Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Manta #31

Setelah puas main-main air, akhirnya boat kembali berlayar menuju Karang Makasar tempat para Manta berenang. Selama perjalanan kami bertanya ini itu kepada bang Syarif. Kata bang Syarif, Manta dewasa itu punya lebar tubuh membentang sampai 4 meter. Wah!!! Lebar badannya 4 meter. Lebar banget dong.  Jelas aja lebar, karena ikan ini sejenis ikan pari laut.

Continue reading

Penulis?

Dan pada akhirnya berbagai jenis pikiran membombandir seisi blog. Kemudian aku disebut-sebut penulis. Maaf, tapi aku gak merasa demikian.

Semua bisa menulis. Buktinya? Lihat berapa banyak pemilik akun twitter. Berapa banyak pemilik aku blog. Berapa banyak buku di etalase toko buku. Jadi analoginya, semua orang adalah penulis. Jadi? Apa bedanya aku dengan kalian. Dengan manusia pada umumnya

Genre

Masalah genre tulisan aku gak pernah milih atau menentukan. Apa yah? Refleks. Setiap kali aku menulis maka yang tertulis sudah berbentuk narasi. Dari bahasa, banyak yang bilang bahasa penulisanku seperti novel. Memang aku terbiasa dengan bacaan novel. Entah disebut apa genre tulisanku ini. Sejauh yang aku tau hanya narasi. Ya, narasi. Karena aku terbiasa dengan setting.

Blog

Berjalannya waktu. Aku masih tetap menulis. Laporan praktikum dan tugas besar mata kuliah perencanaan. Mata kuliah sulap, bagaimana caranya meramalkan pertumbuhan penduduk sampai puluhan tahun kedepan? Memang masih menulis, tapi gak lagi tentang keluh kesah. Pola pikir mengalami banyak perubahan. Berkembang pesat. Karena aku juga sudah cukup lama keluar dari rumah. Aku kuliah di luar kota.

Continue reading

Meng-Gili Lawa-Tawa #28

Ada yang spesial nih. Apaan tuh? Yang pasti bukan nasi goreng pake telor, tapi ini sunset pake tracking ke puncak bukit Gili Lawa. Wow! Habis main air, berbasah-basah keringat lagi demi mengejar momen sunset. Selama ini kami sudah sering banget tracking, tiap hari malah. Nah! Apa bedanya sama tracking kali ini? Aku juga penasaran, ihiiiyyy… Pantengin aja terus deh cerita aku hehheee..

Continue reading

Membeku

Barusan ada yang lewat di kepala. Dua istilah yang aku rasa punya kesamaan makna namun berbeda konotasi. Mengkristal dan membatu. Analoginya sama-sama berubah wujud menjadi padat, tapi pasti dua istilah ini punya konotasi yang berbeda. Menurutku kristal itu wujuh zat yang membeku namun memiliki nilai yang sangat tinggi, punya bentuk yang indah dan diinginkan banyak orang. Kalau batu? Apa bedanya dengan batu bata? Batu kerikil?

Continue reading