Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

On The Way Boat (re:Home) #20

Third mission complete! Setelah misi pertama di air terjun Cinca Rami dan misi kedua di desa Pasir Panjang pesisir Pulau Rinca. Lega? Tentu saja. Keliatannya aja cuma seperti jalan-jalan, tapi siapa yang tau rasanya betis keram dan keringat terjun bebas sampai baju sudah nyaris basah. Khusus aku, ini muka sudah gak tau gimana rasanya. Antara perih dan nyut-nyutan. Kayanya Loh Buaya ini cocok banget jadi lokasi pembuktian berbagai merk pelembab yang koar-koar di layar tv. Hehehee…

Bukti nyata kalau kami sudah pernah mendaratkan kaki di sini. Kalo kamu?

Bye-bye dermaga.

See you next time Loh Buaya.

Kembali sekoci mengantar kami pulang ke boat tercinta. Ada yang aneh gak sih di belakang sana?

 

Teh Putu yang ngendarai sekoci. Waaahhh sekoci jadi muter-muter ditempat ahahhaha

Sampailah kami di buritan boat.

Aku ingat! Kalo gak salah, selama tracking di Loh Buaya tadi, Zulfi ternyata sudah nahan lapar. Gak main-main lho, aku pun bisa dengar suara perut Zulfi kruyukan ahahhaaa… Walaupun pada akhirnya gak cuma Zulfi, tapi kami semua mulai terasa lapar. Bayangin aja medan yang kami lalui tadi. Menanjak dan panas mameeennn… Siap-siap eksotis nih yey, rela aja deh. Kapan lagi hehehe…

Begitu sampai boat, suara klontang-klonteng udah ribut aja di dapur. Wah, bang Bahar lagi beraksi nih. Gak lama kemudian, selesai juga hasil karya bang Bahar untuk siang ini.

Tada!!!! Tempe Flores goreng, Ikan bumbu kecap dan yang terakhir itu kalo gak salah ayam goreng. Sikaaattt!!!!

Pas banget nih. Bang Bahar memang juara.

Habis makan siang, ada apa lagi yah? Tidur siang kayaknya enak nih hihihi… Tapi apa iyah kami tidur siang setelah tracking? Kata bang Syarif, kami punya “misi” baru. LAGI?????

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 in addition to 2?