Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Mimpi

Aku terbiasa capek lari kesana-kemari. Napak di atas tanah. Kalau keras, kaki sakit. Kalau terlalu lembek juga tenggelam. Kakiku tenggelam. Tenaga lagi untuk tarik kaki ke darat. Wajar kan kalau aku bilang capek.

Waktu itu aku lagi jalan kaki. Matahari lagi ceria. Sekitarku terang benderang. Cerah meriah. Matching sama bulir keringat di dahi. Aku gak seriang penguasa bima sakti. Jadi aku jalan tetunduk.

Masih dibawah matahari. Hitam kelam melintas cepat. Zzzuuuiiing… Melintas tak hilang. Jadi hitam itu bayang. Bukan maksud menantang, tapi aku mengadahkan kepala cuma ingin tahu. Bayang pasti ada yang punya.

Itu burung terbang rendah melintas.

Agak silau, tapi aku paham dia sedang menari sambil mengepak-kepak sayap. Burungnya terbang.

Aku mau termenung dulu. Tentang terbang. Banyak yang bilang terbang itu tentang mimpi. Kenapa? Karena manusia gak mungkin terbang. Jadi namanya mimpi. Berarti mimpi itu gak mungkin?

Jadi begini. Jadi mimpi itu tanpa batas. Tapi hidup itu serealistis gravitasi bumi. Mimpi itu seantero jagad raya. Kalah galaksi. Jadi realita itu cuma sebesar bumi. Memang besar kalau lihat dari dalam bumi. Kalau sudah mencelat ke angkasa sana, masih bisa bilang bumi besar?

Jadi mimpi itu tinggi? Memang tinggi tapi bukan berarti gak bisa diraih. Aku akui, tak semudah lompat-lompat di atas trampolin untuk bisa tinggi dan meraih mimpi. Melesat melawan gravitasi bumi dan melototin jagad raya juga  tidak mudah.

Mimpi itu tanpa batas kan? Ibarat langit yang gak terbatas kalau aku mengadahkan kepala dan menatap dari sini. Teoritis langit bumi itu berlapis. Dimana garis batasnya? Teori tetaplah teori. Mimpi itu gak mungkin diraih, itu teori.

Jadi apa intinya. Inilah maksud hati ingin bangkit lagi dari jatuh pertama di langkah pertama menuju mimpi. Baru selangkah kemudian aku goyah karena cibiran angin ribut. Kalau mimpi tanpa batas. Menuju kesana juga dengan kegigihan dan kekuatan yang tanpa batas. Kalau lelah. Sugesti saja kalau tenaga tubuh ini tak terhingga. Semoga sampai. Amin

Berarti aku tidak boleh lelah. Jangan!

Category: Aku, Mata Kata Sajak
Tag: ,
  • budiariyanto says:

    soal angin ribut, itu lebih baik dari pada angin tidak ribut yang tiba-tiba datang dan menghempaskan ke entah berantah. tak jelas dan rusak.
    sakit memang, tapi karenanya kita berlatih kuat.
    angin ribut adalah angin yang labil, jangan sebab kelabilannya kita menjadi terpengaruh dan ikutan labih, apalagi “galau”.
    hehe… met semangaaattt lagi…. !! ayo2…. ributkan angin ribut!! #lhooo…?

    February 8, 2013 at 10:34 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 4 + 6?