Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Loh Buaya #17

Sampailah kami pada misi ketiga. Setelah ekspedisi air terjun Cinca rami dan kunjungan pesisir Rinca, Desa Pasir Panjang. Untuk pertama kalinya kami akan melihat langsung makhluk ajaib yang jadi bagian dari keajaiban dunia. Kadal raksasa yang hanya hidup di kawasan taman nasional ini. Komodo.

Namanya Loh Buaya. Aku pun gak ngerti, kenapa harus dengan nama Buaya sedangkan hanya ada komodo di dalamnya. Istilah Loh pada kawasan ini artinya adalah cekungan sisi pulau yang menjorok ke dalam. Lawan katanya tanjung. Kalau buaya? Entah lah. Untuk kali ini aku gak tau dan gak penasaran. Jadi aku gak akan cari tau lebih lanjut ahahhaa..

Selamat datang di Loh Buaya

Selamat datang di Loh Buaya

Untuk sampai ke sana kami harus menggunakan sekoci mini ini. Aku pernah naik sekoci bermesin diesel seperti itu. Tapi aku gak begitu menikmati, soalnya sekoci dikendarai dengan kecepatan tinggi. Udah deh kebut-kebutan pake mobil waktu pulang pergi dari Cinca Rami aja. Masa iya mabok dua kali ckckck… Kalau sekoci ini bakal ngebut juga gak ya. Yah gimana ntar deh. Sekarang ritual dulu.

Naik sekoci. Yeah

Naik sekoci. Yeah

Mendarat di dermaga Loh Buaya.

Mendarat di dermaga Loh Buaya.

Jalan menuju pintu masuk Loh Buaya

Jalan menuju pintu masuk Loh Buaya

Aku di jalan pintu masuk. Pose rusuh

Aku di jalan pintu masuk. Pose rusuh

Dan rusuh bersama.

Dan rusuh bersama.

Yeah. Kedatangan kami di sambut oleh warga setempat yang ternyata berperan sebagai ranger komodo. Yah, ini bahasa keren dari pawang komodo heehhe.. tapi emang beneran keren juga pake istilah go go power ranger.

Ada yang menarik dari para ranger ini. Apa? Tongkat panjang sekitar 1,5 meter dengan ujung bercayang dua seperti huruf “Y” yang gak pernah lepas dari tangan mereka. Ya, tongkat itu adalah senjata ampuh untuk melindungi diri dari serangan komodo yang suka mendadak aktif. Pergerakan komodo ini jangan dianggap sepele. Langkahnya yang lebar, kalau berlari bisa menjapai kecepatan 20-30 km/jam. Udah kaya sepeda motor deh.

Cabang di ujung tongkat berfungsi untuk menjepit leher komodo hingga berhenti menyerang. Jangan salah lho, air liur kadal raksasa ini sangat beracun. Ular punya bisa, buaya punya rahang dan gigi super, nah komodo punya air liur yang mematikan. Kalau sudah begini, setiap pengunjung harus didampingi oleh ranger Loh Buaya macam mas Budi ini heehhe.

Kali ini kami bertujuh karena bang Syarif juga ikutan turun dari boat. Mungkin dia juga penasaran sama yang namanya komodo. Atau bisa jadi mau kangen-kangenan sama temen lama haahhaa… Yang pasti bang Syarif yang awalnya diem-diem menghanyutkan eehhh ternyata kocak juga ni manusia. Gombalan ala-ala komodo mendadak muncul selama ekspedisi Loh Buaya ini. Aslinya keluar deh hahhaa..

Kami bertujuh ditemani oleh dua ranger, yaitu mas Budi dan seorang lagi aku lupa siapa namanya. Entah aku yang lupa atau aku yang gak nanya siapa namanya. Soalnya partner mas Budi ini cukup pendiam. Gak kayak mas Budi yang sidah pam pam cuap sejak kedatangan kami di pintu masuk. FYI, mas Budi ini aslinya dari Solo. Nah! Kok bisa nangkring di Loh Buaya? Gak ngerti juga deh. Tiap ditanya, mas Budi selalu ngelawak. Alhasil ekspedisi Loh Buaya ini akan lebih menyenangkan karena tracking sambil ngakak ahahha.

Dari pintu masuk kami berjalan sekitar puluhan meter untuk sampai ke area pengunjung. Selama perjalanan aku bisa lihat hutan bakau kecil yang tadi menarik perhatian mataku. Memang benar ini pohon bakau yang subur-subur banget. Tapi selain hutan bakau yang masih lebat, pemandangan kering juga terbentang seantero Loh Buaya. Rindang dan kering bertautan seperti ini. Gak percaya?

Noleh ke kanan, ada hutan bakau mini. Seneng rasanya ngeliat ekosistem masih asri seperti ini

Noleh ke kanan, ada hutan bakau mini. Seneng rasanya ngeliat ekosistem masih asri seperti ini

Begitu noleh ke kanan. Jeng.. jeng.. Ada rumput ilalang kering kerontang.

Begitu noleh ke kanan. Jeng.. jeng.. Ada rumput ilalang kering kerontang.

Selama perjalanan, aku juga banyak melihat plang berisi peringatan-peringatan yang berisi kehati-hatian dan beberapa larangan yang tidak boleh di langgar oleh pengunjung Loh Buaya.

Dilarang memberi makan komodo dan tongkat ranger berbentuk huruf “Y”.

Dilarang memberi makan komodo dan tongkat ranger berbentuk huruf “Y”.

Betul! Kelestarian komodo ada di tangan kami (re:manusia).

Betul! Kelestarian komodo ada di tangan kami (re:manusia).

Buktikan kalau kami mampu!

Buktikan kalau kami mampu!

Setelah pintu masuk di dermaga, ternyata ada gerbang pintu masuk yang langsung di sambut dua ekor komodo sekaligus. Yang paling seru nih, komodonya berdiri dengan dua kaki belakang. Idiih aku mah gak boong. Nih liat aja kali gak percaya.

Tuh kan bener komodonya berdiri pake dua kaki belakang heeheh

Tuh kan bener komodonya berdiri pake dua kaki belakang heeheh

Member of Komodo trip.

Member of Komodo trip.

Dan ada pemandangan luar biasa setelah kami melewati gerbang komodo berdiri ini. Yang pasti, ini Indonesia men. Made in Indonesia asli.

Ini Indonesia. Bukan Afrika atau Florida heehehe.

Ini Indonesia. Bukan Afrika atau Florida heehehe.

Awalnya masih gak percaya. Kaya mimpi aku bisa nginjek kawasan asing bin indah ini. Tapi aku yakin gak lagi mimpi kok. Nih buktinya.

Komodo National Park

Komodo National Park

Resort Loh Buaya

Resort Loh Buaya

Kemudian deretan tulang-belulang dan tengkorang bertanduk ini bikin aku bengong. Ini apa? Kata mas Budi, ini adalah tengorak para korban komodo. Mulai dari kerbau hingga monyet. Wah?!! Kok horror?

korban komodo

korban komodo

Ini cuman iseng belaka. Bukan karena kami calon korban berikutnya. Tidak!!!!!!!

Ini cuman iseng belaka. Bukan karena kami calon korban berikutnya. Tidak!!!!!!!

Selesailah sesi merinding gara-gara tengkorak horror ini. Sekarang saatnya mendengarkan pengarahan dari mas Budi. Mulai dari track yang akan kami lalui hingga beberapa larangan yang gak boleh dilakukan pengunjung. Untuk track, ada tiga jalur di sini. Jalur pendek, sedang dan jauh.

Awalnya pengen jalur pendek, tapi setelah dipikir-pikir pilihan jatuh di jalur sedang dengan sedikit modivikasi. Jalur sedang tapi belok sedikit. Karena di akhir tracking, mas Budi mau kasih kejutan. Kejutan lagi? Biasanya kejutan datang dari awak kapal, sekarang datang dari ranger komodo. Siap!!

Ini mas Budi yang lagi ngasih pengarahan tentang jalur tracking.

Ini mas Budi yang lagi ngasih pengarahan tentang jalur tracking.

Nah, mas-mas yang beropi itu adalah partner mas Budi. Live report kali ini aku yang rekam dan Bedul nampak gak sabar pengen cepet-cepet tracking kayaknya.

Nah, mas-mas yang beropi itu adalah partner mas Budi. Live report kali ini aku yang rekam dan Bedul nampak gak sabar pengen cepet-cepet tracking kayaknya.

Beberapa larangan yang gak boleh dilakukan pengunjung lumayan banyak lho, jadi harus benar-benar diingat. Pertama, gak boleh berlari-lari. Cukup dengan berjalan dengan tenang serta ikuti instruksi ranger. Kedua, jangan menggerak-gerakkan tangan seperti mengayun-ayun cepat. Itu bisa menarik perhatian komodo. Mengusik penglihatannya. Ketiga, dilarang berteriak-teriak, sebisa mungkin bicara secukupnya dan kalau bisa diam. Dan yang terakhir adalah larangan untuk pengunjung wanita yang sedang datang bulan. Yeah! Kalian pasti paham bagaimana akibatnya. Penciuman komodo ini sangat tajam. Apa lagi bau darah. Komodo hewan karnivora.

Sebelum melakukan ekspedisi Loh Buaya. Kami berdoa dulu. Bismillahirohmanirrohim.

Komodo Trip Rrraawwwrrr…

Komodo Trip Rrraawwwrrr…

Bagaimana cerita selanjutnya? Berapa ekor komodo yang akan kami temukan? Kasih tau gak yah???? hahahaha

Category: #KomodoTrip
  • Yassir says:

    Setiap baca postinganmu ini pasti aku buka2 file foto lagi. Ngangenin ah!

    January 9, 2013 at 9:34 am
  • ayu emiliandini says:

    Yassir :

    Setiap baca postinganmu ini pasti aku buka2 file foto lagi. Ngangenin ah!

    Hahahah bener-bener… aku juga pas ngedit sampe upload di fb trs copy link ke blog juga jadi sering flashback hehehe… apa lagi eluu yang sempet ngilang di sosmed wahai abang yassir ahahha

    January 9, 2013 at 11:36 am
  • Pingback/Trackback

    Babercue #22 « Kaca Mata Saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?