Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Sore

Aku suka sore. Dimanapun. Langit Bandung kala itu. Semerbak khas angin sejuk kota Bandung. Menghantam bersama laju sepeda motor di atas fly over. 

Aku suka terang. Langitnya benderang. Tanganku juga terang. Bersama jaket merah maroon ikut benderang. Seantero kota Bandung aku lihat terang. Agak linu di pelupuk mata. Ternyata silau. Ingin mengatup tapi aku pilih enggan. Rela meresapkan sore dalam senyum. Sore ini akhirnya bisa. Seperti terisi lagi. Otakku berjalan. Senangnya. Walau paham, aku kembali harus berguling, merangkak, berdiri lalu berjalan. Mungkin tertatih. Tak apalah. Indahnya proses.

Aku suka cerah. Sore itu langitnya cerah. Birunya menyala. Kalau aku bisa tinggikan telapak tangan. Katakanlah aku menyapa. Memejamkan mata dan merasa dari pelupuk mata terbenam. Sore ini hangat. Panasnya sudah pecah tadi siang. Sore itu tinggal sisa yang paling menyenangkan. Panasnya cair dan bernetral dengan angin gunung. Angin sejuk. Bertemu panas jadi hangat. Aku sangat suka.

Aku lihat sekitar. Aku lihat langit. Aku lihat tangan dan punggung jaket merah maroon. Di atas sepeda motor yang sedang menyerbu jalan aspal di atas fly over. Di atas kepalaku ada langit sore. Bukan senja yang kemerahan dari semburat matahari sayu.

Ini sore cerah. Aku senang. Aku membuka. Terbuka. Terisi. Menulis lagi dengan isi. Tapi dengan satu syarat. Aku harus menulis dengan senyum. Seperti ini :). Ya seperti itu. Senyum menggerakkan hati senang. Menulislah aku.

Bandung dikala sore. Besok jangan hujan yah.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 7 in addition to 7?