Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Braga Festival 2012

Nuansa washout pudar dari hujan kemarin sore. Bandung kembali gerah. Dari pagi menjelang siang. Padahal siang ini aku mau pergi ke Jl. Braga. Salah satu nama jalan di Kota Bandung. Seperti jalan pada umumnya tapi Jl. Braga itu bukan sekedar jalan. Ya, ada Braga Festival 2012 disana. Aku belum pernah kesana sebelumnya.

Semakin siang, Bandung mendingin. Menggelap. Mendung tebal abu-abu di atas kepala. Selama belum terkondensasi sempurna dan setitik gerimis pun belum juga turun jadi lanjutkan aja perjalanan ke Jl. Braga. Berdua sama teman. Namanya Amal.

Pintu masuk utama si Braga Festival ini ada di Jl. Merdeka. Jalan Merdeka dan Braga memang berdekatan. Sesampai di pintu masuk, ternyata gerimis mulai datang keroyokan. Tapi toh masih gerimis. Gak takut haahhaa…

Gerbang Pintu Masuk Braga Festival

Gerbang Pintu Masuk Braga Festival

Dari aksen bambu di gerbang aja aku bisa ngerasain atmosfir budaya sunda disini. Bambu. Angklung. Udjo. Bandung. Yah analoginya begitu. Setelah melewati gerbang, aku langsung disambut dengan bazar yang bentuknya memanjang seperti lorong. Disini banyak barang yang sengaja dipamerkan untuk dijual. Mulai dari kerajinan tangan, baju, tas, sampai… sampai aku sendiri bingung. Banyak banget barang yang disuguhin. Alhasil aku potretin aja deh hehehe.. Ini dia..

Bazar atau Expo Memanjang Kaya Lorong

Bazar atau Expo Memanjang Kaya Lorong

Lucu deh. Ada boneka dari kain batik.

Lucu deh. Ada boneka dari kain batik.

Yang bikin aku terpana itu si miniatur orang. Keren

Yang bikin aku terpana itu si miniatur orang. Keren

Miniatur kapal ini detail banget. Gimana buatnya yah?

Miniatur kapal ini detail banget. Gimana buatnya yah?

Klintingan ini bikin suasana lorong makin asik. Suaranya cantik walau tempo bunyinya itu random. Aku suka

Klintingan ini bikin suasana lorong makin asik. Suaranya cantik walau tempo bunyinya itu random. Aku suka

Lampu dinding terbuat dari batok kelapa. Unik. Lucu

Lampu dinding terbuat dari batok kelapa. Unik. Lucu

Ada yang jual aksesoris juga dong cyiiinn

Ada yang jual aksesoris juga dong cyiiinn

Ini gak semuanya berhasil difoto. Lorong lumayan padat. Aku juga was-was ama tas yang kubawa. Takut copet haahhaa… Okey, selesai lah ekspedisi lorong setelah pintu gerbang. Selanjutnya, voalaaa… Welcome to the festival. Camera? On standby dong ahahaha…

Di dalam juga masih ada tulisan braga festival. Aku minta temen aku pose disitu deh. Namanya Amal

Di dalam juga masih ada tulisan braga festival. Aku minta temen buat pose disitu deh. Namanya Amal

Dibeberapa spot, ada mini baliho tentang tokoh-tokoh masyarakat. Ini biografi singkat tentang Harry Roesli

Dibeberapa spot, ada mini baliho tentang tokoh-tokoh masyarakat. Ini biografi singkat tentang Harry Roesli

Braga. Seniman. Lukisan. Sudah jadi paket harga mati.

Braga. Seniman. Lukisan. Sudah jadi paket harga mati.

Ternyata di sepanjang Jl. Braga juga ada pameran foto-foto jurnalistik. Ada dua foto yang mengusik perhatian aku waktu itu. Ini dia.

Ni foto fisolofinya dalem banget deh. Dokumentasi event khitanan masal. Sambil nangis tapi jempolnya okey. hahah aku ngakak liat foto ini.

Ni foto fisolofinya dalem banget deh. Dokumentasi event khitanan masal. Sambil nangis tapi jempolnya okey. hahah aku ngakak liat foto ini.

Cukup satu kata. Wow. Bener kata dosen aku. Picture tells everything

Cukup satu kata. Wow. Bener kata dosen aku. Picture tells everything

Kaki ini masih terus menelusuri sepanjang Jl. Braga. Sampai akhirnya aku denger ada suara agak gaduh. Ternyata sumbernya dari salah satu galeri lukisan di pinggir jalan. Rumah Seni Ropih. Setau aku, rumah seni yang satu ini hanya menyuguhkan kesenian lukisan. Aku pernah masuk ke dalam. Ternyata di bawah tanahnya ada bengkel lukisan yang luas banget tapi terbagi dua. Cuma dipisahkan dengan deretan kain canvas lukisan, mulai dari yang sedang dalam proses sampai yang sudah selesai dilukis. Aku melongo waktu tau ada ruangan semacam ini di galeri lukisan. Gak itu aja. Ruangan bawah tanah ini punya pintu keluar. Waktu aku keluar dari pintu itu, ternyata aku masuk ke dalam sebuah pekarangan yang gak terlalu besar. Disana ada pohon tinggi sekitar 4 meter. Unik, karena batang besar si pohon dibalut dengan kain putih. Trus ada panggung kecil, saung dan tribun yang terbuat dari bambu. Hei, tribun itu gak pake paku loh, pengaitnya full pake tali tambang berbagai ukuran, dari yang berdiameter kecil sampai besar. Ya, demikian gambaranku tentang Galeri Ropih ini.

Tapi ada apa dengan galeri itu yah? Tiba-tiba crowded. Aku? 100% penasaran.

Galeri Ropih mendadak crowded

Galeri Ropih mendadak crowded

Ternyata ini dia jawabannya…

Ada mini akustik disana.

Ada mini akustik disana.

Pantesan crowded, jangankan orang lain, aku pun tertarik banget sama lagu-lagu yang dibawain mini akustik ini. Lagu-lagunya sejenis lagu Iwan Fals tentang protes politik, kritik terhadap banyak hal. Keren. Tapi bukan berarti aku berlama-lama di depan galeri ini. Aku masih penasaran buat menjelajahi semua sudut Braga Festival ini.

Ada yang tau gravity? Ya, Braga tanpa coretan gravity itu kaya sayur tanpa garam ahhahaa…

Aku langsung suka begitu lihat gravity ini. Aku sempet lihat proses pembuatan gravity ini beberapa minggu yang lalu. Seru. Hasilnya sekeren ini.

Aku langsung suka begitu lihat gravity ini. Aku sempet lihat proses pembuatannya beberapa minggu yang lalu. Seru. Hasilnya sekeren ini.

Bulet-bulet lucu kaya baso ahahha

Bulet-bulet lucu kaya baso ahahha

Dan……. ada sesuatu tepat di depan gravity ini. Tadaaa…

Stage. Dan ada band lokal yang lagi nampil. Hhhmmm... Sebenarnya aku lebih tertarik sama si background stage ketimbang band itu sendiri ehehee.. maaf yah. Ini jujur.

Stage. Dan ada band lokal yang lagi nampil. Hhhmmm... Sebenarnya aku lebih tertarik sama si background stage ketimbang band itu sendiri ehehee.. maaf yah. Ini jujur.

Tapi ada alasan lain kenapa aku keukeuh beridiri di depan stage ini. Bukan karena band lokal seperti foto di atas, tapi ada yang lain.

Aku gak paham bagaimana menyebut mereka. Bukan band karena gak ada vokalisnya. Boyband juga bukan, gak ada vokalisnya. Mereka terdiri dari empat orang. Yang mereka bawakan itu lagu-lagu komposisi hasil karya mereka sendiri. Dominan suara gitar dan suling. Dan aku langsung jatuh cinta sama komposisi lagu-lagu mereka. Bandung lagi sejuk-sejuknya setelah diguyur hujan beberapa menit yang lalu. Makin sejuk dengan alunan kompisisi daru suling dan gitar mereka.

Diawal pertunjukan, salah satu dari mereka ada yang turun dari stage. Menari. Walaupun aku gak paham tarian apa itu namanya. Aku lebih fokus pada alunan suling dan petikan gitar. Damai banget dengernya.

Opening Show. Salah satu dari mereka menari di bawah stage.

Opening Show. Salah satu dari mereka menari di bawah stage.

Itu di lagu komposisi pertama. Lagu kedua, cowo berbaju putih dalam foto di atas langsung naik ke stage. Dia bermain suling dan box drum (entah apalah namanya).

Cowo itu dan salah satu personilnya. Gitaris

Cowo itu dan salah satu personilnya. Gitaris

Dua personil yang lain. Memainkan suling dan gitar

Dua personil yang lain. Memainkan suling dan gitar

penontonnya banyak lho.

penontonnya banyak lho.

Pengen bertahan sampai mereka beres tampil, tapi ada objek lain yang menarik perhatianku.

Hayo, wahana apa ini namanya?

Hayo, wahana apa ini namanya?

Yes!!!!!!! THAT’S FLYING FOX!!!

Aku  langsung ngibrit ke arah wahana ini. Gak pake mikir panjang, langsung antri. Untungnya gak lama ngantri soalnya gak semua orang berani. Hei, dibandingkan Cikole, ini mah gak ada apa-apanya. Cuman bedanya, aku bakal melintas tepat di atas kepala orang. Semoga sepatuku gak copot di jalan.

Waktu mau naik aku disuruh pake tapi webing (gak tau tulisan benernya kaya apa). Eits! Aku langsung bilang gini, “bisa pasang sendiri kok.”

voalaa... Walaupun agak berantakan tapi aku masih inget step by step masang webing. yipiiii... Character ku sudah ter-building dengan baik.

voalaa... Walaupun agak berantakan tapi aku masih inget step by step masang webing. yipiiii... Character ku sudah ter-building dengan baik.

everybody!!!!!!! IM FLYING ON YOUR HEAD!!!

everybody!!!!!!! I'M FLYING ON YOUR HEAD!!!

Waktu aku bilang wahana ini gratis dan seru. Temenku, Amal, pengen naik juga. Dan tali webing nya aku yang pasang loh. Kali ini lebih rapi.

Senyum sebelum terjun

Senyum sebelum terjun

Beres beterbangan di atas kepala orang, aku dan temanku ini masih ketagihan buat menelusuri seisi festival. Sampai akhirnya kamu menemukan makhluk langka yang ternyata dia ada di dunia nyata. Yah suka nonton dragon ball pasti tau deh.

Aku beruntung banget bisa nemu yang beginian hahahaa... My favorite picture

Aku beruntung banget bisa nemu yang beginian hahahaa... My favorite picture

Itu kakeknya siapa hei… Kenapa bisa berkeliaran di Jl. Braga? Hahahaa…

Setelah yang unik, aku ketemu sama yang antik. Toko buku lawas. Ya, kalo nyari buku-buku lawas bisa dateng ke toko buku Djawa 79 ini. Aku gak tau sejarahnya angka 79 dari nama itu. Mungkin tahun berdirinya toko ini. Mungkin. Aku pernah masuk ke dalam toko ini. Seisi toko bener-bener jadul. Aku berharap bisa nemuin novel sastra disana tapi ternyata tak kutemukan. Yang bikin toko ini unik itu penjaga tokonya. Ada sepasang kakek-nenek sebagai penjaga buku ini. Mungkin suami istri. Mereka ramah dan murah senyum. Aku sempet ngerasa bersalah waktu ninggalin toko ini tanpa membeli salah satu koleksi bukunya. Tapi yang kucari memang gak ada. Maaf.

Toko buku Djawa 79

Toko buku Djawa 79

Ada garage sale ini wohooo….

Obral... Obral...

Obral... Obral...

Kayanya ada salah satu toko baju di Jl. Braga yang lagi ngadain cuci gudang. Tadinya aku mau beli simple white dress di situ eehh kelupaan. Dan ada lagi nih yang mengusik perhatianku. Mungkin yang ini baru ada di Braga Festival 2012.

Intinya mah jangan buang sampah sembarangan deh yaah kayanya hahaha... butuh translate plis!!

Intinya mah jangan buang sampah sembarangan deh yaah kayanya hahaha... butuh translate plis!!

Ada yang lagi ngemper di trotoar tuh. Tapi kok berjejer rapi yah. Heh? Ada lomba menggambar?

Bukan. Itu komunitas Pensil Kertas yang lagi show off kemampuan melukis mereka dengan cat air sampai pensil warna. Sekali lagi. Aku iri. Aku gak bisa gambar.

melukis pake cat air

melukis pake cat air

gambarnya bagus yah

gambarnya bagus yah

Memang Braga Festival ini gak ada matinya yah. Kereeeeennn.

Festival ini dilaksanakan setahun sekali buat ngerayain ulang tahun Kota Bandung. Sekarang umur Bandung sudah 202 tahun yang jatuh di tiap tanggal 26 september (kalo gak salah ehhee.. ntar diralat kalo salah).

Cameraku masih standby loh.

Ditiap spot festival aku selalu nemuin benda mirip sangkar burung kebalik ini. Entah apa artinya tapi unik

Ditiap spot festival aku selalu nemuin benda mirip sangkar burung kebalik ini. Entah apa artinya tapi unik

Plang di tengah-tengah festival. Masih terbuat dari bambu.

Plang di tengah-tengah festival. Masih terbuat dari bambu.

Ada yang lucu waktu aku motret plang ini. Aku sedikit mengadah ke atas buat motret objek yang tingginya hampir 3 meter ini. Waktu selesai motret ternyata di depanku ada bapak-bapak gondrong bertopi yang mengarahkan cameranya ke arahku. Bapak itu justru senyum ramah trus pergi. Aku ikutan senyum trs ditinggal pergi gitu aja. Masa iyah bapak itu takjub sama kacamataku? hahaha…

Inilah Braga Festival 2012. Tahun depan ketemu festival ini lagi gak yah?

Category: Lensa Bercerita
  • Indro says:

    tampaknya jalan braga seru ya . Nice buat fotonya

    September 30, 2012 at 9:58 am
  • Zulfika Satria says:

    kereeeen!! Bandung kreatif banget! Salut :D

    September 30, 2012 at 11:19 am
  • sucilestari says:

    iiiiiiih jadi kangen Banduuuung :(

    October 1, 2012 at 1:21 am
  • ayu emiliandini says:

    sucilestari :

    iiiiiiih jadi kangen Banduuuung

    Lah emang sekarang lagi dimana jeng?

    October 1, 2012 at 4:18 am
  • rahmat wiraradi says:

    Boleh dong ya sekali-sekali ke bandung jalan kesana :D

    October 1, 2012 at 12:20 pm
  • ayu emiliandini says:

    rahmat wiraradi :

    Boleh dong ya sekali-sekali ke bandung jalan kesana

    kayak gak pernah kesana ajah siiih meett… #jitak

    October 1, 2012 at 7:51 pm
  • Yaomi says:

    panjannnnnggggggggggggg banget ceritanya.. jd koment nya ini aja ya ^_^

    October 2, 2012 at 6:47 am
  • ayu emiliandini says:

    Yaomi :

    panjannnnnggggggggggggg banget ceritanya.. jd koment nya ini aja ya ^_^

    okey deh bang… (-_-)’

    October 2, 2012 at 6:52 am
  • rocky says:

    bandung keren tapi kalau aku ada dsitu lebih kereen kayknya ya,,wkwkw

    October 2, 2012 at 7:02 am
  • ayu emiliandini says:

    rocky :

    bandung keren tapi kalau aku ada dsitu lebih kereen kayknya ya,,wkwkw

    oyeeeehhhh…. pede amiiirr boss hahahhaaa

    October 2, 2012 at 7:32 am
  • M Nurul Ikhsan Saleh says:

    Wah. selamat. semangat terus. Tulisanmu semakin mengalir. Bagus. Gambar-gambarnya juga bagus. Excellent

    October 7, 2012 at 6:03 am
  • ayu emiliandini says:

    M Nurul Ikhsan Saleh :

    Wah. selamat. semangat terus. Tulisanmu semakin mengalir. Bagus. Gambar-gambarnya juga bagus. Excellent

    wauuw kak nurul langsung meluncur ternyata haaha makasih kaka….

    October 7, 2012 at 6:32 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?