Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Blog

Berjalannya waktu. Aku masih tetap menulis. Laporan praktikum dan tugas besar mata kuliah perencanaan. Mata kuliah sulap, bagaimana caranya meramalkan pertumbuhan penduduk sampai puluhan tahun kedepan? Memang masih menulis, tapi gak lagi tentang keluh kesah. Pola pikir mengalami banyak perubahan. Berkembang pesat. Karena aku juga sudah cukup lama keluar dari rumah. Aku kuliah di luar kota.

Seperti sudah digariskan oleh Sang Sutradara. Aku menjadi bagian dari Beswan Djarum angkatan 27 regional Bandung. Bertemu teman baru. Pengalaman baru. Pola pikir baru. Dan media baru.

Media?

Aku sempat mendengar pembahasan tentang blog di Leadership Development Training 2012, batch 3 Jogja. Mendengar dan menyimak segala penjelasan tentang blog, aku cuma bisa mengantuk. Gak ngerti. Buat apa? Untuk apa? Jadinya acuh saja.

Selang beberapa minggu kemudian, terbitlah satu kompetisi kecil berskala satu angkatan beswan 27. Mini blog competition yang bertema Euforia Jatuh Cinta. Waktu aku tau bentuk kompetisi ini hanya membuat tulisan dengan jumlah maksimal 300 karakter, aku rasa aku mampu. Niat langsung meredup begitu tau aku harus mengaktifkan akun blog beswanku. Blog lagi?

Kemudian tak ada niat untuk berpartisipasi.

Salah satu teman beswan yang aku temui di LDT Jogja. Berusaha menyulut semangat.

“Hidup aku itu gak ada yang bisa diceritain. Datar.”

“Tulis aja apa pun. Kamu gak pengen ketemu lagi sama temen-temen beswan?”

Itu dia! LDT adalah national event terakhir dari rangkaian event beswan djarum dalam satu periode. Delapan puluh beswan yang lolos akan dipertemukan lagi di Jakarta. Berpartisiasi dalam kuis di salah satu stasun tv swasta. Itu sama sekali gak menarik. Aku lebih ingin berkumpul bersama manusia-manusia terpilih ini.

Dengan bantuan beberapa teman, aku aktifkan juga akun blog ini. Ini adalah pengalaman pertamaku berkutat dengan media yang akan memamerkan segala yang aku tulis. Setelah menentukan nama blog, tema dan tetek-bengeknya, akhirnya aku memutuskan untuk membuat satu tulisan. Jenis tulisan yang aku pilih adalah narasi. Cerita.

Sedikit sentuhan gambar yang cukup menyempurnakan atmorfir ceritaku. Publish.

Link tulisan aku sebar kemana-mana, dengan harapan akan ada vote retweet dan like dari pembaca. Banyak respon yang datang. Kebanyakan dari teman-teman beswan juga. Sesama peserta mini blog competition.

Tulisan pertamaku, “Falling? No, I Stand Up For Love”

Ini yang buat aku cukup terkejut. Gak sedikit pembaca yang merespon positif. Banyak yang suka. Banyak yang mendukung. Bahkan ada yang menunggu tulisanku berikutnya. Kenapa terkejut? Respon yang berbanding terbaling dengan orang-orang yang mencernca dan membuang tulisanku ke tong sampah. Kemudian aku coba untuk percaya.

Akhirnya aku terpilih bersama 79 beswan yang lain untuk bertemu lagi di Jakarta. Jadi, gak ada yang salah dari tulisanku? Lalu, dulu itu apa?

Ini satu bukti kecil. Kemampuanku menulis gak keburu mati tergerus waktu. Gambar-gambar bergerak seperti ilusi masih terus bersarang dalam ruang imajinasiku. Mungkin sekarang jauh lebih berkembang. Aku banyak membaca novel dan komik. Aku banyak nonton film. Aku mulai paham bagaimana alur cerita. Aku cukup paham apa itu kekuatan karakter pelaku.

Aku coba lagi menulis cerita bersambung. Cerita pertama menggunakan nama Reanita Abraham sebagai pemeran utamanya. Kekuatan  menulisku semakin tak terbendung. Banyak sekali kritik dan saran yang datang, sudah cukup lama aku menantikan repon ini. Bukan cibiran subjektif dan merobek hasil karyaku lalu dibuang ke tong sampah.

Kemudian cerita kedua tentang rahasia Wira dan Naya. Respon yang datang justru meluas. Bukan lagi dari lingkungan beswan, tapi teman-teman kampus dan teman semasa sekolah dulu.

Ini seperti surga dunia. Aku bisa menulis semuanya. Mulai dari pengganjal hati sampai halusinasi visual dalam alam bawah sadar.

Semakin hari aku semakin percaya dengan bakat terkubur yang aku miliki. Dengan tulisan aku bisa menjelajahi keindahan Taman Nasional Pulau Komodo. Dengan tulisan aku bisa membuat teman-teman di luar kota sana penasaran dengan Jalan Braga. Dengan tulisan aku bisa cerita tentang operasi gigi pertamaku. Dengan tulisan ini aku bisa melampiaskan ilmu lingkunganku dalam cerita bumi. Dengan tulisan aku bisa berbagi cerita bersama #kilometer. Dengan tulisan aku bisa yakinkan orang tuaku, kalau aku punya sesuatu yang bisa dihasilkan dari sekedar menggerakkan jari di atas key board. Dengan tulisan aku bisa menuangkan apa saja.

Dan blog ini jadi sahabatku yang paling setia.

Dan menulis adalah denyut. Kalau hilang berarti mati.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?