Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Braga Festival 2012 #2

Wihiiiiiww… Minggu sore memang asik. Tiap sore itu selalu asik, apalagi ngerasain angin Bandung kaya gini hahahaaa.. Aku sama Amal melanglangbuana pake si Violet Scoppy (punya Amal). Biasanya sih aku yang bawa tapi berhubung lagi gak mood jadi Amal aja yang nyetir si Scoppy hehehe.. Dari Jl. Lodaya (lokasi Keuken) ke Jl. Braga gak terlalu jauh. Karena Bandung kebanyakan one way jadinya musti muter. Tapi yang ada di otakku waktu itu cuma satu. Braga. Aku bakal kesana lagi.

Langit Bandung masih kelabu. Aku gak perduli. Yang penting jangan hujan lagi. Sesampainya di Braga, langit masih berabu-abu ria. Aku? Makin gak perduli. Apa lagi kalau warna langit tiba-tiba jadi ungu ahahhaa…

Gerbang pintu masuk Braga Festival, masih sama seperti kemarin. Lorong expo dan berbagai pernak-pernik yang dipamerkan, masih sama. Cuma bedanya jauh lebih ramai dari kemarin. Ya, ini hari minggu.

Mungkin aku lebih fokus ke berbagai hal yang tak sempat jadi pusat perhatianku kemarin. Galeri Sanggar Ropih masih ramai, sama seperti kemarin. Aku? Cuma bisa senyum sambil berlalu. Aku gak mungkin menerobos gerombolan orang yang menumpuk sambil ikut bernyanyi lagu-lagu Iwan Fals. Postur mereka terlampau raksasa. Bisa-bisa aku gepeng kalo ikut nimbrung kesana hehehe…

Kemudian perahu kaleng ini menarik perhatianku. Aku ingat masa kecil dulu. Papa pernah belikan aku perahu ini. Ingat. Waktu itu di pasar malam. Aku mungkin baru lancar bicara. Usiak sekitar 3 tahun. Bisa jadi lebih, aku lupa. Lupa-lupa ingat.

Mainan jadul jadi inget lagi masa-masa bocah

Mainan jadul jadi inget lagi masa-masa bocah

Masih melanjutkan perjalanan menelusuri Jl. Braga panjang ini. Terbesit niat untuk naik flying fox lagi tapi buru-buru batal setelah liat bocah-bocah antri. Yah peminat wahana ini sekarang sudah bergeser dari remaja dewasa jadi anak kecil hahahaa… Ketawa cekikikan puas bareng Amal. Untung sempet ngerasain wahana ini kemarin hehehe…

Tepat di depan grafity. Stage masih berdiri kokoh disana dan ada pertunjukan dari comunitas gitar. Awalnya gak begitu tertarik tapi lama-lama aku suka penampilan mereka. Lagi-lagi band tanpa vocalis. Cuma ada 4 personil. Gitar melodi, bass, rhythem, dan drum. Genre musik yang mereka bawain macem-macem, mulai dari rock, rock dengan sentuhan efek eco, rege, sampai slow rock. Aku sampai harus duduk lesehan tepat di depan stage. Kalau berdiri terus bisa bengkak ni betis. Mereka bawain sekitar 4-5 lagu yang aku gak tau apa judulnya. Cuma tau musik mereka enak didengar. Diterima sama kuping aku. Gak tau kalau kuping Amal ahahaha kayanya tuh anak cuma pengen duduk doang.

Dari kiri ada guitar melody, rhythem dan bass. Iri sama mereka yang bisa tampil sesantai itu. Jadi ingat gitar akustik di kamar kosan. Apa kabar gitarku?

Dari kiri ada guitar melody, rhythem dan bass. Iri sama mereka yang bisa tampil sesantai itu. Jadi ingat gitar akustik di kamar kosan. Apa kabar gitarku?

Sebelum band ini tampil, ada dua MC yang lagi-lagi ngecoblak ngalor-ngidul. Aku dan Amal lagi-lagi dibuat ngakak. Ada dua MC nah salah satu dari mereka lupa bawa contekan yang biasa dibawa-bawa. Waktu band ini mau tampil, kedua MC ini cuma bisa bengong karena gak tau nama band tersebut. Cukup lama chit-chat sambil nunggu persiapan check sound. Sampai akhirnya ketemu juga nama band ini. Ya contekan kertas MC sudah ketemu. Nama band ini Mamatskill. Ya ampuuunn… Aku ngakak lagi deh kalo gini ceritanya hahahaaa… Gaya anak gahol Bandung tapi nama band nya Mamatskill. Good job banget hahhaa…

Ini dia drummer Mamatskill. Susah payah ni ngambil gambarnya, lincahnya bukan main. Letak drum yang menjorok kebelakang jadi sering ketutupan sama personil yang lain.

Ini dia drummer Mamatskill. Susah payah ni ngambil gambarnya, lincahnya bukan main. Letak drum yang menjorok kebelakang jadi sering ketutupan sama personil yang lain.

Niat deh yah mantengin duduk manis di depan stage sampai mereka bener-bener selesai tampil. Tiba-tiba ingat garage sale serba Rp 50.000. Kemarin ada baju yang aku taksir tapi gak sempat terbeli karena lupa dan langsung pulang. Semoga baju itu masih ada.

Letak si garage sale masih sama seperti kemarin. Waktu tangan dan mata ini konsentrasi untuk mencari, yaahh… Kecewa, ternyata baju incaranku sudah terbeli. Yang tersisa cuma warna hitam. Aku gak terlalu suka warna hitam. Too dark. Tapi aku masih gigih mencari hahahaa… Siapa tau ada model yang lebih lucu lagi. Dan ketemu. Broken white dress yang panjangnya pas se-lutut ku. Kata Amal, bajunya lucu. Yap, aku beli yeeeyy!!!! Ternyata Amal juga kepengen beli ahhahaa… Alhasil kita sama-sama beli dress. Beda model tapi warna sama broken white atau putih gading. Hahahaaa…

Selesai bertransaksi kami kembali dikejutkan dengan keramaian di stage yang sama. Di depan gravity. Kayaknya bukan pertunjukan musik atau band tapi… Line dance. Tarian salsa yang dikolaborasi sama gerakan aerobik. Dua instruktur berdiri di stage dan yang lain ngikutin dari bawah stage. Seru juga ni kayaknya.

Setelah diperhatikan ternyata kebanyakan peserta tari ini ibu-ibu dan nenek-nenek lho. Wow, walau sudah berumur tapi mereka tetap lincah.

Setelah diperhatikan ternyata kebanyakan peserta tari ini ibu-ibu dan nenek-nenek lho. Wow, walau sudah berumur tapi mereka tetap lincah.

Aku mendekat. Camera on standby di tangan kanan. Eh ada yang lebih menarik perhatianku. Ternyata ada satu kakek-kakek di sini. Gerakannya sedikit terlambat dibandingkan dengan yang lainnya tapi semangat beliau luar biasa.

Aku jadi ingat kakek-kakek yang aku temui di lantai fisioterapi beberapa hari yang lalu, waktu aku masih terapi ultrasonik. Kakek-kakek yang aku temui di sana seperti baru belajar berjalan, sedang dalam proses penyembuhan setelah stroke.  Sedangkan kakek-kakek yang menari salsa dengan lincah, seperti tak punya keluhan dengan kesehatannya. Wouw, menjaga kesehatan sampai tua itu sepertinya menyenangkan. Walau sudah usia senja tapi masih banyak hal yang bisa dilakukan. Termasuk menari salsa seperti ini…

Yihaaa... Lincah nian kakek yang satu ini

Yihaaa... Lincah nian kakek yang satu ini

Line dance masih berlangsung tapi aku dan Amal memilih melanjutkan perjalanan menjelajahi Braga. Dan benar aja, ada satu toko souvenir yang terlihat agak aneh. Pencahayaan ruangan itu yang aneh. Pasti ada yang unik di sana. Dan benar adanya.

Aku melongo waktu liat pernak-pernik hiasan dinding ini. Seems like mosaic tapi asik banget. Enak dilihat.

Aku melongo waktu liat pernak-pernik hiasan dinding ini. Seems like mosaic tapi asik banget. Enak dilihat.

Vintage. Kata itu yang muncul di otakku waktu liat karya seni ini.

Yeah, time for going home. Kayanya Amal udah mulai cape. Aku juga. Bye Braga. Kapan-kapan aku main lagi kesini.

Category: Lensa Bercerita

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is that thing with fingers at the end of your arm (one word)?