Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Made In Italy #36

Perdebatan tentang menu makan malam sudah terjadi selama perjalanan sepulang dari Paradise Cafe. Kalau seandainya kami masih bersama MV Yohanes III, mungkin sekarang kami sedang bermain tebak-tebakkan tentang menu makan malam dari tangan kreatif bang Bahar. Hei.. hei… hei… Ingat, ini sudah di tanah Flores.

Masih dengan berjalan kaki. Agak males juga sih harus berjalan di jalan raya yang baru dibangun dan belum ada lampu penerang jalan. Tiba-tiba ada anjing menggonggong pula. Aaarrrggg!!!

Selesai lah masa gelap-gelapan, akhirnya kami sampai juga di kota nelayan. Tetap terus berjalan karena belum sampai di tujuan, tempat makan.

Saat diperjalanan, mas Chandra bilang kalau langkah kami jadi semakin cepat ketimbang tracking pertama di ekspedisi air terjun Cinca Rami.

“Pasti sudah biasa tracking yah?”

Mas Chandra bisa aja. Gimana gak lancar jalan mas kalau tiap hari kerjannya olah raga kaki. Kalau gak snorkelling yah tracking. Kekar deh betis, menghitam juga kulit hahaha…

Nah! Aku mau cerita nih kenapa selama aku cerita tentang #KomodoTrip aku sering manggil Yassir dengan sebutan Cinca. Jadi begini ceritanya. Kebiasaaan bergombal komodo yang ditularkan dari mas Budi (saat ekspedisi ke Loh Buaya) ternyata masih berjangkit di otak Yassir. Gak ada angin, gak ada ombak, tiba-tiba Yassir bergombal. Sebenarnya aku dengar dari percakapan Yassir dan Wahyu yang berjalan di depanku.

“Yu. Kalau seandainya aku datang ke Labuan Bajo lagi, aku gak akan datang ke air terjun Cinca Rami.”

“Kenapa tuh, ssir?”

“Soalnya nanti hatiku bakan tercinca-cinca”

Sontak Wahyu ngakak di tempat. Aku ikutan tertawa karena aku juga dengar Yassir bergombal demikian. Tapi sayangnya Yassir keburu menampik dan gak ngaku. Yaudah lah yah, ada saksi ini hahahahaa… Dari sinilah panggilan cica untuk Yassir berasal. Yassir Cinca hahahaa…

Yes!!! Sampai juga di salah satu restoran Itali di Labuan Bajo. Niat awal memang pengen makan nasi atau mencicipi kuliner khas Labuan Bajo, tapi diwaktu yang sudah malam begini sepertinya agak sulit. Yah sudah lah makan ala bule Itali aja deh. Waktu itu kami makan di MadeInItaly yang dibangun langsung oleh orang Itali.

Seperti biasa, banyak makhluk bule disini.

Dan yang paling aku suka adalah buku-buku tentang komodo tergeletak manis di atas meja yang kami tempati.

buku tentang taman nasional komodo di atas meja

Seperti sedang haus ilmu karena penasaran, akhirnya aku buka-buka deh itu buku. Semuanya ada 4 seri buku. Rasanya ingin dibaca semua. Tapi sebelum melahap buku-buku itu, waktunya pesan makan dulu. Waktu itu aku pesan lasagna. Aku gak pernah tau bentuk makanan ini seperti apa, yang jelas tetangga kosan aku pernah cerita kalau lasagna itu enak. Makanya aku pesan karena penasaran.

Baiklah, saatnya membedah buku. Waktu itu aku duduk di samping Zulfi yang sama-sama penasaran tentang komodo dan ekosistemnya. Alhasil, kami sibuk sendiri deh. Yang menarik dari buku ini, ada dua bahasa di dalamnya. Bahasa Inggris dan Indonesia. Kemudian buku ini juga bergambar walau gak berwarna. Mau tau isinya?

Pantesan taman nasional ini punya suhu udara yang luar biasa panas.

Sama seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Taman nasional komodo juga punya legenda.

Jadi nama ikan manyun ini Triggerfishes.

Triggerfishes

Sudah kuduga nama ikan ini Parrotfishes. Bentuk mulutnya mirip paruh burung parrot. Warna cerahnya juga mirip.

Parrotfishes.

Aku pikir namanya si belang, ternyata Butterflyfishes.

Butterflyfishes.

Si cantik yang punya efek mata di tubuhnya, ternyata juga berjenis butterflyfishes.

 

Beaked coralfish

Aku pernah lihat ikan ini. Ternyata nama ikan ini emperrior angelfish.

Emperrior Angelfish.

Dan masih banyak lagi deh. Seneng deh bisa tau nama-nama makhluk lucu yang aku temui saat snorkelling ini. Gak itu aja, aku juga nanya macem-macem tentang warga taman nasional. Saking asyiknya, gak terasa lasagna milikku sudah datang.

Hahahaa.. Maaf yah aku lupa mengabadikan wujud si lagsana karena waktu itu aku sudah cukup lapar. Kurang lebih bentuknya seperti ini.

Mirip seperti ini tapi ukurannya lebih besar lagi ahahahha…

Saatnya makaaaannnn…

Simak cerita selanjutnya yah, cerita kepulangan kami ke pulau jawa. Tapi kami mampir dulu ke Semarang. Ada apa disana? Aku cerita tapi nanti hahahaa…

Category: #KomodoTrip

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?