Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Bukit Mi’un #19

Liat komodo? Udah. Liat pohon palem ajaib? Udah. Terus? Yah, sekarang waktunya mas Budi menepati janjinya. Itu lho tentang kejutan di akhir tracking kami kali ini. Kaki masih terus gerak jalan lincah ke depan. Penasaran? Pasti! Track makin kerasa panjang karena gak nyampe-nyampe. Lihat kanan-kiri udah gak keliatan lagi satwa setempat mulai dari komodo, burung gosong, atau kerbau. Gak ada sama sekali, cuma pohon-pohon dan ilalang yang sekarat karena kering.

Kita akan naik ke sana. Wow!

Kalau gini ceritanya, kekuatan betis bener-bener diuji. Aku jadi penasaran, pasti betisnya mas Budi udah lebih mantep dari singkong deh hahahaha… Tapi gimana bentuk betis mas Budi mah gak bisa dilihat mata telanjang? Lho, gaib? Bukan! Mas Budi pake celana panjang dan sepatu boot tinggi.

Dikala mendaki pun kami tetep ceria, walau gak ada yang tau kan kalau matahari saat itu panasnya ruar binasa heehhee

Wait a minute!!! Ada apaan tuh di belakang kami? Begitu aku putar kepala, mau tau apa yang aku temukan?

Subhanallah cantik banget. Ini pernaduan antara savana kering dan titik-titik hijau dari pohon segar.

Pohon yang hijau itu seperti bermunculan dari padang rumput kering. Lucu ya?

Bukit lengkap dengan lembahnya yang tertutup awan jadi lebih teduh.

Kayak di gurun yah

Dan sampai lah kami di puncak bukit Mi’un.

Cantik banget. Hei!! itu boat kami terlihat dari sini.

Lanscape dari puncak bukit.

Ilalang kering dan keindahannya.

Kalau sudah begini, apa yang kami lakukan? Rituaaaaaalllll… Hap! Hap! Ambil camera.

Dapatkah anda menemukan perbedaan dalam ketiga gambar ini?

Temukan persamaan pada gambar diatas. Ini bikin ngakak.

Bedul, Yassir, Zulfi dan aku sudah belingsatan loncat-loncat seperti kutu loncat, tapi lihat dua makhluk di samping kananku ini. Menyebalkaaaannn hahahahaaa…. Foto ini bikin kami ngakak begitu sampai di boat. Memang kami luar biasaaaa (suara Ariel).

Video live report tetap standby. Salut untuk Uway. Full Tilt!!!

Aku juga mau dong mampang di video live report heehhee

Tapi kurang klop nih kalau gak berfoto bersama ranger kece yang satu ini. Heheehe… Apakah mereka bisa menyamakan kegilaan kami?

Lihat yang paling sebelah kanan. Yang melipat tangan di dada itu mas Budi dan yang ngacungin jempol itu partnernya. Orang di samping kiriku tolong diabaikan aja.

Ya ampun!!!

Dan jawabannya adalaaaahhhh…. Mereka ternyata lebih gila sodara-sodara hahahaha…. Dan retual foto-foto juga terus berlangsung walau panasnya matahari benar-benar hhmmm… Panasnya jakarta gak ada apa-apanya deh.

Mari berlevitasi. Pinjem tongkat ranger dulu deh buat terbang hehehe

Widiihh matahari memang gak bohong.

Berpose dulu dong. ihiiiyyy

Tongkat ranger pun tampak pengkilat di bawah hujan sinar matahari.

Hari semakin siang dan persediaan minum sudah mulai menipis, saat pulang. Saatnya kembali ke boat.

Kita harus kembali ke posko utama disana. Tuh yang ada bangunan mirip rumah.

Inilah jalan pulang kami menuju boat dan dermaga.

Kalau tadi mendaki, jalan pulang kami menuruni lembah. Ninja Hatori deh ehehhee…

Siapa bilang di jalan pulang kami hanya berjalan saja.

 

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?