Serpihan bongkahan karang pipi yang ikutan muncrat berbarengan sama semprotan air dari selang mini yang beradu di dalam mulutku. Asli pengen muntah. Tapi masa iyah muntah di tempat. Alhasil cuma bisa tutup mata dan tahan nafas. Sambil berdoa semoga proses yang namanya scaling ini gak lama-lama. Kuping mulai ngilu.

Sesekali aku disuruh berkumur dan duduk lagi ke posisi semula. Dan kegiatan ini masih terus berlanjut.

Entah berapa lama aku musti nunggu, intinya toh scaling ini beres juga. Dan gigi aku berasa jadi licin ahahaha.. Gak ada pesan yang ribet dari dokter Nico. Aku sudah diperbolehkan untuk gak menggunakan mouthwash setelah sikat gigi. Tapi kalo aku masih pengen kumur pake mouthwash juga gak masalah.

Dan aku pulang dengan gigi licin. Lumayan bikin riang seharian loh ahahhaa…. Berasa gigi aku kinclong abis di bor dan amplas sana sini…

Category: Fisioterapi

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 * 2?