Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Salah Media atau Salah Kacamata?

“Bicara tentang bangga Indonesia ya. Sebentar, aku matikan tv dulu.” Bergegas ambil remote di atas sofa.

Karena selama tv menyala aku gak akan pernah bisa jawab pertanyaan ini.

“Hei kamu, anak Indonesia kan? Apa kebanggaanmu?”

Setiap jam, setiap pergantian program acara tv. Banyak suara, banyak tokoh dan banyak cerita, tapi pendengaranku terus terarah pada satu jenis polemik.

Tentang keruptor yang gak pernah ada habisnya. Tentang ketidak adilan disana-sini. Tentang pembunuhan dan pemerkosaan dimana-mana. Bahkan perkara perselingkuhan selebritis juga ikut bergema memekakkan telinga. Bermodal sensasi orang bodoh bahkan bisa sampai jadi selebritis tv. Apalah ini semua.

Mungkin om Dedy Cobuzer benar. Kini awak media lebih senang meliput perkara karena lebih laku terjual. Dulu di era tahun 1990-an, beliau mengundang awak media sebagai saksi atas prestasinya di bidang mentalis (atau apalah istilahnya) dan media datang dengan ramainya. Sekarang? Ya itu dia, mungkin gosip biduan dangdut yang merasa tertipu dengan makhluk intelektual jauh lebih “mahal” harganya ketimbang berita tentang prestasi anak bangsa.

Tinggalkan dulu sejenak masalah tv yang sudah “kumatikan”.

Sekarang bilik kamarku sepi. Tapi isi kepalaku ramai. Tetap gak sanggup menjawab pertanyaan diatas. Apa iya harus ku shut down dulu kepalaku baru setelah itu bisa tenang??!!?!

Aku bangkit dari sofa. Menyambar kacamata dan jaket, kemudian berhambur entah kemana. Mungkin udara sedikit menusuk ala pegunungan Kota Bandung sanggup menenangkan kepanikan batin ini. Aku anak Indonesia bahkan aku Beswan, tapi aku butuh embel-embel seribet ini hanya untuk menjawab apa kebanggaanku. Jelas aku panik!!

Ternyata kepanikanku bertambah. Belum apa-apa nafasku sesak karena asap hitam DAMRI yang baru melintas. Terkaget-kaget dengan bunyi klakson dari deretan mobil berdesak-desakan di jalan. Aaaarrggg!!!

Semakin lama aku tertanam di tempat, yang ada aku bisa jadi gila. Satu-satunya keputusan di dalam kepala hanya pergi sejauh-jauhnya. Entah kemana, yang jelas tidak di sini. Sepasang tungkai kecil bertulang seadanya sok kuat membawa badan berlari menjauh.

Menjauhi… Menghindar… Sebentar, menghindar? Aku pergi untuk menghindar? Menghindari pertanyaan yang belum juga sanggup kujawab? Aku menghindar?

Aku tiba-tiba ingin berhenti. Otakku bilang “STOP!” tapi sepasang tungkai kecil ini tak sekilat kinerja neuron dalam sistem saraf. Aku tersandung. Kaki kiri menjegal kaki kanan. Jatuh tersungkur. Menghantam tanah. Sejurus kemudian aku hanya tahu kacamata minusku mencelat entah kemana. Segala yang kulihat sekarang hanya buram.

Sebentar. Kacamata minusku? Kacamata “minus”ku?

Benturan di kepala ternyata menghantam ingatan segar beberapa jam lalu. Tentang kutipan paragraf.

 

Semoga anda memikirkan hal yang positif, semoga anda mengutarakan jawaban dari sudut pandang optimis.

Mengapa harus mengawalinya dari pikiran positif? Mengapa harus melihatnya dari sudut pandang optimis?

Johan Tectona, Beswan Djarum 24

 

Dan ternyata sensasi benturan di kepala hadir bertubi-tubi. Tentang pernyataan teman terdekat.

 

Indonesia itu memprihatinkan bagi mereka yg hobinya pesimis.

Fuad Hasan, Beswan Djarum 27

Hantaman yang setimpal untuk isi kepala yang luar biasa penat. Sedikit memar di pelipisku. Tak masalah, aku masih bisa bangun dan berdiri lagi. Kugapai lensa kacamata “minus”ku yang sudah menjadi kepingan kaca di trotoar.

Sekarang aku paham apa yang selama ini salah. Mungkin sudah saatnya aku memperbaiki kacamataku. Kacamata “minus” yang menuntun penglihatanku dan berbagai tanggapan pesimis terhadap tanah air sendiri.

 ***

“Hei kamu, anak Indonesia kan? Apa kebanggaanmu?”

Tarik nafas. Kembangkan senyum.

“Kebanggaan adalah Indonesia di dalam kacamata positifku.”

Senyumku merekah lebih lebar

“Indonesia di dalam semangat optimisku”

  • fuad says:

    angkat tanganmu untuk Indonesia!

    October 11, 2013 at 9:25 am
  • Rissa Devina says:

    ah kakaaaakkkk :*

    October 11, 2013 at 9:26 am
  • anggyhariyandi says:

    ini like this banget yu!!

    October 11, 2013 at 9:40 am
  • ayu emiliandini says:

    fuad :

    angkat tanganmu untuk Indonesia!

    MERDEKAAAA

    October 11, 2013 at 10:25 am
  • ayu emiliandini says:

    Rissa Devina :

    ah kakaaaakkkk :*

    aahh kamuu~~ #pukulpukulmanja

    October 11, 2013 at 10:25 am
  • ayu emiliandini says:

    anggyhariyandi :

    ini like this banget yu!!

    yow like this yoooo

    October 11, 2013 at 10:26 am
  • yusrini says:

    hiduuuuuuuuuuuuuuup! :D

    October 19, 2013 at 9:30 am
  • ayu emiliandini says:

    yusrini :

    hiduuuuuuuuuuuuuuup!

    merdekaaa

    October 19, 2013 at 11:50 pm
  • jerry says:

    ternyata gak segampang itu yah buat bangga dengan negara kita… hehehe..
    tapi gw selalu bangga dengan apa yg udah gw dapet dari negara ini…. hidup yg gw jalanin sekarang, temen2 yg gw punya dan semua pengalaman2 yg gw dapet dari negeri ini Indonesia… hehehehe… :)

    February 4, 2014 at 11:38 am
  • ayu emiliandini says:

    Elu dapet apaan jer? hayo ngaku ahahhaha

    February 5, 2014 at 8:45 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 multiplied by 7?