Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Simple

Entahlah. Aku akui, belakang ini aku mendadak menyebalkan, terutama di sosial media. Gak sedikit yang menghujat bahkan ada yang niat ngeladenin isi twit sampai tahap tweet war. Memang sih, sebagian niat berangkat dari rasa ingin berkomentar sekaligus nyinyir heheehee…

Banyaknya respon negatif yang datang. Aku sadar betul itu. Justru aku malah merespon tanggapan itu dengan senyum simpul di dua detik pertama kemudian senyum sinis di detik berikutnya. Bukan berarti seneng bikin orang kesel sampai tingkat dongkol. Bukan. Tapi dari fenomena ini, aku bisa sedikit tarik kesimpulan dari analisis singkat.

Asumsi. Mungkin respon yang datang berawal dari ketidak setujuan atas statement nyinyir yang aku tulis. Aku gak menampik kehadiran respon ini. Setiap orang kan punya sudut pandangnya masing-masing. Berhak setuju dan gak. Tapi ini bisa jadi bertambah bengis ketika si respondent berusaha bikin  aku sepaham sama doski. Nyecer terus, gak ada habisnya. Mungkin dia akan berhenti kalau aku sudah mengaku salah atau minta maaf atau mengakui kebenarannya atau apalah. Heii~~ to the Lohh~~. Aku jadi pengen balik nanya.

Toleransi berpendapat nguap kemana mbak-mas?

Kecuali kalau aku bawa-bawa SARA, fisik, agama, atau hal-hal sensitif lainnya. Aku juga paham kalee~ masalah yang satu ini mah.

Asumsi berikutnya. Mungkin respondent tersinggung. Tersinggung karena apa? Entahlah, tersinggung dengan begitu saja. Respon yang datang bahkan jauh lebih subjektif. Nyecer sampai pada tahap menyudutkan. Dipikir aku bakal tersudut terus minta ampun sambil nyembah-nyembah gitu? Emang dasar situ aja yang gak suka sama aku kan hahaha… Hayo ngaku aja #colekdagu. Kalau sudah begini justru aku pengen bilang.

Hayo, diresapi lagi. Kenapa kamu bisa tersinggung? Kalau gak ada yang salah dengan dirimu (wahai repondent), kenapa kamu harus tersinggung? #sodorincermin.

Kenapa jadi ribet sih? Sebenarnya kalau menanggapi sesuatu dengan “hati kosong” dan kepala yang dingin, ini bisa jadi jauh lebih sederhana. Bahkan bukan hal penting yang mesti diributkan. Pertanyaan baru nih. Kenapa juga musti diributin? haahahha…

Jadi inti posting ini apa?

Hahahaha… Sekedar ingin curhat sambil cekikikan. Maaf mengecewakan :P

Category: Uncategorized
  • rezkyraven says:

    Mau dong dicolekin dagu mba ayuuuuuuuu haha tanggepin selow aja ya mbaaaaa. Nanti yang awet muda jadi keriputan deh hehe

    October 16, 2013 at 8:12 am
  • Bans. says:

    Hindari berdebat dan adu argumen di sosmed. Nggak akan muat.

    October 13, 2014 at 8:29 am
  • ayu emiliandini says:

    hahahaha… puk puk sosmed.

    October 13, 2014 at 6:58 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 plus 6?