Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Wahana Kedua #4

Dari 10 wahana, baru beres satu wahana. Hhhmm… tolah-toleh ke kanan dan ke kiri. Gak ada wahana yang sepi dari antrian panjang. Semakin siang, relawan yang datang juga semakin banyak. Kalau aku kelamaan clingukan kayak anak hilang, bisa sampai sore bengong mulu. Baiklah, aku mendekat ke balkon lantai 2. Satu teman hyperactive (mas Johan) sudah ditemukan. Dia berkutat di Surat Semangat untuk Kepala Sekolah. Nah! Yang satu lagi nongkrong di wahana apa ya dia??

Sambil mencari satu teman sekaligus mengamati letak-letak wahana. Sebenarnya sih semua sudah tertera jelas di dalam map. Entah kenapa aku malas melepas lipatan name tag dari dalam plastic cover hehehee…

Di lantai bawah nampak lebih luas dari lantai atas, tapi dari segi wahana lantai bawah lebih sedikit ketimbang wahana di lantai atas. Mungkin karena wahana Aula Indonesia membutuhkan area yang cukup luas.

Tepat di bawah balkon, ada photo booth yang panjangnya bermeter-meter. Tapi aku gak tertarik berfoto disitu. Rame banget. Dari pada bete, background foto justru ketutupan sama relawan lain yang juga pengen berfoto, lebih baik gak usah deh. Masih banyak spot yang lebih oke hehehe..

Ada yang menarik perhatianku disini. Ada big screen di depan Aula Indonesia. Di sana terlihat video call via Skype dengan pengajar muda lengkap dengan murid kecilnya. Berbagi cerita sambil melambaikan tangan. This is very touching. Teruma ketika si teman kecil bercerita tentang perjalanan ke sekolah yang membutuhkan waktu 1 jam dengan berjalan kaki dari rumah. Bukan seperti berjalan di trotoar, melainkan akses jalan yang terjal dan belum ada aspal. Tapi mereka bercerita sambil tersenyum polos. Hhhmm… Tissue mana tissue #mewek.

Akhirnya aku putuskan untuk turun lagi ke lantai bawah. Sekilas aku lihat wahana Kemas-kemas Sains tepat di sisi Aula Indonesia. Seingatku, mas Dodod berkutat disana. Mas Dodod? Ya, itu dia teman hyperactiveku setelah mas Johan yang menjelma jadi panitia relawan FestivalGIM hehehee… Tapi aku baru menerka-nerka, semoga aja sepat bertegur sapa.

***

Yeah! Lagi-lagi mengantri tapi seru. Beberapa kakak panitia ada yang pake jas lab sambil memandu para relawan untuk berkemas-kemas. Aku baru tahu kalau di wahana ini harus berkelompok. Sedangkan aku datang datang sendiri. Teh Suci? Dia keasyikan nulis surat. Tulisannya panjang banget, hampir satu lembar full. Tadinya mau nungguin sampai Teh Suci beres nulis, tapi Teh Suci bilang duluan aja kalau aku mau melipir ke wahana lain. Dan dari sini aku dan Teh Suci akhirnya berpencar deh.

Karena aku datang sendiri, jadi bergabung dengan kelompok yang masih kekurangan orang. Nah, disini aku berkumpul dengan teman baru. Sebelum mulai briefing, kelompokku saling memperkenalkan diri berikut asalnya. Ternyata aku relawan paling jauh, meluncur dari Bandung men \m/.

Setelah itu saat briefing oleh kakak panitia berjas lab. Jadi inget jaman-jaman berkutat di lab beberapa hari sebelum berangkat ke Jakarta. Bedanya, jaslab kakak panitia masih terlihat bersih dan berlengan pendek, sedangkan jaslab ku berlengan panjang (bahkan terlewat panjang karena kebesaran) dan sudah bercampur berbagai serpihan bubuk kimia dan kuman hahahaha….

Kakak ber-jaslab sedang memberi briefing

Ternyata ada beberapa jenis peraga sains yang harus di kemas. Kelompokku kedapatan mengemas peraga Mobil Bertenaga Angin yang terbuat dari styrofoam sebagai badan mobil, selembar kertas kardus yang diberi pola 4 lingkaran sebagai ban mobil, tusuk sate sebagai penyatu badan dan ban mobil, balon sebagai sumber tenaga angin dan kantong plastik sebagai wadah untuk menampung perintilan mobil bertenaga angin ini.

Sebelum berkemas, kelompokku harus “belanja” dulu di Warung Sains. Belanja perintilan Mobil Bertenaga Angin yang nanti akan dibungkus ke dalam plastik transparan dan dikumpulkan ke dalam kotak kardus. Ternyata aku dan kelompokku harus mengemas 20 paket mobil-mobilan. Banyak yah!!!!!

Masi belanja perintilan sains

Setelah semua perlengkapan sudah lengkap, saatnya berkemas :D. Aku kedapatan membuat pola 4 lingkaran di kertas kardus sebagai pola ban mobil. Untung aku bawa spidol warna-warna, jadi pola ban terlihat lebih unyu-unyu dan full colour hahahaa…

Sambil membuat pola, aku juga masih celingukan mencari wujud si mas Dodod. Hhhmm… Dimana dia ya?

Hiruk-pikuk berseliweran di telinga, tapi sepertinya ada sumber suara yang aku kenal. Aksen jawa kental dan… suaranya kok dari belakang yah. Begitu noleh ke belakang–

“Hei mas Dod!!!”

“Eehh di sini kamu ternyata.”

“Jadi dari tadi mas Dod nongkrong di belakang sini?”

“Iya nih aku kan logistik, jadi ini daerah kekuasaanku.”

Sepintas aku lirik “daerah kekuasaan mas Dod”. Emang logistik banget sih. Peralatan dimana-mana dan mas Dod yang hhmmm orang logistik banget haahhaha…

“Mana Suci?” tanya mas Dod.

“Aku sama teh Suc pisah di wahana surat semangat. Aku melipir ke sini dan dia lagi di Keping Pedia.

“Oh gitu…”

Dan percakapan gak berlangsung lama. Kalau aku ngobrol terus, ini pola ban mobil bisa gak beres-beres hahaha… Walaupun harus bikin 20 paket, hitungan menit kelompokku sudah selesai berkemas. Ternyata gak cuma aku yang bersemangat, relawan lain juga demikian. Ohh bukan-bukan. Seluruh relawan seantero Econvention Hall sudah terbakar semangat dan tetap stabil sampai sesiang ini. Keren!!

Selesai sudah misi kedua di wahana Kemas-kemas Sains. Saatnyaaaa??

Foto bersama teman-teman baru. Fyi, cowo di samping aku ini ternyata juga kuliah di Bandung hehehee…

Dan dapat sticker tentunyaaaa…

Yeah!!! Sudah nongkrong 2 sticker di name tag nih. Ternyata Kemas-kemas Sains gak jauh dari wahana Surat Semangat untuk Guru dan Kepala Sekolah. Tempat mas Johan berkutat sebagai panitia. Melipir kesana aahh… Sekalian say hi to mas Mojojojo

Hai mas Mojo. Hihihihi

 

bersambung

Wahana Pertama #3

Wahana Ketiga #5

 

 

Category: FestivalGIM

    Pingback/Trackback

    Kaca Mata Saya » Blog Archive » Wahana Pertama #3

    Pingback/Trackback

    Kaca Mata Saya » Blog Archive » Wahana Ketiga #5

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 * 2?