Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga

Bahagiamu, bahagiaku pasti

Berbagi, takdir kita selalu

Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku

Membuktikan kepadamu ada cinta yang nyata

Setia hadir setiap hari

Tak tega biarkan kau sendiri

Meski sering kali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat

Terkadang malaikat tak bersayap,

Tak cemerlang, tak rupawan

Namun kasih ini, silakan kau adu

Malaikat juga tahu

Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam

Oleh pacar impian, tetapi kesempatan

Untukku yang mungkin tak sempurna

Tapi siap untuk diuji

Kupercaya diri, cintakulah yang sejati

Namun kau tak lihat

Terkadang malaikat tak bersayap,

Tak cemerlang, tak rupawan

Namun kasih ini, silakan kau adu

Malaikat juga tahu

Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani

Dan kau s’lalu bercanda andai wajahku diganti

Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun kau tak lihat

Terkadang malaikat tak bersayap,

Tak cemerlang, tak rupawan

Namun kasih ini, silakan kau adu

Malaikat juga tahu

Siapa yang jadi juaranya

****************************

“Bagi kamu, pasti ini terdengar aneh. Mereka dua-duanya anak Bunda. Tapi kalau ditanya, siapa yang bisa mencintai kamu paling tulus, Bunda akan menjagokan Abang.”

“Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Adiknya bisa cinta sama kamu, tapi kalau kalian putus, dia dengan gampang cari lagi. Tapi Abang tidak mungkin cari yang lain. Dia cinta sama kamu tanpa pilihan. Seumur hidupnya.”

“Tapi… Bunda bukan malaikat yang bisa baca pikiran orang. Bunda tidak bisa bilang siapa yang lebih sayang sama saya. Tidak akan ada yang pernah tahu.”

“Dia tidak bodoh.”

“Bunda, saya tahu dia tidak bodoh.”

“Dia akan segera tahu kalian berpacaran.”

“Mami, lebih baik dia tahu sekarang daripada nanti setelah kami menikah.”

“Bagi Abangmu, apa bedanya sekarang dan nanti?”

“Kami tidak mungkin sembunyi-sembunyi seumur hidup!”

“Kalau perlu, kalian harus sembunyi-sembunyi seumur hidup!”

“Ini tidak adil. Ini tidak masuk akal…”

“Jangan bicara soal adil dan masuk akal. Aturan kamu, aturan kita, tidak berlaku bagi dia…”

Category: Rectoverso

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What color is fresh snow?