Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Aku (Lingkungan) dan Teman-temanku Ingin Bicara

Terbentuk aku atas utusan-Nya yang luar biasa berkuasa

Aku ada

Kemudian untuk apa aku hadir?

Kenyamanan yang diciptakan dengan segala standar kehidupan

Kehidupan pemimpin alam ini

Utusan dari-Nya juga

Sorak sorai kegembiraan menyambut kehadiran sang pemimpin

Manusia turun ke bumi

Sangat pintar nan berotak dan berakal

Menciptakan banyak hal lantara tak kuasa menahan, layaknya dahaga

Selalu haus

Jarang puas

Suatu ketika ketidak puasan itu menggelapkan panca inderanya

Hidupnya berharga bak berlian

Aku dan teman-temanku mulai gelisah

Teman air di sungai dan langit

Teman hijau penyejuk muka bumi tercinta

Teman biru langit si lukisan terindah nan berwarna-warni dikala senja

Dan teman kecilku dari balik tanah bertanya

“Bagaimana nasib kami?”

Semoga tak lupa dengan tugasnya sebagai khalifah di bumi ini

Luar biasa cerdasnya mengagumkan

Apa saja yang ia lakukan hingga wajah bumi nampak berubah

Dulu perlahan kini seperti bersepeda dan berkompetisi, serba cepat

Sempat tak kupahami apa itu bangunan kokoh dan bercorong

Temanku burung gereja mengaduh sesak nafasnya

Ya, teman biruku juga mulai terbatuk-batuk

Sebuah lubang dan air mengalir keluar dari sana

Masih bangunan kokoh bercorong, berasap hitam tebal menyesakkan

Temanku ikan mas mengeluh, dia bilang terasa seperti tercekik

Temanku air sedang sakit?

Peluhku berbulir sebesar biji jagung dan semakin banyak

Bumiku sayang, apakah kau sedang demam? Ini bahkan jauh dari kata hangat

Oh ya ampun teman hijauku

Jauh disana sedang melambai dan terlonjak di tempat

Sayup-sayup aku dengar teriakan minta tolong

Temanku terbakar

Tempatnya berpijak berganti lagi dengan beton raksasa

Tinggi sekali, ku sangka akan menyenggol teman awanku

Perpapasan lagi dengan sahabat angin yang kebetulan lewat

Oh ia protes tentang tekanan yang tak lagi teratur

Layaknya udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah

Ia beterbangan tanpa arah, kesana kemari dan menghantam sesuatu yang raksasa

Kini ia lelah dengan peluh bercucuran sama sepertiku

Aku katakan padanya, “sobatku angin, itu namanya gedung bertingkat, hasil karya pemimpin kita, manusia.”

Dahulu kala aku pun sempat bertanya tentang kehadiranku

“Kemudian untuk apa aku hadir? “

Wahai pemimpin bumi utusan Yang Maha Kuasa, inikah yang kau lakukan terhadap diriku dan teman-temanku?

Bagaimana kalau kami melakukan sedikit protes?

Dimulai dari banjir sajalah.

Siklus hidrologi mulai tak berputar melingkar layaknya hula hoop.

Atau temanku kerak bumi, saling bergeseklah hingga getaran kuat mengejutkan segala hal di atas temanku tanah.

Kini aku punya pertanyaan baru

“Apa yang sedang kau cari wahai pemimpin muka bumi?”

Pahamkah kau wahai pemimpin, kami tak sedang menyapa

Kami sedang kesal

Terutama aku, tolong pulihkan teman-temanku

Hanya itu pintaku

Category: Mata Kata Sajak

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 5 + 6?