Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Wahana Pertama #3

Gak perlu stimulus semangat di kelas orientasi deh, dari Bandung udah terlalu semangat sampai mencak-mencak waktu hampir ketinggalan travel hahaha… Saat baru akan masuk ke dalam hall, aku dapat kartu kecil yang isinya nama wahana pertama yang akan aku datangi. Dan.. dan… ini memang wahana inceranku dari awal. Pas banget.

Maaf agak blur ini pemirsah.

Yeah!! Mari berkemas-kemas buku untuk adik-adik unyu di luar sana.

Begitu aku masuk ke dalam hall. Alamak!!!! Ini gede banget, kakak-kakak panitia relawan bertebaran dimana-mana dengan kesibukannya masing-masing. Aku sempet salah fokus sama black stage yang ternyata itu panggung pemantau situasi (watch tower). Jadi ada satu kakak panitia yang berdiri disana sambil memperhatikan sekitar. Ada handy talky di tangan dan keliatan super sibuk. Aku pikir panggung Caesar ahhahaaaa…

Sedangkan relawan lain (macam aku ini) juga sudah memenuhi setiap wahana. Termasuk kotak cakrawala ini. Aku bahkan sudah siap sedia gunting super gagah dan lakban hitam perkasa untuk wahana yang satu ini. Sengaja bawa dari kosan (niat banget). Tapi aku turut kecewa, karena antrian terlalu panjang dan disarankan untuk melipir ke wahana lain dulu. Yaahh…

Antrian menuju kotak cakrawala. hedon, rame banget.

Baiklah… Enaknya melipir kemana yah? Aku justru lebih milih muter-muter dulu deh. Celingukan bareng Teh Suci sampai ke lantai bawah. Niatnya sih sekalian mencari dua teman hyperactive yang kabarnya jadi panitia relawan festivalGIM. #sing kiri~ kanan~ kulihat saja~ banyak para relawaaann~~ kiri~ kanan~ kulihat saja~ baa–

“Nah! Itu dia mas Johan!”

Berseru sambil nunjuk keberadaan mas Johan di wahanan Surat Semangan untuk Guru dan Kepala Sekolah.

“Iya itu Johan”

Teh Suci menyahut seadanya.

Emang bener itu mas Jo. Trus kenapa? Hehehehee… Lagian doski nampak hectic dengan kerjaannya. Niat hati pengen nyapa ditunda dulu deh.

Siapa mas Johan? Hehehe sebut saja dia Mojojojo #abaikan! Ini dia salah satu dari dua teman hyperactive sekaligus informan handal tentang segala informasi tentang segala jenis event Indonesia Mengajar. Mulai dari kelas inspirasi sampai festivalGIM ini aku tahu dari mas Johan.

Tinggalkan dulu sajalah mas Jo. Aku dan teh Suci kembali melipir ke lantai atas dan sudah memutuskan wahana pertama yang akan kami kunjungi. Ini diaaaa~~~

Mari menulis surat

Sebagai warga negara yang baik, mari mengantri.

Sampai di gerbang wahana, aku harus ngambil selembar kartu secara random di dalam fish bowl. Ternyata di dalam kartu itu terdapan alamat sekolah yang akan jadi tujuan surat semangatku mendarat. Kemudian aku terima selembar kertas warna kuning dan papan scaner sebagai alas.

Aku memang udah kepalang semangat bahkan sebelum berangkat ke Jakarta, jadi segala jenis alat tulis warna-warni dan foto diri udah disiapin dari Bandung. Niat banget yeh.

Aku sempat tanya ke kakak panitia, ternyata Muara Enim itu terletak di Sumatera Barat. Wah, baru denger tuh

Mikir keras, men.

Begitu habis topik menulis, aku sempat celingukan melihat sekitar. Ternyata di sekeliling wahana, ada semacam “jemuran inspirasi”. Jadi ada beberapa foto profil teman-teman kecil si penerima suratku nanti dan foto isi surat oleh para penulis surat semangat sebelumnya.

Ini namanya jemuran inspirasi.

Dan ternyata banyak juga relawan yang ingin mengekstrak semangatnya ke dalam tulisan di dalam surat untuk dikirim ke teman-teman kecil di berbagai sudut terpencil Indonesia.

Gak cuma aku yang nulis sambil mikir keras, yang lain juga hahaha

 

Selesai juga. Dan ini dia hasilnya. Agak random sih isinya, secara aku belum pernah menulis surat atau menulis sesuatu untuk anak kecil. Biasanya juga nulis posting di blog atau buat naskah yah sesuka hati aja. Ada yang ngerti mah bersyukur, banyak yang gagal paham juga yah sudahlah hehehee…

Surat semangat untuk teman kecilku

Semoga suratku bisa mendarat dengan sempurna di Muara Enim. Amin

Aku juga nulis alamat rumahku di balik amplop. Mana tau aku punya sahabat pena dari sana. Seru juga :)

Karena telah menyelesaikan misi di wahana pertama, aku dapat oleh-oleh sticker yang ditempel di name tagku. Brarti semakin banyak wahana yang aku datangi, makin banyak juga sticker yang aku dapat. Wah seru!!

My first sticker, yay!!

Wahana pertama, check!!!! Hhhmmm… Setelah ini aku mau kemana ya??

bersambung

Selamat Pagi Jakarta #2 

Wahana Kedua #4

Category: FestivalGIM

    Pingback/Trackback

    Kaca Mata Saya » Blog Archive » Wahana Kedua #4

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 3 + 8?