Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Senam Pagi #12

Jalan setapak menuntun kami ke sebuah sekolah dasar. Aku pikir sebentar lagi akan ada pemandangan bocah-bocah aktif yang duduk manis di bangku sambil menggerak-gerakkan pensil atau pulpennya. Ternyata aku salah. Mereka sudah berkumpul, berbaris rapih di lapangan sekolah. Upacara? Kayanya saat itu bukan hari senin. Tapi ada sound system dan ada beberapa siswa yang menggunakan pakaian olah raga. Oh ya senam pagi.

Ragu waktu mau melangkah masuk. Takut kehadiran kami akan mengganggu jalannya senam. Walaupun benar adanya kami datang sebagai pengganggu ahahaha.

Beginilah ekspresi mereka ketika kami datang. Kok bengong?

Beginilah ekspresi mereka ketika kami datang. Kok bengong?

Mereka bengong aku jadi ikutan bengong. Sebagian dari kami ada yang dadah-dadah sambil say hi. Beberapa ada yang balas menyapa, selebihnya masih bengong. Ada yang malu-malu. Ini dia rici khas bocah pada umumnya. Beda banget sama jaman aku bocah, diem anteng begini kalo pegang balon ama makanan aja haahahaaa..

Say hi sambil malu-malu.

Say hi sambil malu-malu.

Kemudian kacamata stereoku bertingkah. Persiapan senam belum ready. Nampak beberapa guru sibuk wara-wiri. Konsentrasi siswa sudah pecah ketika kami datang bawa camera berbagai ukuran dan handycam.

Sumber listri untuk sound system ternyata menggunakan jenset.

Sumber listri untuk sound system ternyata menggunakan jenset.

Kemudian aku menemukan something WOW.

Sudah pake leptop. Ajigile. Musik dan contoh gerakan semua ada di leptop ini.

Sudah pake leptop. Ajigile. Musik dan contoh gerakan semua ada di leptop ini.

Keren juga ni SD yah. Salut.

Kemudian musik mengalun. Gerakan dasar mulai menghangatkan suhu tubuh yang udah keburu terbakar sama sinar matahari yang hhmmm… Kasarnya mah artis sejenis Syahrini gak akan sanggup berdiri lama-lama di desa ini. Pasti make up berikut lem bulu mata badainya bakal meleleh semua. Kebayang kan betapa panasnya tempat ini. Aku sampai bingung mau pake istilah apa hahaha pake perumpamaan Syahrini aja deh, biar cetar gledeg!

satu... dua.. tiga... empat... hap hap

satu... dua.. tiga... empat... hap hap

Yihaa itu gerakan mana yang bener hayoo...

Yihaa itu gerakan mana yang bener hayoo...

Haiisshh... Yassir memang luar biasa (suara Ariel)

Haiisshh... Yassir memang luar biasa (suara Ariel)

Kemudian aku sadar beberapa hal dari kelincahan bocah-bocah ini. Mulai dari seragam. Ada yang pake seragam putih merah, seragam olah raga dan seragam pramuka. Kemudian alas kaki. Ada yang pake sepatu lengkap dengan kaos kaki. Ada yang pakai sepatu sandal. Bahkan ada beberapa yang bertelanjang kaki. Tapi semangatnnya luar biasa. Sudah gak perduli lagi bagaimana bentuk seragam sekolah mereka. Yang penting datang ke sekolah dan belajar. Kalau aku membandingkan kondisi dengan apa yang aku lihat di ibu kota sana. Sudah lah, gak patut untuk disamakan.

Tanpa baju seragam pun, gadis mungil ini tetap semangat belajar di sekolah.

Tanpa baju seragam pun, gadis mungil ini tetap semangat belajar di sekolah.

Aku jadi jauh bersyukur. Aku beruntung. Dari berbagai hal aku sudah jauh lebih beruntung. Hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan kuat-kuat. Ini saatnya introspeksi diri dengan apa yang sudah aku dapat selama ini.

Satu hal lagi. Mau bagaimana pun kondisinya, aku gak berbeda dengan mereka. Sama-sama makan nasi. Sama-sama anak Indonesia. Sama. Jadi, aku ngapain berdiri bengong di sini. Mending ikut mereka senam sambil bersenang-senang.

satu.. dua.. kanan.. kiri... yeah... keringatan!

satu.. dua.. kanan.. kiri... yeah... keringatan!

Bahkan reporter kami rela makan gaji buta untuk ikutan goyang.

Bahkan reporter kami rela makan gaji buta untuk ikutan goyang.

Ternyata barisan di belakang sana gak tahan lihat camera saat salah satu dari kami mendekat dengan camera raksasa.

Ternyata barisan di belakang sana gak tahan lihat camera saat salah satu dari kami mendekat dengan camera raksasa.

Dan ada cerita mengharukan disini. Ini tentang teman kami Bedul yang punya nama asli Faisal Abdulah (trus lupa lagi kepanjangannya apa). Bedul iseng-iseng ngajak ngobrol salah satu siswa yang lagi senam. Kenapa siswa ini yang dipilih Bedul? Ya karena posisi bocah ini baris tepat di depan Bedul.

“Hai ade, namanya siapa?”

“Faisal.”

Ternyata selama ini Bedul punya adik yang terpisah ribuan kilometer jauhnya. Dari sinilah tali kasih yang terputus sekian lama menyatu kembali.

Bedul dan Faisal.

Bedul dan Faisal.

Senyum manis Bedul kecil.

Senyum manis Bedul kecil.

Semangat Bedul kecil di senam jumat pagi.

Semangat Bedul kecil di senam jumat pagi.

Sesi senam sudah berakhir. Saatnya merapikan barisan. Tapi aku rasa, gak akan rapih jadinya kalau ketambahan penyu Pulau Rinca di tengah-tengah barisan haahhaa….

Ada selundupan di barisan belakang tuh Pak...

Ada selundupan di barisan belakang tuh Pak...

Kalo aku selundupan di barisan paling kiri ahhaha

Kalo aku selundupan di barisan paling kiri ahhaha

Nah! Nah! Udah makan gaji buta, nyelundup di barisan belakang, sekarang malah ngusilin Bedul mini. Untung si Faisal tetep stay cool.

Nah! Nah! Udah makan gaji buta, nyelundup di barisan belakang, sekarang malah ngusilin Bedul mini. Untung si Faisal tetep stay cool.

Beginilah kekacauan yang kami buat. Tapi bukan berarti kami hanya ikut bersenang-senang selama senam pagi berlangsung. Kami juga diam-diam melihat bagaimana kondisi kelas yang mereka gunakan untuk belajar. Tapi aku gak akan cerita di posting ini. Trus dimana? Ikutin aja dulu yah.

Komodo Trip….. Rrraawwrrr…

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?