Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Operasi Semut di Pantai Rinca #14

Ya jumat bersih. Setiap hari jumat akan diadakan bersih-bersih.

Kembali berbaris rapih setelah sempat berantakan karena gerakan senam kesana-kemari. Belum lagi mereka yang terlampau semangat. Mana tau sudah bergeser jauh ke barisan lain hehehe dasar bocah.

Instruksi para guru membagi siswa-siswi dalam dua kelompok. Kelompok pertama bertugas membersihkan persisir pantai dari sampah sedangkan kelompok lain membersihkan pekarangan belakang sekolah. Aku lupa bagaimana pembagiannya, yang pasti ada dua kelompok disini. Kami mengikuti kelompok bersih-bersih pantai.

Jadi ingat waktu aku SD. Gedung sekolahku dulu juga dekat dengan pantai. Tak sedekat ini. Masih harus jalan sekitar 10 meter lalu bertemula dengan bibir pantai. Kadang kalau sudah jenuh dengan materi pelajaran olah raga yang itu-itu saja, Pak Edi (guru olah raga jaman SD) sering mengajak bermain di pantai. Bedanya, aku belum pernah merasakan bersih-bersih pantai dari sampah. Pantai tempatku bermain bersama teman-teman sekelas bukan pantai yang dibuka umum, jadi kebersihannya sudah pasti sudah ada yang bertanggungjawab.

Aku dan pantai dekat sekolah di Balikpapan. Ini foto tahun 2010 lalu, jadul.

Aku dan pantai dekat sekolah di Balikpapan. Ini foto tahun 2010 lalu, jadul.

Tapi kali ini aku bisa ikut mereka untuk operasi semut di pesisir pantai. Asik!! Langsung capcus cyiin.

Operasi semut.

Operasi semut.

Waw. Lihat mereka semangat banget.

Waw. Lihat mereka semangat banget.

Pungut sampahnya.

Pungut sampahnya.

Ciat!! Siapa berani lawan aku. Pitung Rinca.

Ciat!! Siapa berani lawan aku. Pitung Rinca.

Senyumnya malu-malu gitu ehehhehe

Senyumnya malu-malu gitu ehehhehe

Lihat apa yang mereka pegang. Mulai dari sampah organik sampai sampah plastik cukup mengotori pantai mereka.

Lihat apa yang mereka pegang. Mulai dari sampah organik sampai sampah plastik cukup mengotori pantai mereka.

Yup! Kumpulkan sampahnya di satu titik.

Yup! Kumpulkan sampahnya di satu titik.

Satu hal yang sangat disayangkan adalah kurangnya bimbingan dari guru-guru mereka. Segala hal yang menurut mereka mengotori pantai, tanpa pikir panjang langsung dipungut. Padahal ada dua jenis sampah yang aku lihat di ekosistem pesisir ini. Sampah organik dan sampah plastik.

Sampah organik, sebagian besar adalah patahan daun lamun yang terbawa oleh arus air. Ketika air laut surut, patahan daun lamun menjadi berserakan di pantai. Padahal daun-daun ini gak harus dipungut. Biarkan saja toh nanti juga akan terurai dengan sendirinya. Alamiah.

Sampah yang lain adalah plastik. Sudah ada kegiatan manusia di pesisir maka timbulan sampah plastik pun menjadi tak terelakkan. Sampah seperti inilah yang harus dipungut dan dikumpulkan.

Oya! Satu hal lagi. Aku belum melihat ada sistem manajemen persampahan di desa ini. Gak ada TPS (Tempat Penampungan Sementara) apa lagi TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Wajar kalau sebagian besar warga mengolah sampah plastik dengan cara membakarnya. Dengan dibakar toh sampah ini akan lenyap dan selesai lah perkara. Ya, itu pikiran mereka. Sebenarnya materi itu gak akan pernah hilang. Yang ada hanya berpindah tempat atau berubah wujud. Seperti sampah plastik ini, berubah wujud jadi polutan gas dari sisa hasil pembakaran ala kadarnya.

Sayang sekali. Padahal ekosistem pesisir ini masih sangat alami. Sayang kalau rusak karena sampah. Gak indah lagi nanti. Ini cukup meresahkan. Hhhmmm…

Tapi lamunanku tentang sampah tiba-tiba pecah ketika melihat fenomena menakjubkan ini. Bahkan mereka menganggap patahan dahan pohon adalah sampah yang harus diangkut ahahhaa…

1.. 2.. 3.. angkaattt!!!!!

1.. 2.. 3.. angkaattt!!!!!

Polosnya bocah-bocah ini heheheee…

Masih ingat dengan sumur air payau kan? Ya, itu janji bang Syarif dan kami akan mengunjungi tempat itu. Tracking sedikit lah, tanjakannya juga hanya sedikit. Apa benar airnya payau? Aku berniat untuk mencoba langsung. This curious was killing me inside! Aaarrrgghhh!!

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 2 multiplied by 3?