Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Bandung, Bali #1


Bandara Husein Sastranegara, Bandung

Bandara Husein Sastranegara, Bandung. 14 November 2012.

Bye Bandung. Aku tinggal sebentar ya.

Bye Bandung. Aku tinggal sebentar ya.

Hai awan. Putih mu lembut. Hello langit. Biru mu indah sekali. Selamat pagi menjelang siang

Hai awan. Putih mu lembut. Hello langit. Biru mu indah sekali. Selamat pagi menjelang siang

Itu sepertinya bali

Itu sepertinya bali

Wah, ada yang melebar dari bagian belakang sayap pesawat. Apa artinya ya?

Wah, ada yang melebar dari bagian belakang sayap pesawat. Apa artinya ya?

Pesawat merendah. Sayap makin melebar.

Pesawat merendah. Sayap makin melebar. Apa artinya?

Makin rendah dan sayap pesawat masih sama lebarnya.

Makin rendah dan sayap pesawat masih sama lebarnya.

Sayap melebar dan terbuka. Landing. Perlambatan. Fluida udara. Yes! I got it.

Sayap melebar dan terbuka. Landing. Perlambatan. Fluida udara. Yes! I got it.

Sejauh yang aku pahami. Pesawat bergerak di udara sana bukan tanpa gaya gesek. Pasti ada gesekan antara permukan awak pesawat dengan atmosfer. Bukan berarati udara itu kosong. Ada fluida di dalamnya, sama seperti air. Perbedaan tekanan antara udara di atas awak pesawat dengan udara di bawahnya, itu yang membuatnya seperti melayang. Ini perkara landing. Gesekan udara dengan permukaan pesawat harus diperbesar. Kecepatan harus diperlambat. Toh tujuan utamanya untuk berhenti.

Kenapa sayap pesawat melebar dan terbuka saat landing? Aku sudah jelaskan di atas.

My Habit

My Habit

Aku sudah cerita sebelumnya. Aku punya kebiasaan baru. Timbul tanpa sengaja waktu berkunjung ke Telaga Sarangan, Magetan.

Hhhmm… Kaca jendela pesawat sejuk. Aku rasa karena AC di awak kabin. Kaca pesawat gak akan pernah bisa disamakan dengan kaca jendela mobil. Ada dua lapis kaca di sini. Pasti beda material. Pasti! Beda tekanan antara udara di dalam kabin dengan udara di luar sana. Apa lagi pesawat bergerak dengan kecepatan tinggi di ketinggiian tak wajar.

Kesimpulannya? Suhu kaca yang ku sentuh tak mewakili suhu udara di luar sana. Whatever.

Bandara Ngurah Rai. Hai Bali. Aku datang lagi. Sudah berapa lama? 14 tahun. Yeah I know. Yang penting sekarang aku datang lagi. Bersama cerita menarik. Tentu saja. (^___^)

Tunggu cerita selanjutnya ya…

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is melted ice?