Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Next #16

Dermaga Pasir Panjang nyaris rata. Sama seperti pesisir pulau yang sudah-sudah. Boat berenang memecah ketenangan air laut. Ini yang paling aku suka. Setiap kali boat berlayar, seperti menabrak fluida angin yang mati suri. Ketika boat berhenti, jangan harap akan ada angin sepoi-sepoi seperti di pantai pada umumnya. Aku pun gak paham kenapa ada laut dengan angin seminim ini.

Sambil menikmati pemandangan membentang di depan boat, kami berenam memutuskan untuk duduk santai di atap boat. Gak akan kepanasan, karena kami berteduh di atap yang sedikit menjorok keluar. Atap yang menutupi ruang kemudi kapten Yohanes MV III ini.

Selama ada angin, panasnya udara di permukaan air laut ini akan sedikit berkurang. Entahlah mungkin ikut terbang bersama tamparan angin yang dipecah boat selama melaju. Selama angin masih ada, itu artinya si kulit tipis masih bisa bernafas lega. Hhhuuuffttt….

Aku sudah pernah cerita tentang kejutan-kejutan kecil yang hadir sembari menemani perjalanan kami kan? Baiklah, aku sedikit merreview. Kejutan pertama, saat bang Syarif tiba-tiba muncul bersama pisang goreng flores. kejuta kedua, saat makan malam yang ternyata standar menu hotel. Masihfresh di ingatanku gimana kenyangnya potongan balok daging ikan Giant Trapuli walau dimakan tanpa nasi. Sumber karbohidrat hanya dari kentang goreng, tapi itu sudah bikin perut penuh.

Kejutan ketiga?

Mangga Flores. Yeah! Aku? yeyy ini aku yang motret hehehee

Mangga Flores. Yeah! Aku? yeyy ini aku yang motret hehehee

Gantian Zulfi yang motret hehehe

Gantian Zulfi yang motret hehehe

Aku lupa waktu itu mangga manis yang katanya dari flores ini datang sama siapa hahaa.. Tapi bener-bener maknyus deh. Udara panas terik pake silau begini, sambil menikmati pukulan tanpa bayangan angin (akibat gaya gesek permukaan boat dengan udara di permukaan air laut) , dan ditemani daging buah mangga yang manis banget. Manis. Seger. Mantep!
Hebatnya mangga flores bisa bikin wajah mereka riang gembira seperti ini.

Hebatnya mangga flores bisa bikin wajah mereka riang gembira seperti ini.

Nah! Itu yang pake kacamata hitam di samping kiri teh Putu. Siapa dia?

Nah! Itu yang pake kacamata hitam di samping kiri teh Putu. Siapa dia?

Alright! Masih ingat tentang empat orang awak kapal yang setia menemani perjalanan #KomodoTrip kami? Sejauh ini aku baru cerita tentang bang Syarif si tour guide dan bang Bahar si chef yang suka diam-diam menenggelamkan hahaha..

Kali ini aku mau memperkenalkan satu lagi awak kapal yang memegang peranan penting dalam perjalanan kami. Peranan penting? Ya iya lah, beliau adalah kapten di Yohanes MV III ini. Namanya bang Manto. Sebenarnya selama kami nongkrong di depan kaca, bang Manto ada di dalam dan menyaksikan semua kehebohan turis domestik yang satu ini haahhaa…

Sejauh yang aku tau tentang bang Manto. Beliau ini sudah puluhan tahun bekerja sebagai pengendara boat seukuran Yohanes MV III yang kami tumpangi saat itu. Tapi uniknya, bang Manto ini justru punya basic pendidikan di bidang masak-memasak. Lah! Kok bisa? Entah bagaimana ceritanya, sekarang malah jadi kapten boat. Hehehe…

Untuk bisa mengendarai boat, bang Manto belajar otodidak lho. Sebenarnya ada pendidikan khusus untuk bisa berlayar membawa boat, namun sayangnya, pendidikan berlayar itu membutuhkan biaya yang cukup besar.That’s why bang Manto lebih memilih untuk belajar otodidak. Toh mau bagaimanapun cara belajarnya, ujung-ujungnya juga sama kan. Bisa mengendarai boat.

Jadi total awak kapal yang sudah aku perkenalkan ada tiga. Bang Syarif, bang Bahar dan bang Manto. Satu lagi? Nanti dulu. Tunggu timing yang pas, baru deh aku cerita hehehe..

Finally, bang Manto kami jadikan korban yang harus mendukung ritual kami. Apa lagi kalau bukan foto-foto full team seperti ini.

Finally, bang Manto kami jadikan korban yang harus mendukung ritual kami. Apa lagi kalau bukan foto-foto full team seperti ini.

Tadi aku sedikit membahas tentang air laut yang tenang. Pernah liat air laut yang tenang tanpa ombak? Bahkan aku sempat bingung, ini beneran laut atau danau. Kemudian otak kecilku sedikit berputar, lagi. Kawasan laut yang minim akan pergerakan udara (angin) dan permukaan air laut yang tenang. Sepertinya ada keterkaitan diantara dua fenomena ini. Hhmm bisa jadi. Tapi kenapa bisa demikian? Bukannya laut itu gak pernah lepas dengan angin dan ombak? Baiklah, lagi-lagi aku dibuat penasaran dengan alam ini.

Biru langit. Biru laut. Gersangnya punuk pulau di depan sana.

Biru langit. Biru laut. Gersangnya punuk pulau di depan sana.

Eh! Ternyata gak semua bagian pulau ini gersang. Itu ada yang hijau-hijau segar di bagian tepi. Bakau?

Eh! Ternyata gak semua bagian pulau ini gersang. Itu ada yang hijau-hijau segar di bagian tepi. Bakau?

Coba perhatikan refleksi di air laut. Saking tenangnya air, bayangan yang terbentuk bisa sejelas itu. Cantik banget.

Coba perhatikan refleksi di air laut. Saking tenangnya air, bayangan yang terbentuk bisa sejelas itu. Cantik banget.

Ini pemandangan dari buritan boat. Jadi ada perahu kecil yang diikat di bagian belakang boat. Fungsinya apa ya?

Ini pemandangan dari buritan boat. Jadi ada perahu kecil yang diikat di bagian belakang boat. Fungsinya apa ya?

Semakin dekat. Ternyata memang itu ada parisan pohon bakau di bagian tepi pulau.

Semakin dekat. Ternyata memang itu ada barisan pohon bakau di bagian tepi pulau.

Dul, tolong fotoin dong.

Dul, tolong fotoin dong.

Makasih Bedul.

Makasih Bedul.

Mereka juga pengen berpose dengan latar pulau kering tapi subur dibagian tepi ini.

Mereka juga pengen berpose dengan latar pulau kering tapi subur dibagian tepi ini.

Ini kura-kura ninja ngapain action di ruang kemudi?

Ini kura-kura ninja ngapain action di ruang kemudi?

Gak lama kemudian mesin boat berhenti. Padahal boat sama sekali gak menepi ke tepi pulau seperti yang terjadi saat merapat di dermaga Desa Pasir Panjang tadi pagi. Apa yang akan kami lakukan?

Kata bang Syarif kami akan ke sana?

Kata bang Syarif kami akan ke sana?

Kalau mesin boat sudah dipadamkan dan jangkar sudah mulai diturunkan. Itu artinya boat dalam keadaan parkir. Untuk sampai ke dermaga itu? Ya pakai perahu mungil yang terikat di buritan boat.

Next mission in Komodo Trip. Welcome to Loh Buaya. Buaya? Bakal ada buaya disana?
Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 4 plus 2?