Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Its PINK #27

Seperti biasa, untuk sampai ke pantai unyu ini harus menggunakan sekoci. Baru kali ini aku ngerasa sekoci motor berasa jadi lebih lambat, mungkin karena aku gak sabar pengen cepet-cepet melototin pasir yang warnanya lain dari yang lain.

Cerianya wajah-wajah kami.

Gak percaya kalau pasir pantai ini bener-bener berwarna pink. Nih yah, aku kasih liat langsung.

Lihat garis pertemuan air dan pasir. Ada rona pink.

Ada bulir-bulir merah yang membuatnya terlihat pink merona.

Semakin jelas bulir merah di pasir pantai.

Mau tau gak asal bulir pasir merah itu dari mana?

Dari hasil akhir pelapukan karang maroon oleh deburan ombak pantai.

Pantainya aja udah asik begini yah, apa lagi dalem airnya. Apakah lebih menarik dari pemandangan surga laut di Pulau Kambing? Gak akan tau kalau belum nyemplung hehehee… Tapi snorkelling kali ini sedikit ter-pending karena salah satu komponen kaki katakku jatuh dan lenyap begitu saja. Satu kaki katakku jadi gak bisa dipakai. Alhasil, bang Bahar menyusul dengan sekoci motor untuk mengantarkan kaki kataknya. Untuk snorkelling kali ini aku pinjam kaki katak bang Bahar.

Masalah kaki katak selesai, saatnya menjalankan misi ke hhhmmm… sebentar-sebentar (mikir), oh misi kelima. Snorkelling at pink beach!!!! Sebelum melancarkan misi, ada baiknya kita foto-foto dulu. Mumpung ada bang Syarif yang sukarela memotret turis domestik ini hahaaha…

#KomodoTrip member yihaaa

Selanjutnya, its time for snorkelling!!!!!!!

Aku dan Zulfi

Aku, Yassir dan Bedul.

Mau tau bagaimana indahnya dunia bawah laut pantai pinky unyu-unyu ini? Aku mulai dari terumbu karangnya dulu yah. Cekidot bro…

Beautiful!!

Colourful.

Ada warna cokelat juga.

Yang kuning mirip cheese stick ahhahaha

Apa tuh? Anemon? Ada nemo dong?

Benar adanya itu rumah si badut lucu, Nemo. Tau gak? Si Nemo lagi main cilukba ama kita. Hihihi gemes tingkat dewaaaa…. Ini ikan kok lucu banget yaahhh… Ya kali bisa dicubit-cubit heehhee.

Gotcha!!! Itu dia buntut si Nemo.

Cilukba!!

Ini baru ikan Nemo? Yang lain? Ada dong…

Ikannya lagi cemberut hahahaah

eits! ikan apa itu?

Inilah ikan yang lagi musim saat ini. Rainbow fish ahahahha

Aku sebut ikan ini ikan centil. Corak merah yang ada di insang, mirip corak bunga. Bayangin aja cewe pake bunga di telinga. Centil kan heheheh

Si kuning yang coraknya mirip mata.

Wow motif loreng-loreng

Nicky Minaj fish. Liat aja tuh lipstick nya warna biru terang ahhaha

Hai belang…

Ini nih ikan yang eksis banget di screensaver leptop ahhaha

Gradasi warnanya alus euy.

Gimana? Lucu-lucu banget kan ikannya. Terumbu karangnya juga masih alami dan indah banget. Ada beberapa perbedaan yang aku rasakan saat snorkelling di Pulau Kambing dengan di Pantai Merah Jambu ini.

Pertama adalah masalah arus. Arus air laut di pantai ini lebih besar dan kuat bila dibandingkan dengan arus di Pulau Kambing. Makanya, waktu snorkelling badan jadi lebih cepat lelah karena saat itu kami melawan arus. Pada akhirnya kami berputar dan menyesuaikan arus, dan itu lebih baik. Terkadang kami juga harus berhati-hati. Karena arus bener-bener kuat, jangan sampai badan ikut terbawa arus sampai ke tengah laut. Berabe ntar hehehee… Aku yang waktu itu pake pelampung, setengah mati mengkondisikan posisi agar gak jauh dari konvoi. Aku yang paling mengambang dari yang lain, sudah pasti paling mudah terbawa arus. Resiko gak bisa berenang deh.

Kemudian yang kedua adalah tentang terumbu karang. Karang di pink beach ini lebih beragam dan lebih berwarna. Lebih cerah dan lebih indah. Namun sayangnya, arus yang kuat membuat ikan-ikan di sini jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan ikan di Pulau Kambing. Rata-rata ikan cantik yang kami temukan adalah ikan-ikan yang memiliki postur tubuh lebih besar dan lebih kuat melawan arus.

Tapi gak masalah, yang benting dunia bawah laut pantai ini memang luar biasa. Untuk yang kesekian kali pula kami terus teringat dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan adalah seniman paling luar biasa. Siapa yang lagi  yang bisa melukiskan alam seindah ini? Subhanallah.

Oyah! Snorkelling kali ini aku pake soft lens biar tetap bisa melihat gak pake nge-blur. Mungkin resikonya jadi lebih perih kalau mata kecipratan air laut. Tapi entah kenapa aku lebih suka pake soft lens. Lebih simple.

Sudah lelah berenang, akhirnya kami memutuskan untuk menepi ke pantai dan melakukan kegiatan lain. Mau tau apa? Adu salto. Hahahaha… Dan aku juga satu-satunya #KomodoTrip member yang gak bisa salto.

teh Putu duluan yang coba-coba salto. Emang ini salto?

Ciyee Bedul gak mau kalah.

Lihat yang paling kanan. Ada komodo salto.

Terus sekarang giliranku? Aku kan gak bisa salto.

Lupakanlah masalah salto. Toh aku gak bisa ahhhahaha… Mau dicoba ampe begimana juga gak bisa. Mumpung lagi di pantai, Yassir pengen difoto sambil lari-lari. Tapi malah keliatan kaya anak pantai yang kegirangan liat air ahahhaha…

Seneng banget bisa liat temenku bahagia kayak begini. hahahah

Sudah-sudah… Ini kaki sudah cape banget. Duduk dulu aja deh.

Coba lihat dua orang di samping kiriku. Bedul dan bang Syarif lagi ngisi botol plastik sama pasir pink beach haahhaha…

Wah!!! Waaaahhh!!!! Ada ombak datang!!!!!!!!

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………… Cuma pink beach yang bikin kami segirang ini hahahha

Aduh-aduh.. Misi kelima hari ini ditutup dengan main air di pantai dengan baju yang penuh dengan pasir. Pasir pantai sampai masuk ke dalam baju renang ahahhaa pasirnya genit…

Fifth mission completed with laugh. Tapi jangan lega dulu. Kalau kemarin-kemarin kami punya misi dalam sehari. Khusus hari ini kami punya tiga misi yang harus diselesaikan. Misi pertama berburu komodo di Loh Liang, check! Misi kedua snorkelling di pink beach, check!! Nah! Misi ketiga hari ini, apa yah?

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 times 6?