Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Semarang Jeng… Jeng… Jeng… #39

Senja sudah selesai. Semarang hujan. Tau dari mana? Bulir-bulir air di jendela pesawat terluar gak bohong. Pesawat baru selesai landing, sudah parkir pula dengan sempurna.

Waktu keluar dari pesawat juga begitu. Crew yang biasa sibuk lalu lalang di sekitar pesawat siap sedia berdiri di ujung tangga pesawat. Lengkap dengan jas hujan dan memberikan pinjaman payung pada setiap penumpang pesawat. Aku sambut dengan sedikit tergesa-gesa, sebelum bajuku basah karena air hujan. Tumben, biasanya basah karena keringat. Bener juga yah, selama liburan, aku gak ketemu sama sekali sama air hujan. Hai hujan, apa kabar?

Sambil berjalan dengan payung. Aku sempat memperhatikan hiruk pikuk orang-orang di balik layar atas kesuksesan berbagai maskapai di bandara. Mereka sibuk apa ya? Apa jenis pekerjaan mereka? Bagaimana job description bidang mereka? Sepertinya beresiko tinggi. Kalau masalah ini aku mau tanya siapa? Hehehee… Cukup penasaran aja deh.

Sampai lah di pintu masuk bandara. Ada satu pegawai wanita yang bertugas mengumpulkan lagi payung yang tadi dipinjamkan pada penumpang. Sama seperti pegawai sebelumnya, pakai jas hujan. Wajahnya sudah basah dengan cipratan air hujan. Gak khawatir make up nya luntur? Mungkin iya, tapi lebih mirip pasrah.

Masuk ke ruang baggage claim. Menunggu barang bawaan. Agak lama, seperti biasa. Kemudian kami berpisah disini. Zulfi kembali ke rumahnya. Wahyu masih menunggu Nazib di bandara. Jadi aku, Yassir, Bedul dan teh Putu langsung menuju hotal Grand Candi dengan taxi. Sampai perjalanan ke hotel pun, hujan masih mengguyur Semarang.

Intinya, begitu sampai di hotel Grand Candi. Rasanya kaya De Javu. Gak ada bedanya sama kondisi setahun yang lalu, waktu aku masih jadi peserta National Building.  Yang cukup mengejutkan lagi, ternyata pilot dan pramugari yang tadi kami temu di pesawat, juga nginep di hotel ini. Hahahaha ketemu lagi deh.

Aku pikir akan sekamar lagi sama teh Putu. Ternyata aku sekamar sama Fina dan mbak Mareta. Perasaan waktu ranking 1 aku juga sekamar sama dia, sekarang sekamar lagi. Yah nasib hahahaha…. Kalau mbak Mareta aku belum pernah ketemu sebelumnya. Tidur dengan siapa nanti itu gak jadi masalah. Asal jangan tidur sama ular aja.

Sampai kamar. Langsung mandi dan nonton tv. Kemudian dapat kabar kalau teh Putu, Nazib, Wahyu, Yassir, dan Bedul mau cari makan diluar hotel. Kebetulan aku juga lapar. Mari makan. Dan makanlah kami di warung pinggir jalan. Hujan-hujan makan yang anget-anget. Sedap!!! Sekali lagi, aku lupa apa nama menu makanan ini ahahaha.. Yang pasti aku sampai nambah dua piring. Nazib dong sampai 3 piring hahaha..

Amunisi pertama di Semarang.

Begitu kembali ke hotel, ternyata teman-teman LO dan romli (rombongan liar) sudah pada kembali ke hotel. Ini dia yang aku tunggu-tunggu. Menggila bersama beswan 27. Yihaaaaa…. Kegilaan ini sampai berlanjut hingga jam 4 subuh. Memang ini yang aku tunggu-tunggu.

Tapi agak ngeselin juga, karena banyak yang ngeledek warna kulit yang hhmmmm kayak habis kecemplung areng. Bayangin aja. Kalau dibandingkan sama warna kuliat teman cowo terhitam pun aku tetap lebih hitam. Gila!! Angus banget yah. Tapi aku masih bisa sombong. Minimal aku gak hitam konyol dong haahhaha… Kata mama gak boleh sombong. Tapi ini salah satu tindakan untuk mengobati krisis percaya diri, ma. Sekali-kali gak apa-apa lah yah.

***

Hari berganti. Tanggal 20 November 2012. The day is coming.

Pagi-pagi sudah bangun. Teman-teman sekamar kaget melihat aku tiba-tiba nongol di tempat tidur hahahha secara aku baru tidur jam 4 subuh. Jadwal pagi itu cuma gladiresik. Aku ngikut aja deh ke PRPP dengan setelah gembel. Yah bajuku sudah pada kotor semua. Jadi aku datang pakai sendal jepit, kaos oblong dan celana pendek. Terlihat hitam. Itu sudah pasti. Bahkan waktu aku ke toilet di PRPP, beswan 28 pada kaget lihat penampakanku ahahhaha…

Ngobrol lagi sama temen-temen beswan 27. Ngumpul lagi. Awalnya cuma ngobrol di sosial media, sekarang bisa tatap muka lagi. Bahkan ada beberapa orang yang baru aku kenal dan kenalan lagi karena aku lupa hahahaaa… This is quality time with beswan 27. Hina-hinaan tentang warna kulit tetap ada, yaudah sih memang sudah hitam haahaaa…

***

Ini dia. Malam darma puruhita. Malam yang selalu berkesan di hati para beswan. Yang sudah pernah ngerasain pasti nagih lagi. Kaya momogi. Mau lagi mau lagi hehehe…

Sampai di PRPP. Baru di parkiran sudah sudah pengen foto-foto. Dan disinilah pertama kalinya aku ngeliat muka aslinya mas Jo (Johan Tectona) hahaha…

Dari kiri ada aku, Liestya (beswan 27 Bandung), kang Uji (beswan 24 Bandung), Mas Jo (beswan 24 Surabaya) dan Reqy (Beswan 27 Bandung)

Ketambahan Aga dan Intan, beswan 27 Bandung (dari sebelah kanan). Kelihatankan betapa hitamnya diri ini. hix hix

Sempet iri sama temen-temen yang bisa pake make up. Sebenarnya aku juga pakai make up dari hotel, tapi setelah keluar dari udara AC perih melanda lagi. Malah beberapa teman bilang muka ku jadi kemerahan. Jadi keputusan aku untuk pake kacamata memang gak salah. Minimal nutupin sekian persen mukaku yang kemerahan heehhee…

Bercengkrama dengan romli yang semakin bertambah. Beswan 27 memang luar biasa hahahaa… Makan malam dan saatnya masuk ke dalam gedung PRPP.

Tema malam darma puruhita kali ini Mutiara Timur Indonesia. Sekaligus menyambut beswan dari Papua yang baru bergabung tahun ini. Mau tau interior PRPP seperti apa? Dimulai dari pintu masuk yuk…

Begini nih suasana pintu masuk menuju PRPP.

Di sebelah kiri sudah ada beberapa model yang menggunakan baju adat Papua. Aku rasa ini bukan model sembarangan. Mukanya juga Papua banget. Mungkin didatangkan dari Papu gitu yah? Bisa jadi hehhee..

Eits! Tahan langkahnya dulu. Ada woozin di sini. Hahahaa… Jangan bilang kita beswan 27 kalo gak narsis. Laksanakan!!!!!!!!!!

Minimal gak keliatan banget kalau aku paling hitam sendiri ahahaha

Dari kiri ada Heo dan Ardik dari Malang, Zulfi dari komodo hahaha Gery dari Palembang dan Aku.

Sekarang waktunya foto bareng model-model Papua. Percaya atau enggak. Aku dan mereka berasa kakak adek. Aku sehitam manis mereka ahahahah

Tuhkan mirip.

Apa lagi ini. Mirip kan hahaha

Agak takjub sama patung yang satu ini.

Gak mau berlama-lama, aku melangkah lagi masuk ke dalam. Hei ada whiteboard yang penuh dengan tanda tangan.

Macem-macem deh testimonialnya.

Aku juga pengen tanda tangan.

Dari tempat aku tanda tangan. Ada alunan musik  folklore  khas Papua. Aku pikir acara sudah dimulai, ternyata ada live music di dalam.

Entah dari mana mereka datang. Aku juga gak tau arti dari lagu folklore yang mereka bawakan. Tapi aku sangat menikmati.

Interior pintu masuk PRPP tahun lalu masih melekat dalam ingatanku. Tapi setelah aku lihat sendiri interior malam itu, ingatan mendadak buyar. Ini berasa Papua banget. Hhhmmm… Aku sudah mendarat di Semarang kan?

Banyak ornamen Papua.

Tameng Papua

Mumi Papua.

Pose patung yang menarik perhatianku.

Semakin masuk ke dalam, semakin penasaran. Panggung malam darma puruhita ini semegah apa yah?

Semegah ini sodara-sodara woohhoooo….

Clingak-clinguk nyariin kursi untuk duduk. Ternyata aku gak kedapatan kursi. Sebenarnya aku juga bingung harus duduk dimana. Muter-muter kesana-kemari, tetap gak dapat kursi. Yowes lah, sampai acara dimulai pun aku juga masih tetap berdiri dengan sepatu wedges. Seketika aku baru ingat kalau betis ini masih belum bisa diberi beban lebih. Meraung-raung. Untung cuma aku aja yang dengar.

Acara malam itu dimulai dengan bermunculannya adik-adik beswan 28 dari penjuru arah dengan almamater masing-masing. Menyanyikan lagu daerah Indonesia yang dimedley jadi satu. Belum apa-apa aku sudah merinding sambil kesal. Aku belum dapat kursi….

Hai adik beswan 28.

Setelah membuat bulukuduk merinding dengan suara mereka yang masih tetap semangat. Barisan akbar kembali pecah ke berbagai arah menuju tribunnya masing-masing. Seketika panggung jadi kosong melompong. Lalu muncul lah dua moderator cerita yang punya kostum lucu-lucu banget.

Kostum joker dari kain batik dan kostum adat jawa dengan wajah dimake up mirip pemain pantomim.

Akhirnya kursi tambahan datang dan aku duduk juga. Betisku tertolong. Tapi setelah duduk, aku malah terhalang dengan kepala penonton lain. Emang badan gak lebih dari 160 cm ini agak nyusahin yah (curcol).

Selebihnya aku sangat menikmati acara ini. Sedikit mengenang masa-masa snorkelling bersama awak kapal MV Yohanes III. Cuma cekikikan bersama teman-teman #KomodoTrip.

“Heheheee… Yang kita lihat lebih keren dari ini yah.”

Intinya aku menikmati acara ini. Semakin exited waktu tim choir tetap bernyanyi dari bangku tribun untuk mendukung pertunjukan yang ada di panggung.

Aku merelakan cameraku tetap duduk manis di dalam tas karena mataku tak ingin diganggung dengan aktifitas mengambil foto. Sampai acara benar-benar selesai. Yeeaahhh…

Aku sedikit menyangkan ketidakhadiran yel-yel antar regional. Yahsudahlah, mungkin banyak pertimbangan lain dibalik keputusan ini.

Hingga acara berakhir, teman-teman beswan 27 berbondong-bondong meramaikan panggung. Hahahaa inilah para beswan yang belum ridho kalau dirinya sudah purna. Termasuk aku juga ikut-ikutan meramaikan panggung haahahha…

I’m on stage.

Dan gak melewatkan moment berfoto bersama juri yang sudah memilih tulisanku untuk jadi salah satu pemenang Beswan Blog Competition.

Aku dan mbak Margaret udah kayak kopi susu ahahah…

Aku, mbak Margaret dan Heri si pemenang Writing competition. Tetap aku paling hitam haahhaa

mbak Margaret, mbak Riani Djangkaru bersama #KomodoTrip member.

Aku gak ngerti, kenapa panggung begitu cepat sepi. Ternyata di luar sana masih ada panggung lengkap dengan bintang tamu yang sudah menanti. Tetap lah bagian yang paling berkesan itu waktu deretan kempang api mewarnai langin gulita PRPP. Tapi yang bikin atmosfer semakin gila, Tangga menyanyikan lagu Fireworks dari Katy Perry. Aaaaaaa…. Aku lonjak-lonjak sedemikian gila hingga lupa dengan betis yang sudah nangis darah.

Apa pun itu, adegan kembang api di akhir malam darma puruhita membekas di dalam alam bawah sadarku. That’s why, aku memilih adegan ini menjadi satu titik ide dalam cerita bersambungku. Rea story.

Inilah klimak dari perjalanan liburanku.

Beswan Djarum memang luar biasaaaaaaa….. (suara Ariel)

 

 

 

Category: #KomodoTrip
  • anggyhariyandi says:

    aaaakkk itu ada akunya, namun BLUUURR!! aakkk saakiiit haaatiiii :(

    September 26, 2013 at 3:58 am
  • ayu emiliandini says:

    anggyhariyandi :

    aaaakkk itu ada akunya, namun BLUUURR!! aakkk saakiiit haaatiiii

    eh iya bener. yg penting lo mejeng di blog gw lah yah ahhahaha

    September 26, 2013 at 4:59 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?