Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Pagi Indah #10

Buka mata. Senyap luar biasa. Nampaknya malam sudah beres. Itu ada semburat terang dari sela-sela pintu. Sudah pagi. Entah jam berapa waktu itu. Nengok jam tangan sudah gak kepikiran. Turun dari ranjang kayu. Aku tidur di ranjang bawah, teh Putu tidur di ranjang tingkat atas. Aku sudah cerita kan, aku dan teh Putu akan terus sekamar. Wanitanya cuma kami berdua heheee.

Continue reading

Atap Boat #8

Entah dari mana datangnya ide untuk naik ke atas atap boat. Karena penasaran, lompat juga sampai atap (hebatkan). Tapi ada yang kurang nih kayanya. Aku turun lagi untuk ambil jaket dan camera. Angin ketika boat melaju, berpotensi mengakibatkan masuk angin. Ditambah lagi kondisi bajuku yang masih setengah basah akibat guyuran air hujan dan keringan sehabis menaklukan jalur luar biasa di desa Wae Lolos.

Continue reading

Misi Pertama, Air Terjun Cinca Rami #6

Lalu lintas di Labuan Bajo ini gak sebanding dengan kondisi di Jakarta dan Bandung yang macetnya merembet kemana-mana. Kalo di Bandung wajar aja macet, banyak jalur satu arah dan jalan terlampau sempit untuk jangkauan kuantitas kendaraan bermotor. Jakarta apa lagi, tol udah sampai bertingkat-tingkat tetep aja macet. Di Labuan Bajo itu terlewat lapang. Bahkan selama perjalanan dari Treetop ke lokasi air terjun, jarang aku lihat mobil lain yang berlalu lalang. Kalaupun ada cuma sepintar trs ilang ditikungan.

Continue reading

Rempong Dikit Terus Capcus ke Ubud #2

Pemandang luar biasa dari jendela pesawat,¬†CHECK! Sekarang waktunya turun. ¬†Terus terang aku lupa gimana nuansa udara Bali. Denpasar khususnya. Analogi aja lah yah, landasan pesawatnya tetanggaan sama pantai, berarti hhmm… panas. Dibanding Bandung, ya panas. Sambil bisik-bisik lirih ke kulit sendiri. Selamat berjuang kulit tipis, persedian sunblock semoga cukup sampai seminggu kedepan.

Continue reading