Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Should I Say Sorry?

Aku pastikan berkali-kali, bukan masalah buta. Aku tau itu warna. Mau bukti? Sudah-sudah, dokter mata pun percaya. Percaya aku bisa lihat. Lihat pola. Apa? Berubah.

Aku juga berkeliling kesana-kemari. Tepatnya takdir, aku bertemu cermin. Bukan becermin, tapi berdiri saja mematungi refleksi nyata tak berubah bentuk. Ternyata aku yang berubah.

Kemudian cepat-cepat ambil ransel. Dokter mata juga tau aku melihat dan tenang, tak akan tersandung lalu jatuh. Kemudian luka. Gak lama kemudian berdarah. Aku kan bisa lihat. Tidak akan jatuh.

Aku bukan kemana, aku kembali menyusuri tanda bekas langkahmu. Mengejar. Biar aku jelaskan kondisi sebenarnya dan hhhmmm… Dramatisnya seperti tawa-tawa yang menyenangkan lalu. Sore senang yang sering angin bicarakan.

Tidak? Tidak mau? Tidak bisa? Apa aku harus kembali lagi ke rumah sakit untuk menjumpai dokter THT? Menggeleng tanpa berucap jua. Kau pikir aku paham masalah makna? Oh, aku otak teknik yang terbiasa sistematis. Setelang menggeleng lalu kembali melangkah tanpa aku. Jadi ingin berjalan sendiri? Baiklah. Semoga baik-baik disana.

Punggung lapang terus menciut, mengecil, menitik kemudian sengit. Lengit. Ingin kembali pada cermin dan bermantra. Mirror… Mirror on the wall… Otak teknik itu otak realistis. Jadi?

Maaf aku sudah berkembang

Aku banyak

Dan sebanyak ini

Harus aku minta maaf?

Category: Mata Kata Sajak
Tag:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 7?