Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Rabu Pagi, 20 Februari #3

Ini dia. Belum apa-apa sudah bulan februari aja. Proposal gimana nih? Proposal tugas akhir? Haiyaiyaiyayyy… (gigitin ujung bantal). Eits! Sebentar. Besok tanggal 20 februari yah?

Seperti mahasiswa pada umumnya. Selembar schedule board di atas dinding jadi pemandangan wajib ketika pertama kali memasuki ruang segala atmosfer ini. Kamar. Tempat untuk tidur, nonton, makan, masak nasi, mikir, nulis, sampai rungsing sambil salto di atas puzzle carpet. Katakanlah kamar paling functional sedunia.

Schedule board biru dan coretan spidol berbagai warna. Alasannya simple, biar eye catching dan gak jadi lupa. Baiklah! Besok tanggal 20 Februari dan hhhmmm… Nampak ada tulisan. Mata minus sekian ini tidak sedang bersama partner kerjanya (re: kacamata), jadi aku harus berjalan mendekat.

“Kelas Inspirasi”

Tulisan mungil dengan spidol ungu tepat di kotak tanggal 20 Februari 2013.

Aku manggut-manggut sendiri. Bukan paham atau bagaimana. Besok aku sudah harus hidup dari dreamland sebelum jam 6 pagi, secara jam setengah tujuh sudah harus standby di SD Sindang Sari 5. Manggut-manggut sambil menyusun pertanyaan.

Gimana caranya bisa bangun pagi yah? Pergi ke sana pake apa? Eh iyah, sepeda motornya Amal bisa dipinjam sehari gak yah? Klo ternyata si scoopy ungunya Amal gak bisa dipinjam, aku pergi naik apa? Jam 6 pagi sudah ada taxi? Aduh jangan taxi deh, ini kan akhir bulan. Bentar-bentar… Si Amal musti di bbm dulu nih. Masalah kendaraan mah gampang deh. Tapi besok bisa bangun pagi gak?!?!?!! 

Kembali ke pertanyaan klasik bagi mahasiswa tingkat akhir yang cuma punya satu mata kuliah dalam seminggu. Selebihnya menyusun proposal tugas akhir yang kadang on fire kadang semangat melempem.

Matikan lampu kamar, baca doa sebelum tidur, tarik selimut, “Besok pasti bisa bangun pagi!!!”, sambil tepuk bantal tiga kali. Aku gak tau ini bakal manjur atau gak, minimal aku sudah bersugesti. Dua alarm kadang masih gak mempan.

***

Pidiiip!!! Pidiiipp!! Pidiiipp!!!

Itu bunyi alarm. Aaahhh masih ngantuk. Hei!! Kelas Inspirasi!!!

Sepasang mata penuh lem gaib punya daya luar biasa. Kelopak mata yang melesat dari pengaitnya. Langsung melek gak pake kedip-kedip cantik. Kerasa keluh sedikit, ternyata bola mataku sedang dalam keadaan kering. Terpaksa kedip-kedip juga. Gak pake cantik, secara aku bukan sleeping beauty.

Jam 5 lewat sekian menit. Jam berbentuk kubus berlayar di atas meja tv. Sekali tekan lampunya nyala, jadi deretan angka digitalnya lumayan terbaca. Mata minus sekian ini yang males mengeja dua angka di belakangnya.

Jam 6 harus sudah berangkat dari kosan. Jam setengah tujuh sudah nangkring di SD. Sebelum masuk kelas, inspirator harus di foto dulu. Oh ya ampun berarti harus mandi sekarang!!! Nah iyah!! Shalat subuh.

Ini dia. Berawal dari mengabsen kegiatan yang harus aku lakukan di dalam pikiran alam bawah sadar sambil guling-guling di kasur.Nyata nya ini lebih ampuh dari jam waker.

Buka pintu. Ambil handuk. Masuk kamar mandi. Yaaaaiiiyyy!!!!! Airnya dingin banget!

***

“Sudah di depan.”

Itu bbm dari Amal. Teman sekelasku. Awalnya aku mau pinjam si violet scoopy supaya aku bisa datang ke SD Sindang Sari dengan on time. Ternyata Amal punya urusan di Cimahi, alhasil motornya di pake buat meluncur ke sana. Untungnya Amal masih berbaik hati mengantar sampai SD. Satu catatan, aku yang bawa motornya. Okey deh.

FYI guys. Selang dua hari setelah briefing Kelas Inspirasi aku bersama rekan dokumentatorku (mbak Fitri) sudah mulai survei lokasi SD Sindang Sari 5. Karena belum tau jalan, kami menelusuri Jl. Parakan Saat dari Jl. Soekarno-Hatta. Ternyata jauh banget. Berbekal tanya orang-orang yang kami temui di jalan, akhirnya ketemu juga ni SD. Tapi kalau dilihat-lihat dari peta, ada satu jalan yang bisa nembus sampai Antapani.

Survei kedua aku lakukan beberapa jam setelah survei pertama. Pake motornya Amal, beserta si Amal sendiri hahahaaa… Karena aku buta arah, jadi aku bertekat untuk menghafal jalur dari kosan – Antapani – SD Sindang Sari 5. Dan dari sini pula ide untuk meminjam motor Amal terbit perlahan dari ubun-ubun. Ting!!! Hingga akhirnya aku menemukan jalur terdekat menuju lokasi Kelas Inpirasi hahahahaa… (tawa bahagia). Mulai dari Suci – Jl. Katamso – Cicadas – Antapani – Jl. Kuningan – Jl. Parakan Saat – SD Sindang Sari 5. Cerdas kan aku hihihi…

Kembali ke leptop!!! Pemirsa.. Pepemimirsa.. Pemirsa.. Saatnya ngebut bersama Amal dan motornya. Sempat khawatir kalau-kalau aku lupa jalan menuju SD. Kecerdasan visualku memang tiada tara deh, cukup lihat suasana jalan sudah langsung ingat lagi ehehhee…

Ngebut jam 6 pagi di Bandung. Untung jaket parasut National Geographic ku ini memang jaket segala medan bah. Hawa dingin mental seketika. Disamping itu juga, ni jaket matching banget buat ngebut. Terkesan cewe gagah gimana gitu yah ahahhaa,,,

Singkat cerita. Akhirnya tetep sampai juga di SD tujuan. Walopun sempat keterusan dan harus putar jalan, untung jalanan sepi jadi bisa muter sesuka hati. Dan untung juga gak macet.

Mau tau gimana SD Sindang Sari 5 berikut para inspiratornya? Aku pasti cerita tapi setelah jeda iklan berikut ini yaak yaak eeeeeeee….

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 in addition to 6?