Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Rekam #13

Bilik mungil. Tak banyak ornamen. Sekedar tempat tidur single, satu set meja belajar dan lemari pakaian. Selebihnya biar dinding polos yang berwarna. Dulu putih polos biasa. Kemudian ia bujuk rayu sang ayah agar putih boleh berisi warna lain. Beruntung darah seni memang mengalir darinya. Dan sejak saat itu, Naya tak pernah keluar kamar selama hampir sebulan. Sepulang sekolah, masuk kamar sebentar untuk berganti baju lalu makan siang, kemudian masuk kamar lagi sampai esok pagi. Alhasil, dinding putih berbagi kekuasaan dengan warna lain.  Continue reading

Pagiku #11

Pidiiip… Pidiipp… Pidiiip… Pidiiip…

Melengking dengan ketukan teratur. Lengkingannya sampai ke telinga Naya. Posisi tidur menyamping dengan tangan kiri jadi alas kepala. Belum apa-apa lengkingan itu akan lebih dulu menjentik telinganya. Dirinya tersentak. Alam bawah sadar beserta mimpi seketika jatuh bersama gravitasi. Masuk lagi ke dalam kepala. Sepasang pelupuk yang tadi tertutup harus beradu dengan lengketnya kelopak mata. Tubuhnya masih ingin tidur. Continue reading

Gelang Cokelat (Saksi) #9

Tak ada yang tak larut dalam keceriaan. Ada satu kelompok putra yang sibuk memalu beberapa titik di sekitar tenda. Ada paku sekaligus pengait yang ditanam erat ke dalam tanah agar tenda tidak rubuh. Sebagian lagi ada yang sibuk berdiskusi tentang posisi tidur. Sedikit berselisih karena memperbutkan posisi dekat muka tenda. Alasan agar tak gerah. Lalu Wira beralih pada area kelompok putri. Continue reading

Sejarah Tawa Riang #8

Langit cerah. Birunya segar. Dibasuh semburat sinar matahari bersama kilau keemasan. Secerah nuansa hati Naya bersama seluruh siswa-siswi kelas 2 lainnya. Pagi penuh keceriaan untuk menyambut liburan singkat. Beberapa hari kedepan. Menyambut datangnya minggu Ujian Nasional bagi siswa kelas 3. Tak hanya sekedar 3 hari kosong tanpa kegiatan belajar di sekolah. Ada kegiatan berkemah ke daerah puncak, Bogor. Siapa yang tak riang menyambut indahnya pagi ini. Naya dan beberapa kawan sebaya tak habis tenaga untuk terus tersenyum dan tertawa. Continue reading

Bodoh

Di luar sana hujan. Ada air yang berderai pecah dari gumpalan embun, awan. Mendinginkan segala yang sempat memanas karena infra merah sinar matahari. Sudah jadi rahasia umum. Ultra violet yang datang, kembali ke selimut bumi yang tebalnya ada tujuh lapis, lalu berkelok lagi hantam segala yanga ada di muka tanah. Sesaat kemudian dihantam lagi dengan hujan pecah bersama petir. Seperti awan melewati proses retak sebelum air di dalamnya tumpah. Continue reading