Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Jatim Park 2 (Secret Zoo) #6

Cikicik.. Cikicik… Cikicik… Dua bocah ilang ini sedang berjalan semut bersama pengunjung lain. Kalau dilihat-lihat, ini ada rombongan dari mana ya? Kaos yang dipakai bisa sama semua begini. Yaudah deh ikutan melipir bersama lautan kaos biru.

Untung tadi kami lebih dulu berpetualang di museum. Lirik jam tangan. Jam 11 lebih sedikit. Secret Zoo baru di buka setelah jam 11 pagi. Bagus deh, jadi kami datang di saat yang tepat.

Wuih rame banget.

Sempat lirik sana-sini. Memastikan kalau kami gak salah pintu masuk. Sepertinya kami berada di pintu masuk yang tepat. Lautan manusia berkaos biru itu juga memakai warna gelang yang sama dengan aku dan Rahmat.  Clingak-clinguk masih tetap kami lakukan, cuman kali ini sudah lebih profesional. Jadi tampang blo’on sudah luntur berjalan dengan waktu, tssaaahh…

Eh tapi aku punya sesuatu nih. Hasil clingak-clinguk di kerumunan manusia. Walaupun sempat tenggelam sekejap. Ya kali badan gak nyam 160 cm ini bisa mencuat dari permukaan.

Ada patung jerapah bermuka koplak dengan leher melintir kemana-mana.

Ada ranting berbentuk hewan berkaki empat. Kalau dia makan rumput hhmmm kuda?

Masa-masa dalam antrian berakhir sudah. Yipiiii… Berhambur menuju jalan masuk, masih bersama rombongan ranger biru. Entah kapan aku bisa lepas dari kerumunan ini. Perkara rombongan biru lupakan saja lah, soalnya aku baru aja menemukan tikus raksasa yang hobi berenang. Sekilas mirip berang-berang, cuman warnanya aja abu-abu.

Tikus montok hehehee

Selangkah, dua langkah, tiga langkah dan berhenti. Itu ada iguana. Wow.

Warnanya gahar men.

Baiklah, perjalanan masih harus berlanjut. Mungkin aku gak sempet motretin semua satwa di sini. Kalau sibuk motret, kapan aku bisa menikmati suasana? Hehehe… Dan lagi masalah motret objek bergerak spontan seperti ini, harus berkutat dengan momen hhmmm sama aja harus nunggu sampai dapat pose yang pas. Ya kali aku punya banyak waktu. Ini jam pasir masih terus berdesir risih.

Masih dengan interior berefek kayu. Biar matching sama rumah kayu kali yah.

Baiklah, mau tau aku lihat apa aja disana? Ini dia…

Ni ada primata gondrong berbulu putih dan cokelat…

Yang ini primata bermata stereo ahahaah… Serius amat sih nyet.

Mammm mammm maamm… Ada kura-kura raksasa yang mulai ompong.

Heiii Lama face.. aha ahaaa…

Kemudian aku juga lihat berang-berang air lagi berenang di kolam kaca. Bener-bener bisa berenang loh. Malah sangking hebat berenang, mereka lebih mirip menari di air ketimbang berenang. Badannya meliuk-liuk seperti gak bertulang. Aiiihhh bikin iri.

Ada berang-berang air lagi asik berenang. Kali ini aku gak dapet momen yang pas. malah motret buntutnya.

Aku juga lihat ada patung dari gumpalan kawat yang touching banget.

Simbol keluarga yang sedang menghabiskan quality time mereka

Gak itu aja. Aku juga lihat kecebong bertato ulir-ulir hijau di perutnya. Aslinya geli sih ngeliat kecebong berenang uglik-uglik di air, tapi bentuk mereka ini memang unik.

Itu dia si kecebong

Kalau diperhatikan, ulir hijau itu lebih mirip cam jempol manusia yah… Hahaha lucu juga

Ada perbedaan dalam hidup berdampingan yang mengingatkan aku tentang indahnya bertoleransi.

Bebek, angsa, berang-berang air dan ikan yang hidup dalam satu ekosistem. Damai itu indah yah

Pernah lihat bebek bertandung di atas paruh? Aku udah dong.

Takjub deh, difoto sedekat inim si bebek tetep anteng. Biasa di potret yah. Dasar ngartis.

Kemudian kaki seksi para flamingo juga menarik perhatianku. Cantik banget siih buruh yang satu ini.

Si bangau unyu. Pinky

Kalau dilihat-lihat, sepertinya jalan yang menuntun langkahku ini mengarah ke area aquarium di lantai bawah. Yeah… Kalau di Muesum Satwa aku cuma bisa lihat replika, sekarang aku bisa lihat makhluk air hidup-hidup ehehehe… Ada apa disana?

Katak albino. Widiihh serem juga. Sekarang aku paham kenapa katak dan kodok itu berbeda. Coba lihat tangan dan kakinya.

 

Masih tentang albino. Kali ini ada si monster lucu, Salamander.

Biasanya mereka ini sejenis one tone colour. Sekarang kenapa bisa totol-totol begini yah?

Jangan asal pegang kaca aquariumnya, atau keretrum ditempat hehehe

Ini mukanya mirip nenek-nenek ompong hahahaha

Aku lupa nama ikan ini. Yang pasti, warna cerahnya sukses menarik perhatianku. Bibir manyunnya juga bikin ngakak.

Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa dilihat di sini. Yah, seperti yang sudah aku bilang sebelum. Kalau aku motretin semua makhluk seantero Secret Zoo, kapan aku bisa menikmati suasana. Lagi-lagi teringan denting jam tangan yang cukup meresahkan.

Di sesi aquarium ini terdiri dari makhluk-makhluk lucu yang hidup di air asin dan air payau. Sesekali aku teringat masa-masa bersnorkeling ria di taman nasional komodo beberapa bulan lalu. Ada ikan Nemo, si biru Dorry dan Blacktape baby shark. Rasa puas pasti ada, karena aku sudah pernah lihat ikan-ikan ini langsung dari habitatnya. Ini bikin aku senyum-senyum sendiri. Aku beruntung juga yah.

Kaki masih terus melangkah. Ni tempat luas banget deh yah. Sempet liat ada tante-tante yang pake heels dan wedges. Kadang jadi sensi sendiri. Itu kaki gak keseleo apa yah?

Hingga akhirnya aku bertemu dengan burung-burung cantik ini. Aku pikir mereka akan terbang menjauh kalau aku dekati Tangan jahil mendarat di atas kepala kakak tua, sepertinya burung ini menikmati pijatan jari telunjukku.

Burung kakak tua yang pintar

Bisa kepikiran ngisein burung kakak tua itu sebenarnya sembari menunggu giliran. Untuk berfoto dengan burung betet ini harus rela menunggu. Fansnya banyak juga yah.

Pertama, kaki si burung bikin geli bahu. Kedua, burung ini juga mematuk kacamataku. Ketiga, muka jelek buat burung nakal.

Lama-lama penasaran juga sama jalan keluar. Kok gak nyampe-nyampe yah? Tadinya pengen cepet-cepet keluar. Aku sudah mulai bosan. Tapi sepertinya Rahmat justru baru menemukan objek yang menarik perhatiannya.

Ni anak ngeliatin apaan sih?

Si gagah harimau Sumatera. Pantesan si Rahmat mendadak gak mau beranjak dari tempatnya melongo.

Apa lagi bisa mantengin harimau putih dengan jarak sedekat ini. Si bocah gak mau pulang kayaknya.

Waktuku semakin menipis. Jadi mau gak mau, bocah ini harus bergeser tempatnya terpukau. Mending aku ngamuk atau aku ketinggalan kereta? Hahaha ancaman datang.

Tapi lagi-lagi aku harus ngalah. Kenapa?

Ada sepasang singa lagi berjemur.

Hei they’re looking at me!!

Gak lama setelah aku sadar ada dua pasang mata singa menatap aku, Rahmat teriak setengah histeris dari sampingku. Spontan ikutan noleh. Heeiiii!!! Ternyata si Rahmat lagi tatap muka sama anak singa yang nangkring tepat di samping Rahmat.

“Huuaaaaaaa ada anak singaaaaa…”

Hihihi agak deg-degan sih tapi anak singa lucu juga yah.

Tadinya pengen berfoto sama anak singa ini, tapi dari dua orang pawang yang mendampingi anak singa ini bilang kalau kondisi anak singa sedang dalam keadaan setengah jinak. Wah?!?!?

Batal berfoto sama anak singa deh. Karena aku harus pulang. Ini sudah jam 1 siang. Baiklah, harus kembali ke Malang

Category: #NgalamTrip
  • dinikopi says:

    Paraaaah ini tempat luas banget. Dan kalo lo baru sampe sini Yu, lo bahkan belum setengahnya. Gilaaaak, gw kepengen kesana lagiii :3

    February 19, 2013 at 2:27 am
  • ayu emiliandini says:

    dinikopi :

    Paraaaah ini tempat luas banget. Dan kalo lo baru sampe sini Yu, lo bahkan belum setengahnya. Gilaaaak, gw kepengen kesana lagiii :3

    iyah pengen-pengen lagi ahahhaaa… sama pacar asik nih din ahhahaa

    February 19, 2013 at 6:11 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 in addition to 3?