Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Briefing Kelas Inspirasi #2

Tanggal 10 Februari datang juga. Jeans cukup belel, t-shirt, classic converse dan cambridge menggantung di bahu kanan. Naik angkot lalu sedikit jalan kaki sambil nyeruput susu kemasan kardus di tangan. Aku belum sarapan ahahaha biasa lah anak kosan.

Sampai juga di Saung Angklung Udjo. Parkiran sudah ramai. Mungkin para inspirator dan dokumentator lain sudah pada datang. Mungkin.

Melangkahkan kaki ke dalam saung, aku seperti flashbackMemory bersama Beswan Djarum bener-bener menancap pakem di otakku. Tak apa flashback sedikit, aku udah sukses move on kok hehehee…

Awalnya ragu, takut kalau aku salah info. Tapi setelah melihat banner bertuliskan Kelas Inspirasi Bandung. Baiklah, aku gak salah tempat.

Selamat datang inspirator dan dokumentator.

Setelah masuk, aku mengikuti beberapa anak panah yang diperuntukkan pada inspirator dan dokumentator Kelas Inspirasi Bandung. Aku pikir briefing akan dilakukan di aula pertunjukan, ternyata di taman belakang yang punya suasana asik. Interior udjo banget…

Langit-langit hijau bersama ornamen sangkar burung tanpa burung hehehe…

Ini lingkungan baru. Asing, sudah pasti. Aku berkali-kali melihat sekitar, siapa tahu ada wajah-wajah yang familiar. Hhhmmm ternyata gak.

Melenggang kangkung menuju meja regristasi dan aku dapat name tag lengkap bersama pin Kelas Inspirasi. Hahaha… Aku bingung waktu nulis profesi. Pertama aku nulis mahasiswa, tiba-tiba kepikiran nulis satu profesi yang bisa dilakukan oleh semua orang sih tapi hhmmm….

Jadilah mahasiswa merangkap jadi bloger hahaahha…

Aku duduk di salah satu bangku bambu yang berjejer rapih ini. Clingak-clinguk. Sekelebat ada gelak tawa yang akrab dari beberapa sudut. Sudah saling kenal kah? Tapi ada juga beberapa dialog yang terdengar.

“Kalian sudah kenal?”

“Gak, kita baru kenalan tadi.”

Luar biasa orang-orang hebat ini yah. Dengan suasana seasing ini, tetap bisa mencairkan suasana. Aku? Masih celingukan mencari wajah yang minimal pernah aku lihat sekali.

Niat hati sebenarnya gatal berdiam durjana seperti ini. Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalik badan. Sosok yang kutemui adalah seorang bapak-bapak berkumis. Satu jabat tangan hangat. Saat aku membalikkan badan, bapak ini sudah pasang senyum bersahaja. Awal yang baik untuk memulai percakapan. Menurutku begitu.

Seperti biasa, aku lupa siapa nama bapak ini. Yang aku ingat cuma satu. Bapak ini kepala sekolah dari salah satu SD yang nanti akan dikunjungi oleh para inspirator terpilih ini. Semburan antusias sempat aku lihat dari ekspresi beliau. Tapi sayangnya aku sudah gak punya topik pembicaraan lagi. Jadi percakan mendadak awkward dan aku kembali duduk menghadap ke depan. Sambil mengunyah cemilan yang disuguhkan panitia.

Waktu aku noleh ke kanan, ternyata ada teteh-teteh yang sedang duduk agak jauh. Ini lucu. Saat kami gak sengaja eye contact, posisi duduk dan bentuk kacamata kami hampir sama. Agak menunduk sambil memangku dagu dengan telapak tangan. Nah! Dari sini aku punya niat untuk berkenalan lagi.

Tapi masih bingung mau mulai dari mana. Jadi sempat buang pandangan ke arah lain dulu. Kemudian aku lirik lagi dan melambaikan tangan. Malu-malu sambil senyum, aku sapa, “Hai”. Dan dia juga bilang hai sambil tersenyum.

Aku pindah tempat duduk, jadi lebih dekat dengan teteh yang ternyata ramah ini. Kenalan lagi. Jadi nama Gita. Dia inspirator dari Unilever. Ini saja udah bikin aku takjub. Lebih takjubnya lagi, waktu tahu ternyata teh Gita ini dulunya kuliah di jurusan yang sama dengan aku. Teknik Lingkungan. Cuman bedanya teh Gita ini alumni Teknik Lingkungan ITB angkatan 2002. Sedangkan aku Teknik Lingkungan ITENAS dan belum jadi alumni hehehhehee…

Ternyata dialog semakin asik dan suasana jadi cair. Saat kami sudah mulai tertawa bersama, tiba-tiba MC datang dan acara akan dimulai. Nama MCnya teh Naluri. Lucu yah namanya.

MC

Hhhmmm… Aku masih dengan percaya diri motret sana-sini. Tapi aku baru sadar ketika jepretan kelima. Memory card ku gak ada di camera. Aku baru ingat kalau memory cardku masih nancep di leptop dan lupa dikembalikan lagi. Genius!!!!!!!!!!!!! Teh Gita juga ikut tertawa dengan kebodohan yang satu ini. Tapi aku sempat motret para inspirator yang serius banget mengikuti acara briefing hari ini.

Muka-muka serius.

Dan ini adalah momen terakhir yang sempat cameraku abadikan. Selebihnya aku menggunakan camera dari handphone. Sumpah ini kebodohan telak.

Aku duduk di tengah-tengah inspirator. Waktu aku melebarkan pandangan ke kanan-kiri-belakang, ternyata orang bercamera SLR sudah seliweran kesana kemari. Pasti mereka dokumentator sama seperti aku. Waduh?! Camera yang dipakai pada keren-keren banget. Lah aku cuma modal si purple pocket. Ini panitia gak salah milih fotografer kan yah.

Berhubung cameraku gak berguna, jadi aku tetap duduk di samping teh Gita sambil menyimak orang-orang yang beribicara di depan ini.

Setelah acara dibuka oleh teh Naluri, masuklah sesi sambutan. Sambutan pertama dari Kang Bawi selaku Koordinator Kelas Inspirasi Bandung. Lah! Aku pernah lihat akang yang satu ini. Di acara Character Building Beswan Djarum, bacth 3 tepat setahun yang lalu. Februari tahun lalu. Waktu itu dia jadi pementor saat materi tentang angklung, ternyata dia juga terlibat dalam kegiatan sosial ini.

Ada beberapa cerita dari kang Bawi yang cukup buat aku terpukau. Tentang inspirator Kelas Inspirasi tahun lalu. Pertama tentang seorang Banker yang datang dengan membawa mata uang asing ke dalam kelas. Kemudian ekspresi antusias dari para siswa yang belum pernah melihat mata uang selain rupiah. Kemudian siswa-siswi polos ini diajak berhitung dengan mata uang ini.

Cerita kedua dari seorang arsitek yang datang dengan membawa lego. Bagaimana exited para siswa yang diajak bermain membuat rumah-rumahan. Tapi bukan itu yang bikin terharu. Saat sang arsitek pulang, ada satu siswa yang datang menghampiri sambil menarik-narik baju sang arsitek.

“Ayahku seorang tukang sampah, tapi aku masih bisa jadi arsitek kan?”

Wauw!! Hanya dengan modal bermain lego, benak bocah SD ini terinspirasi untuk menjadi arsitek generasi selanjutnya. 

Itu baru sepenggal cerita. Nanti kalau aku sudah melihat langsung bagaimana inspirator berinteraksi dengan anak SD, pasti banyak cerita yang lebih hebat dari ini.

Sesi selanjutnya adalah menonton video dokumentasi Kelas Inspirasi tahun lalu. Kesan yang aku dapat dari video ini, adalah cerita. Setiap shoot bukan tanpa arti walaupun hanya menyorot sebagian kecil dari gerak-gerik polos anak SD. Kemasannya seperti movie video. Sederhana tapi touching banget.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Bapak Anies Baswedan sebagai pendiri gerakan Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi ini. Belum apa-apa aku sudah terpesona dengan perawakan yang tenang dan bersahabat. Semua yang beliau sampaikan bener-bener buat aku terinspirasi. Tapi ada beberapa point yang aku ingat sampai saat ini.

Bapak Anies Baswedan

Siswa SD adalah audience paling jujur. Ketika bosan ia akan menguap. Namun saat fokus, mereka benar-benar menyaksikan setiap proses yang terjadi. Seperti cerita tentang seorang guru yang mengajarkan pada muridnya bagaimana cara membakar kertas dengan kaca pembesar.

Siswa-siswi mungil ini mengikuti tahap dengan seksama. Mulai dari kaca pembesar yang bersifat mengumpulkan cahaya pada satu titik hingga titik itu terbakar dengan sendirinya. Kemudian guru berkata.

“When you focus, you can burn the world.”

Percaya deh, perkataan guru ini akan nyantol di kepala mungil bocah-bocah SD.

Singkat cerita, briefing inspirator dan dokumentator dilakukan terpisah. Aku kedapatan SD Sindang Sari 5. Nah lho! Itu lokasinya dimana? Bingung deh… Ternyata panitia Kelas Inspirasi gak menyediakan sarana apa pun untuk menjangkau lokasi Sekolah Dasar yang akan didatangi. Hhmmm… Itu perkara nantilah.

Jadi inspirator dan dokumentator di bagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan sekolah dasar yang nanti akan didatangi. Dan aku sekelompok dengan teh Gita.

Gak sabar pengen suvei ke lokasi Kelas Inspirasi yang masih jadi misteri bagi perantau buta arah macam aku ini hehehe…

  • johantectona says:

    “When you focus, you can burn the world.”

    siapapun kamu, kalimat diatas nampaknya pantas untuk diindahkan..

    ceritanya seperti biasanya.. rapi :D

    eh eh materi briefingnya kok ga kamu bahas juga sih.. yg gimana harus ngehadapin anak anak mungkin ohohoho

    February 11, 2013 at 12:08 am
  • ayu emiliandini says:

    johantectona :

    “When you focus, you can burn the world.”
    siapapun kamu, kalimat diatas nampaknya pantas untuk diindahkan..
    ceritanya seperti biasanya.. rapi
    eh eh materi briefingnya kok ga kamu bahas juga sih.. yg gimana harus ngehadapin anak anak mungkin ohohoho

    lupa yaaahhh aku kan bukan inspirator jadi gak briefing begituan. briefingnya terpisah sama inspiratornya mas.. ntar yah kalo aku udah jadi inspirator ntar aku ceritain hahahaa amin!!

    February 11, 2013 at 11:42 pm
  • ayu emiliandini says:

    dodod :

    agh…. dod gak tau klo di surabaya ada juga kelas inspirasi…. dan sialnhya sudah ditutup… #ambilPisauKejarKucingYgGakNgabariKloPendaftaranKelasInspirasiDibuka

    Aaaaa.. sabar mas sabaarr… ikut lagi kalo open class yah ehehehhe

    February 11, 2013 at 11:43 pm
  • uji says:

    be the change that you want to see in the world – Mahatma Gandhi

    selamat berjuang untuk menginspirasi yu :)

    February 13, 2013 at 2:22 am
  • ayu emiliandini says:

    uji :

    be the change that you want to see in the world – Mahatma Gandhi
    selamat berjuang untuk menginspirasi yu

    aku siap menginspirasi para pembaca setia… hap hap hap

    February 13, 2013 at 6:33 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 * 2?