Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Kembali ke Bandung #8

Ini agak berat.

Ternyata teh Suci pengen pulang ke Bandung. Mengingat hari sudah hampir sore dan perjalanan dari Ancol ke kosan teh Suci di Semanggi bukan jarak yang dekat. Belum lagi perkara macetnya Jakarta, klasik. 

Waktu di halte Trans Jakarta, handphoneku bergetar lagi. Sepertinya ada telpon masuk. Ternyata bener, kang Ibam nelpon. Begitu selesai rekaman Video Profesi aku langsung bergegas keluar dari hall karena teh Suci sudah menunggu di luar. Gak sempat pamitan.

“Yaudah kalo gitu, ati-ati di jalan ya.” suara Kang Ibam dari seberang sana.

“Makasih ya, kang. Kita ketemu next time.”

“Okey.”

Gak lama kemudian bus  Trans Jakarta datang. Sesampai di kosan teh Suci, langsung berkemas bahkan gak sempat mandi, karena travel yang diorder akan berangkat sekitar magrib. Makan pun curi-curi waktu. Baru ingat kalau dari siang aku dan teh Suci belum makan.

Di pool travel kami berpisah, karena beda tujuan. Travelku turun di Cihampelas sedangkan travel teh Suci di daerah Moh. Toha dan travelku berangkat duluan.

***

Ini bener-bener gila. Hehehe… Dua hari melarikan diri dari kenyataan skripsi dengan semangat berkibar. Bahkan larinya dari ke Jakarta pula. Bukan ke mall atau sekedar ngadem kilat di Lembang. Baru kerasa keram di kaki dan pegal di bahu karena seharian ranselku diem anteng di bahu. Kalau keputusan cuss ke Jakarta itu ide gila, berarti seisi Econvention Hall tadi jauh lebih gila. Giliran menjauh sekian kilometer, badan rasanya mau lebur #tsaahh… Lah trus selama berkutat di FestivalGIM? Boro-boro kerasa cape. Baju basah karena keringat aja udah gak kerasa.

Ini festival gila!!! Keren parah!!! AAaaargghhh #nyakardinding.

Berasa kayak mimpi. Perasaan baru kemarin aku duduk di kursi travel, sekarang udah duduk lagi. Bahkan melewati jalur dan gedung-gedung yang sama. Tapi waktu aku lihat lagi name tag yang duduk manis di dalam ransel, dengan lima sticker menempel manis disana–

Gak!! Aku gak mimpi!!!

Kemudian liat-liat hasil potretan di dalam kamera. Senyum-senyum sendiri. Aku beneran gak lagi mimpi. Tapi ini terlalu singkat #mewek.

Perjalanan ini dikomporin langsung dari dua temen hyperactive yang mendadak kece gak ada matinya dengan kaos hijau dan name tag panitia…

Thank you so much mas Mojo-jojo  a.k.a Johan Tectona :)

Makasih banyak ya mas Dodod a.k.a Doddy Firman Rahmadi

Makasih udah nemenin ya teh Suci Lestari :D

Makasih Trans Jakarta dan mamang sopir taxi ehehhee…

Makasih kakak panitia FestivalGIM.

Yeah ini jadi bukti kalaaauuu~~~

 

Aku gak tahan cuma diem aja!!!!

Semoga bisa bertemu lagi di event Indonesia Mengajar selanjutnya, amin. Semoga skripsi aku juga bisa beres dengan apik, amin.

selesai

Wahana Kelima #7

 

Category: FestivalGIM
  • suryohapsoro says:

    kenapa aku baru tau festivalnya baru setelah baca tulisan ini ya? sial.
    kayaknya seru banget -_-“

    October 7, 2013 at 2:15 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 multiplied by 9?