Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Kritik dan Amplas

Entahlah, terpikir sebuah perumpamaan. Tentang kritik-mengkritik yang tujuannya untuk menjatuhkan. Jadi perumpamaan ini gak berlaku untuk kritik yang membangun. Pengecualian.

Jadi begini. Pihak yang mengkritik aku umpamakan dengan amplas. Pihak yang dikritik adalah si kayu yang permukaannya belum rata dan berantakan. Ketika kritikan terlontar dari mulut si amplas seperti amplas yang sedang menggesek-gesekkan tubuhnya di permukaan kayu. Berharap si kayu akan menangis kesakitan karena kulitnya bergesekan dengan permukaan amplas yang kasar. Sama seperti pihak pengkritik yang ingin targetnya menjadi putus asa dan minder dengan kritikannya.

Kritikan semakin pedas, maka gesekan amplas akan semakin kuat dan bertekanan. Nah! Ini lah bagian yang menarik.

Ketika amplas selesai menggesek tubuhnya, bagian yang bergesekan dengan permukaan kayu jadi lebih halus. Hal yang sama juga terjadi pada permukaan kayu. Jadi lebih rapih, halus, tidak berbahaya saat disentuh dan lebih menarik. Bagaimana dengan amplas? Permukaan tubuhnya memang lebih halus, tapi sudah tak berfungsi lagi. Tong sampah menjadi tujuan akhir hidupnya.

permukaannya sama-sama halus.

Sama seperti kritik yang menjatuhkan. Pihak yang mengkritik ini-itu hanya jadi amplas tak berguna. Kembali pada niatnya yang memang gak baik maka tindakan yang keluarkan juga gak indah. Sedangkan target kritikan justru semakin mawas, siap dan matang, karena secara tidak langsung dirinya telah menerima evaluasi dari kritik tersebut. Yang tadinya tak sempurna, justru membaik dan jauh lebih menarik. Mungkin sang target kritik akan berterimakasih pada musuhnya ini.

Niat ingin menjatuhkan tapi malah semakin terpuruk dan gak dapat hasil apa-apa. Jadi, hati-hati saat mengkritik yah. Atau kamu akan terbuang seperti amplas yang gak berguna heehhehe… Okay terimakasih. Ini isi pikiranku.

Category: Aku
  • dinikopi says:

    Hahahaa, setujuuu. Yang pengkritik cuma dapet sia-sia, sedangkan kita yang diamplas, jadi makin kece :D

    February 19, 2013 at 1:18 am
  • ayu emiliandini says:

    dinikopi :

    Hahahaa, setujuuu. Yang pengkritik cuma dapet sia-sia, sedangkan kita yang diamplas, jadi makin kece

    yoi cuiy ehehhehe mulutmu harimau mu hahaha

    February 19, 2013 at 5:55 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 * 7?