Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Flying to Labuan Bajo, Flores #4

Aku lupa kapan tepatnya pesawat tujuan Labuan Bajo take off. Yang pasti, begitu check in kami langsung beranjak ke dalam pesawat, bukan ruang tunggu. Untungnya kami gak terlambat. Hehehe…

Pesawat kecil yang akan bawa kami terbang ke Labuan Bajo, Flores.

Pesawat kecil yang akan bawa kami terbang ke Labuan Bajo, Flores.

Kebetulan aku duduk di samping jendela pesawat dan duduk di barisan depan. Walau ukurannya lebih kecil tapi isi pesawat lapang banget. Secara isi pesawat sepi. Bahkan ada beberapa tempat duduk yang kosong. Otak kecilku mulai berputar pelan. Kenapa bisa sepi ya? Perjalanan ke Labuan Bajo terlalu mahal untuk turis domestik? Bisa jadi, atau mungkin dari segi waktu yang bukan di jadwal libur panjang atau libur akhir tahun. Hhmm… Bisa jadi.

Teman pengantar jenuh.

Teman pengantar jenuh.

Perjalanan dari Denpasar ke Labuan Bajo kalo gak salah memakan waktu sampai 1:45 (satu jam empat puluh lima menit). Aku pikir gak butuh waktu sampai satu jam, ya, karena aku lupa kalau Labuan Bajo itu ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Itu artinya aku harus melewati Nusa Tenggara Barat (NTB) dulu. Masuk akal juga.

Apa aja kerjaan kami selama di dalam awak kabin? Check this out.

Headphone di telinga. Ada kamera Yassir, senyum dulu :)

Headphone di telinga. Eh ada kamera Yassir, senyum dulu.

Jangan terpukau dulu sama senyum nan menawan. Lihat apa yang dia pegang.

Jangan terpukau dulu sama senyumnya nan menawan. Lihat apa yang dia pegang.

Video live report ala Uway Looks tetep lanjut walau harus menclok dari kursinya ke kursi kosong. Salut.

Video live report ala Uway Looks tetep lanjut walau harus menclok dari kursinya ke kursi kosong. Salut.

Serius kali abang Yassir ni.

Serius kali abang Yassir ni.

Begitu cameraku ready, pasang senyum semua. Dasar sadar camera haahha..

Begitu cameraku ready, pasang senyum semua. Dasar sadar camera haahha..

Headphone di telinga dan Ipod di tangan. Yang pasti bukan lagi galau yah #ups.

Headphone di telinga dan Ipod di tangan. Yang pasti bukan lagi galau yah #ups.

Si kalem Zulfi ternyata sadar camera juga hahahaa...

Si kalem Zulfi ternyata sadar camera juga hahahaa...

Beberapa menit kemudian. Kekacauan mulai terjadi.

Mendadak merapat ke jendela sebelah.

Mendadak merapat ke jendela sebelah.

Sebenarnya kericuhan berawal dari sini sih.

Sebenarnya kericuhan berawal dari sini sih.

Pada berbondong mencelat dari kursi masing-masing trus heboh nemplok ke jendela pesawat. Ada apa sih? Ada ini lho guys.

Entah apa nama gunung cantik ini.

Entah apa nama gunung cantik ini.

Pulau-pulau mungil di antara laut luas membentang. Wow.

Pulau-pulau mungil di antara laut luas membentang. Wow.

Aku pikir ini miniatur pulau. No! Ini nyata lho. Subhanallah, lucu banget.

Aku pikir ini miniatur pulau. No! Ini nyata lho. Subhanallah, lucu banget.

Perhatiin deh. Ini pulau bentuknya kaya naga lagi berenang.

Perhatiin deh. Ini pulau bentuknya kaya naga lagi berenang.

Lihat relief permukaan pulau ini. Curamnya bukan main. Mirip karpet kusut.

Lihat relief permukaan pulau ini. Curamnya bukan main. Mirip karpet kusut.

Ada kapal nelayan dan perkampungan kecil di pesisir pantai. Indah banget.

Ada kapal nelayan dan perkampungan kecil di pesisir pantai. Indah banget.

Ini dia boing yang nempel di sayap pesawat. Buntalan boing hahahaa

Ini dia boing yang nempel di sayap pesawat. Buntalan boing hahahaa

Peringatan untuk mengenakan lagi sabuk pengaman mulai berkumandang. Itu artinya kami sudah mau landing. Yeeeyyy…

Ini dia penampakan bandara Labuan Bajo. Mirip kantor kelurahan. TAPI ini bandara sementara, yang beneran lagi dibangun.

Ini dia penampakan bandara Labuan Bajo. Mirip kantor kelurahan. TAPI ini bandara sementara, yang beneran lagi dibangun.

Diliat dari dalam awak kabin, pasti matahari lagi cerah-cerahnya ni. Bisik-bisik lagi ke kulit tipis. Are you ready?

Naluri turis mulai mengalir sampai saraf motorik nih. Begitu turun bawaannya pengen foto-foto dan berfoto-foto haahhaa…

1 2 3 4 5. Nah Yassir mana? Lagi-lagi doi yang motret.

1 2 3 4 5. Nah Yassir mana? Lagi-lagi doi yang motret.

Tolong jatuhkan sorot mata kalian ke makhluk berkaos hitam paling kiri.

Tolong jatuhkan sorot mata kalian ke makhluk berkaos hitam paling kiri.

Itu muka riang gembira banget.

Itu muka riang gembira banget.

Baiklah, setelah selesai sesi foto-foto saat menuju baggage claim. Memang kentara banget kondisi bandara sementaranya. Sistem pengambilan bagasi gak seperti bandara udara pada umumnya. Benar-benar masih manual, dengan tenaga manusia, dengan tangan. Ruang tunggu bagasi juga gak lebih dari sebuah ruangan kosong miskin interior dan kursi. Jadi menunggu sambil berdiri.

Menunggu sambil berdiri.

Menunggu sambil berdiri.

Tapi kejenuhan bisa langsung teratasi. Ruang hampir kosong ini bisa jadi tempat foto-foto hehehe..

Berusaha ngikutin gaya komodo. Melet-melet gagal.

Berusaha ngikutin gaya komodo. Melet-melet gagal.

Luar biasa mirip.

Luar biasa mirip.

Rasa bosan mulai hilang dan bagasi siap diambil. Waktunya mengantri. Salut dengan penumpang pesawat yang mau menunggu dan antri dengan tertib. Termasuk kami tentunya ;)

Benar-benar manual.

Benar-benar manual.

Dengan hati-hati, bagasi ini diturunkan dari mini truck dan disambut tangan si pemilik yang mengantri rapih.

Dengan hati-hati, bagasi ini diturunkan dari mini truck dan disambut tangan si pemilik yang mengantri rapih.

Bagasi sudah ditangan masing-masing, termasuk koper jumboku. Saatnya keluar dari ruangan ini karena mas Chandra sudah menunggu di luar.

Wujud pintu keluar bandara Labuan Bajo. Aku yakin ini hanya untuk sementara.

Wujud pintu keluar bandara Labuan Bajo. Aku yakin ini hanya untuk sementara.

Siapa gerangan mas Chandra yang akan kita temui? Aku pasti cerita, tapi nanti. d(^_^)b

Category: #KomodoTrip
  • Zulfika Satria says:

    Penerbangan ini seru banget ya! hahaha kayaknya terbang sambil terus lihat pemandangan cuma ini deh. Biasanya aku tidur! :P Plus, kita duduk yang depannya kosong jadi bebas wara-wiri wuahahaha

    December 25, 2012 at 12:22 pm
  • ayu emiliandini says:

    Zulfika Satria :

    Penerbangan ini seru banget ya! hahaha kayaknya terbang sambil terus lihat pemandangan cuma ini deh. Biasanya aku tidur! Plus, kita duduk yang depannya kosong jadi bebas wara-wiri wuahahaha

    Bebas wara-wiri nya itu loh zul berasa pesawat pribadi. pramugarinya juga gak negur ahahhaaa… bener deh selama perjalanan gak ada meremnya sama sekali, melek terus ehheeh

    December 25, 2012 at 6:33 pm
  • johantectona says:

    eh iya ya, kenapa putu gendut banget? tanya kenapa? hahaha

    December 25, 2012 at 8:09 pm
  • ayu emiliandini says:

    putu agnia :

    Kenapa gue gendut amaaaaattttttt aaaaaaaaaa
    Haha kita lewatin gunung rinjani loh, keren bgt!

    Oitu namanya gunung rinjani… haahhaa gendut? kan habis kena panas teh jadi teteh mengembang huuuahahaaha

    December 25, 2012 at 11:43 pm
  • ayu emiliandini says:

    johantectona :

    eh iya ya, kenapa putu gendut banget? tanya kenapa? hahaha

    mari kita tanya Galileo Galilei hahaha

    December 25, 2012 at 11:45 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 4 plus 3?