Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Makan Siang di Treetop #5

Begitu sampai di pintu keluar, sudah ada mas Chandra yang menunggu dari tadi. Aku pikir mas Chandra ini bakal bawa-bawa kertas HVS bertuliskan Beswan Djarum atau Djarum atau apalah, ternyata mas-mas ini nenteng map plastik transparan dan tulisan DIVEMAG di dalam kertasnya. Yah, pantesan aja clingukan, kirain gak ada yang jemput.

Begitu ketemu mas Chandra, kami langsung menuju parkir mobil, gak jauh sih tapi belum apa-apa keringat sudah berpesta di muka bernyimak ini. Panasnya ruar binasa sodara-sodara, Surabaya mah lewat.

Sudah ada tiga mobil yang sudah menunggu kedatangan kami. Dua mobil toyota dan satu mobil angkot setempat. Satu mobil angkot ini khusus bagasi dan alat snorkelling yang langsung di angkut ke dalam boat. Boat? Masalah ini aku ceritakan nanti, sabar. Aku pikir begitu sampai di Labuan Bajo, kami langsung meluncur menuju boat. Ternyata oh ternyata salah lagi.

Dua mobil toyota ini yang akan mengantar kami makan siang di Treetop. Tempat apa itu? Nanti juga tau hahahaay. Satu mobil diisi tiga orang. Kebetulan aku satu mobil sama Wahyu, Zulfi, mas Chandra dan satu driver. Begitu masuk mobil ber-AC, lega luar biasa. Kayanya aku harus cepat beradaptasi sama cuaca di sini (keringat dingin). Mengingat selama ini aku tinggal di Bandung. Diantara kami berenam, aku lah bocah yang paling cepet keringatan.

Gak cuma ber-AC, mobil ini juga wangi. Aku sempat nanya ini wangi apa. Kata mas Chandra ini wangi vanila, sambil ditunjukin langsung batang-batang vanila kering yang diikat di ventilasi AC. Wah? Ini pertama kalinya aku lihat vanila. Aku pikir cuma varian rasa ice cream aja. Bentuknya seperti ranting kering warna cokelat tua kemerahan. Panjangnya sekitar 10 cm. Aroma terapi alami.

Sangking deketnya lokasi Treetop sama bandara, baru beberapa kali nafas udah nyampe aja.

Treetop tampak depan. Ternyata restaurant seafood. Cihuuuyy.

Treetop tampak depan. Ternyata restaurant seafood. Cihuuuyy.

Masih Treetop tampak depan. Dari jauh pasti udah keliatan deh kalo tulisannya gede-gede begini.

Masih Treetop tampak depan. Dari jauh pasti udah keliatan deh kalo tulisannya gede-gede begini.

Plang gantungnya juga ada.

Plang gantungnya juga ada.

Mulai dari exterior sampai interior, semua dominan terbuat dari kayu. Entah kayu jenis apa pokoknya kayu. Yang bikin unik nih, begitu masuk, malah langsung ketemu sama meja billiard. Lah?

Dari kiri ada driver (kaos hijau) dan mas Chandra (kaos biru). Tepat di depan mereka berdua adalah meja billiard.

Dari kiri ada driver (kaos hijau) dan mas Chandra (kaos biru). Tepat di depan mereka berdua adalah meja billiard.

Ini baru lantai dasar, aslinya kami makan di lantai dua. Begitu sampai di lantai atas, kami spontan memilih meja panjang (masih terbuat dari kayu) yang berhadapan langsung dengan kampung nelayan, pantai dan beberapa kepulauan membentang.

Ini ciyus. Lo mesti bilang WOW!

Ini ciyus. Lo mesti bilang WOW!

Ini cantik banget *mata berbinar-binar*.

Ini cantik banget *mata berbinar-binar*.

Kampung nelayan dan pelabuhan mini.

Kampung nelayan dan pelabuhan mini.

Video live report #KomodoTrip tetep lanjut.

Video live report #KomodoTrip tetep lanjut.

Heboh atur tempat duduk dan motret sana-sini, salah satu waitress yang nanyain pesanan minuman ampe dicuekin. Maaf ya mbak. Tapi gak lama-lama kok, berhubung udah haus jadi cepet-cepet pesen jus buah. Aku pesan jus pisang. Mungkin agak aneh. Ini juga kali pertama aku nyoba jus pisang. Begitu ngerasain, enak juga.

Jus pisang ala Treetop

Jus pisang ala Treetop

Tiba-tiba mas Chandra dateng lagi sambil bawa beberapa lembar formulir yang harus kami isi. Entah untuk apa formulir ini yang pasti harus diisi saat itu juga. Gak pake dibawa pulang. Ya kali dibawa ke Bandung.

Khusyuk banget ngisi formulirnya.

Khusyuk banget ngisi formulirnya.

Ujiannya gak boleh nyontek ya.

Ujiannya gak boleh nyontek ya.

Pasti nunggu giliran pinjem pulpen hehheee.

Pasti nunggu giliran pinjem pulpen hehheee.

Pake acara ngisi nomor kartu identitas pula. KTP mana KTP?

Pake acara ngisi nomor kartu identitas pula. KTP mana KTP?

Sambil menunggu formulir rampung, mas Chandra sedikit cerita kenapa beliau bisa sampai di Labuan Bajo.

Sambil menunggu formulir rampung, mas Chandra sedikit cerita kenapa beliau bisa sampai di Labuan Bajo.

Jadi, mas Chandra ini aslinya kelahiran Jakarta. Orang Jakarta. Passion nya di dunia travelling lah yang mengantar langkah mas Chandra bisa sampai di Labuan Bajo. Seingatku, mas Chandra ini juga punya saudara laki-laki yang hobi travelling. Saking senangnya, sampai keliling dunia. Ini yang bikin mas Chandra bingung. Udah pernah ke luar negeri tapi belum pernah keliling Indonesia. Dari sinilah niat awal sampai akhirnya terdampat di Flores ehehhe. Beliau sudah 5 tahun tinggal di Labuan Bajo. Hebat. Bisa betah.

Hubungan mas Chandra dengan #KomodoTrip ini apa?

Mas Chandra adalah perwakilan DIVEMAG yang mengatur semua tetek-bengek keperluan kami berenam selama menjalankan misi komodo (asik dah). Selama di Labuan Bajo, mas Chandra akan selalu mendamping kami.

Formulir selesai dan sesi perkenalan dengan mas Chandra juga sudah cukup akrab. Waktunya foto-foto lagi dong. Hhmm dasar turis domestik hahahaa..

Keceriaan di Treetop.

Keceriaan di Treetop.

Selesai sesi foto-foto dadakan. Waktunya makan siang. Begitu noleh ke belakang, waauuww berbagai masakan laut sudah awe-awe di atas meja. Semuanya ada, mulai dari ikan bakar ukuran jumbo, kerang laut , cumi-cumi sampai kepiting saus tiram. Daging ikannya manyus. Kepitingnya manis-manis maknyos. Walaupun sempet galau karena rahangku kadang-kadang masih suka gemeretak kalo ngunyah terlalu kuat. Begitu tang penghancur cangkang kepiting datang, sikat!. Ini nih yang unik sendiri, si kerang laut. Bentuknya gak jauh beda dari kerang pada umumnya. Kerang jenis remis. Tapi begitu dikunyah, rasa air lautnya masih kerasa sampai kuping. Mendadak berasa kelelep di air laut hahaha emang lebay tapi setiap orang yang nyobain, pasti komentarnya sama. Termasuk aku.

Aslinya meja makan lebih meriah setelah sesi foto ini hehehe.

Aslinya meja makan lebih meriah setelah sesi foto ini hehehe.

Okey. Makan siang selesai dan waktunya untuk ekspedisi pertama. Kemana? Ke tempat dimana hatinya Yassir tercinca-cica ahaaayy. Tapi sebelum berangkat, foto dulu dong sama wajah Treetop.

say cheese.

say cheese.

Aku dan Treetop.

Aku dan Treetop.

Alright!!! Dua mobil toyota beserta driver sudah menunggu untuk ekspedisi pertama. Mau kemana sih? Iya deh aku kasih tau. Kami mau ke wisata air terjun Cinca Rami. Waktu berangkat, cuaca cerah-cerah aja. Berhubung saat itu bulan november, semoga aja hujan gak turun.

Keep stay tune on #KomodoTrip Rrraaawwwrrr…

Category: #KomodoTrip
  • putu agnia says:

    Bang Chandra itu dari CNDive beb..
    jadi kalo diulur-ulur benangnya, ceritanya gini :
    Djarum foundation ngorder ke Mba Irma and the genk (redbuzz), kemudian redbuzz ke divemag, divemag ke CNDive.

    Jadi kita udah bukan barang second lagi, udah tangan keempat *hiishh dikira jualan mobil apa!* haha

    ini jg tau gara2 insiden mau diving tapi batal huhu

    January 2, 2013 at 8:12 am
  • ayu says:

    putu agnia :

    Bang Chandra itu dari CNDive beb..
    jadi kalo diulur-ulur benangnya, ceritanya gini :
    Djarum foundation ngorder ke Mba Irma and the genk (redbuzz), kemudian redbuzz ke divemag, divemag ke CNDive.
    Jadi kita udah bukan barang second lagi, udah tangan keempat *hiishh dikira jualan mobil apa!* haha
    ini jg tau gara2 insiden mau diving tapi batal huhu

    wahaaaha gitu ya teh. panjang juga ya… tapi itu divingnya meni ngenes yah teh. cabal eeaaa hahahaa. yang penting snorkelling pertama di pink beach ama bayi2 27 nan kece sepanjang segala abad ahahaha

    January 2, 2013 at 9:25 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is that thing with fingers at the end of your arm (one word)?