Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Angan Punya Sejarahnya Sendiri

Kemarin itu sejarah pikiran. Aku yang buat sendiri. Jadi kejadiannya itu gak dramatis. Hati saja yang buat jadi seperti air yang punya aranya sendiri. Terus otak yang gak sedang berseteru. Berkedok sugesti. Hadirlah dia. Sejarah angan. Ceritanya aku yang buat sendiri.

Sehari setelah kemarin. Aku jalan nekad. Sendiri. Angan bermain-main dengan bunga tidur dan alam bawah sadar. Otak. Hebatnya dia. Sarafnya menggerakkan sekujur badan.

Berorgan. Bernafas. Berkeringat. Berangan-angan tentunya. Jadi bagaimana? Berjalanlah badan yang nekad, nyaris tak bersahaja dalam perjalanan.

Sehari setelah kemarin. Masih sama. Satu hari tapi gak satu hati. Angan-anganku bisa bentrok. Kalau biasanya dia melayang tanpa menyesakkan rongga pikiran. Yah itu, bentrok.

Tekanan satu, tekanan dua, berdentum. Jadi bagaimana? Pikiran sesak. Tapi saraf tetap bekerja dengan cukup sempurna. Memangnya mau membohongi siapa?

Kemudian angan berteman dengan keteraturan kententuan hidup. Berpola. Benar karena biasa.

Angan. Setelah ini kau harus terbiasa dengan mata. Melihat warna. Dengan telinga. Menyimak kilat. Dengan kulit mengkerut. Dengan nafas. Dinginkan bara.

Tapi, angan. Senekad-nekadnya kau menyatu dengan bebuyutan bergelombang dalam tengkorak. Tolong nikmati tealitanya. Rasakan hambarnya bumbu yang disebar sama rata. Sama konsentrasi. Minimal ada indahnya. Biar sebentar. Biar!

Sekarang aku mau memuji anganku. Selain bodoh sedikit, tapi dia ikhlas. Jadi bagaimana? Dia tetap punya sejarahnya sendiri.

Category: Serpihan Kaca
Tag:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What color is a typical spring leaf?