Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

World Heritage Site #24

Its Komodo National Park…!!!! Woooohooooo!!!!!! Yang selama ini diramaikan khalayak di berbagai media dan kami sampai disana. Yeah!!!

#KomodoTrip Rraawwrrr…

KO MO DO Dinosaur

Ternyata taman nasional ini sudah diresmikan oleh bapak presiden Soeharto pada tahun 1988.

Baiklah. Setelah terpukau dengan pemandangan terluar di taman nasional ini, saatnya kami masuk untuk bertemu dengan ranger yang akan memandu perburuan kami. Kali ini bang Syarif ikut turun juga. Mungkin dia mau kangen-kangenan sama sanak saudaranya setelah sekian lama berlaut hahahahaa… Peace bang!!!

Gak terlalu lama berjalan masuk, gak lama datanglah seorang bapak-napak yang sudah cukup tua tapi masih bugar. Postur tubuh tegap dengan tongkat ajaib di tangannya. Aku sudah pernah cerita tentang tongkat kayu yang selalu ada di tangan ranger kan? Jadi aku gak usah jelasin lagi yah ehehehe…

Tapi seketika jadi kangen sama mas Budi yang begitu datang sudah nebar senyum sumringah dan asik. Kali ini, ranger yang mendampingi bapak-bapak berperawakan dingin dan gak banyak bicara. Suaranya juga tergolong pelan jadi aku kebanyakan roaming. Bahkan aku pun lupa siapa nama bapak ranger ini. Maaf yah pak.

Sama seperti tracking di Loh Buaya. Disini kami juga deal-dealan masalah jalur tracking. Kondisi betis sudah setengah rontok jadi kami memilih medium track. Dan ada bonus kejutan di akhir tracking. Lagi? Benar-benar penuh kejutan hehehee…

Area tracking

Bapak ranger sedang menjelaskan jalur tracking.

Lihatlah wajah kami. dan aku roaming.

Bener-bener flat aja nih suasana briefing jalur tracking. Tapi gak apa lah, bersyukur aja bisa nginjek wisata dunia yang satu ini hehehe…

Aku lupa waktu itu kami sempat berdoa dulu atau langsung capcus. Yang pasti baru beberapa kali melangkah, kami sudah menemukan pemandangan yang bikin merinding. Kalo di Loh Buaya ada kerbau dan babi hutan yang jadi korban komodo, disini ada kerangka ikan paus sebagai santapan elit para komodo. Jadi ceritanya begini, waktu itu ada ikan paus terdampar di pantai Loh Liang ini. Kemudian ditemukan oleh komodo-komodo setempat yang sedang berkeliaran di pantai. Yaudah, dimakan sampai habis deh. Sampai cuma tulang-belulang begini.

pauuuussss

Warga setempat sama sekali gak menyentuh bangkai paus terdampar itu. Karena mereka meyakini itu adalah fenomena alam dan biarkan komodo yang menikmatinya.

Aku pernah bilang kalau ukuran komodo di taman nasional ini lebih besar dari komodo di Loh buaya. Sekarang akan kita buktikan, betul gak yah? Dan sebesar apa kah mereka.

Mau tau cerita selanjutnya? Stay tune on #KomodoTrip Rraawwrrr….

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 * 7?