Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Juni – Juli – Agustus

Tiga bulan aku habiskan di Balikpapan.

Untuk menyelesaikan satu kewajiban akademik, tuntutan kampus. Untuk membahasakan observasi 11 hari kerja ke dalam presentasi dan laporan kerja praktek. Walau sempat terkaget-kaget, ketika keselamatan kerja berubah haluan jadi efisiensi energi. Tapi toh aku bisa lalui dengan baik.

trio HSE OJT Oops haahhaa

me & my desk

my final presentation

pertanyaan datang dari mbak Irma

my slide

(dari kiri) mbak Irma, aku, ibu Dian, Afifa, mbak Ati, ibu Sito, mbak Amanda. Me (ojt), Afifa (ojt), & HSE Divission

 

Untuk habiskan cerita dengan teman baru. Mahasiswa berniat sama di perusahaan yang sama. Walaupun kenyataannya aku setahun lebih tua dari mereka hahahaa… Gak masalah, berasa muda.

Pelabuhan Semayang Balikpapan. Katanya mau naik speed boat. Depan kiri-kanan (danses, didi, gita, afifa, nina). belakang kiri-kanan (dimo, ozi, aku, corel, eli, anin, aha, sasa, opi, uti)

beneran ngebut dan back light

sampailah kami di Kabupaten Penajam Paser Utara. Ada apa disana? Gak ada apa-apa!!!

Berfoto di pelabuhan Paser sajalah. Sebentar aku mau absen dulu. Dari depan (kiri-kanan) Uti, Nina & Sasa. Belakang (kiri-kanan) Opi, Eli, Didi, Anin, Afifa, Aha, Aku, & Corel

ketika pun tetap aaaaaaaaaa gilaaakkk ngebut banget. dari kiri (opik, sasa, anin, aku)

sedang memastikan boat masih di atas air. belum bener-bener terbang

OJT Breaking Fast di rumah Pak Zul

 

Untuk berkumpul keluarga. Untuk memaknai Ramadhan sebagai anak rumahan.

Untuk menghirup udara sore yang punya beban lebih penuh. Hangat sekaligus lembab. Untuk menyerap energi tempat segala aliran air berpulang, laut. Untuk menggerutu setiap kali panas matahari sudah sampai tahap kurang ajar. Untung melepas kangen dengan pantai.

Pantai Kemala

bukan pantai pink atau pasir putih. dia cokelat

Realy miss this place

step on them

see with my glasses

Sebelum masa OJT Anin berakhir. Pulau Babi waktu tengah siang dan surut.

Step on Babi Island (kalimat maksa!!)

 

Untuk ikut kecipratan budaya ceremonial ketika ada yang ulang tahun, naik pangkat, atau baru pulang dari luar negeri. Aku paling ingat kepiting soka dan buncis tepung yang paling enak waktu itu. Untuk ikut tertawa setiap kali ada obrolan di kantor tentang perkembangan anak pertama yang mulai kritis. Anak co-mentor ku, ibu Sito. Untuk melirik ke meja di samping dispenser, ada cemilan apa hari ini. Untuk terlibat dalam forum luar biasa, aku mendadak jadi invitation operator by phone.

(kiri) aku, mugi dan atiq. (kanan) aku, mugi dan afi

PPE model with Afifa

Untuk bertukar pikiran dengan orang-orang hebat di General Services. Ada mbak Zima yang ceriwis, ada mbak Prima yang pernah penasaran tentang makanan khas Bandung, colenak, ada bang Jalal yang diam-diam menyimpan perjalanan hidup jatuh bangun (tapi toh dia sudah berhasil bekerja di perusahaan hebat ini), ada Pak Gita yang mencalonkan diri jadi calon legislatif Balikpapan, ada pak Emir yang sering meeting dengan expatriate masalah home stay dan keperluan housing (termasuk hobinya mentraktir tahu isi baso favorit orang-orang se-divisi), ada pak Superman yang selalu on time, ada pak Anton berperawakan ceria sekaligus ramah (sayang beliau gak hadir di final presentationku) dan pak Aan sebagai hhhmmm…. Co-mentor kedua setelah bu Sito.

Yang pasti untuk menyelesaikan proses hidup. Proses yang selalu meningkat, sejalan dengan kapasitas individu. Aku khususnya.

Category: Uncategorized

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 2 * 6?