Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Ia adalah Ikhlas

Dia sering hadir jika ada yang terluka atau sedang tertimpa musibah.

Ketika seseorang sedang berurai air mata ,maka satu tangan hangat membelai punggungnya sambil berkata, “Kamu harus ikhlas menerima semua ini.” Sedangkan Ia yang meratap,  semakin ingin merintih kencang. Belaian di punggung dirasa sangat nyaman untuk bersedu-sedan.

Ketika sepasang mata bundar memelototi setiap baris nama di daftar penerimaan beasiswa. Hingga nomor terakhir tak ia dapati namanya tertera disana. Kemudian ia bergulir pada seorang teman sekelas yang berjingkat girang tepat disisinya. Saat bertatap mata, keceriaan teman sekelasnyanya meredup. Paham bahwa mereka sedang berbeda nasib. Sang teman sekelas menghampiri sambil menepuk bahu kemudian betanya, “Kamu gak apa-apa?”. Dengan senyum seadanya ia menjawab, “Gak apa-apa, apapun hasilnya aku sudah ikhlas.”

Ketika langkah terhenti saat selasang lengan menahan dari belakang. Kaki sudah terendam air laut hingga lutut. Tatapan kosong melayang menghampiri cakrawala di depan sana, sedangkan lengan di depan dada mendekap erat. Alih-alih berjalan maju. Ombak dari depan juga menghantam mundur tubuh nyaris rapuh tertimpa duka. “Jangan seperti ini, Jane. Dia memang sudah dipanggil. Ikhlaskan dia pergi. Jangan kamu yang menutup usia dengan bunuh diri seperti ini. Lepaskan dia, Jane. Ikhlaskan dia.” Sentak pemilih sepasang lengan kokoh yang berhasil menyeret tubuh ringkih hingga bibir pantai. Seolah bicara percuma, sepasang mata Jane kehilangan ruhnya. Kosong.

Membuktikan betapa ia begitu mudah untuk diucapkan. Tanpa beban ia terlontar.

Kenyataanya ia tak pernah semudah yang diucap dan dilontarkan.

Ia butuh tahap. Semakin kuat maka akan semakin dekat dengannya, dengan sang ikhlas.

Ia butuh kesadaran. Kadang harus terpuruk dulu kemudian menganalisa dan menimbang-nimbang hingga menemukan titik itu. Titik untuk sadar.

Ia butuh pengakuan. Percaya bahwa segala siklus dan fenomena semesta tak lepas dari sebuah tangan ajaib tak kasat mata yang selalu paham dengan keadaan setiap umatNya. Percaya padaNya. Ia Luar Biasa Maha Mengerti Melebihi Apapun di Alam Semesta. Akuilah bahwa segalanya memang sudah sesuai dengan yang telah digariskan. Aku tahu, ini tahap yang tidak mudah, namun bukan berarti enggan dicapai.

Dan yang terakhir, ia butuh diterima. Semakin kuat bertahan, semakin banyak sadar, semakin besar keyakinan akan kekuasaan Tuhan, maka ia akan menghampirimu. Untuk menenangkan jiwamu. Untuk melapangkan hatimu. Untuk memuliakan doa-doamu. Untuk meringankan langkahmu. Untuk memperkuat jiwa ragamu.

Aku tak cukup berani berucap tentangnya. Bagiku ia terlalu tinggi walau sedang berupaya kuraih.

Category: Uncategorized
Tag:
  • suryohapsoro says:

    aku suka kalimat ini : “Semakin kuat maka akan semakin dekat dengannya, dengan sang ikhlas.”
    setuju berat!
    itu kenapa orang ikhlas selalu bikin orang lain respect. karena orang lain tau kalau dia kuat

    September 24, 2013 at 8:24 pm
  • ayu emiliandini says:

    suryohapsoro :

    aku suka kalimat ini : “Semakin kuat maka akan semakin dekat dengannya, dengan sang ikhlas.”
    setuju berat!
    itu kenapa orang ikhlas selalu bikin orang lain respect. karena orang lain tau kalau dia kuat

    hahhaha bisa juga…

    September 24, 2013 at 9:59 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 7 + 9?