Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Sudah

“Kenapa Deni gak kuliah?”

“Dia mah udah males kuliah. Toh dia udah punya penghasilan. Perhari aja hitungannya sudah jutaan.” Jawabnya lengkap.

“Memangnya Amel gak negur?” Nalarku tergelitik. Ini cukup mengusik.

Senyum melengkung walau deretan giginya masih sembunyi dibalik bibir terkatup.

“Amel malah lebih parah. Dia salah jurusan. Harusnya dia masuk akutansi. Hitung-hitungannya kuat.”

“Tapi teknik arsitektur juga ngitung kan, wa. Fisika bangunan?”

“Iya, menghitung sekaligus mendesain. Amel kurang kalau masalah desain.”

“Jadi mereka gak saling mengingatkan?”

Senyumnya timbul lagi.

“Cinta itu saling membebaskan, yu. Intinya itu nyaman”

Kalau aku berdiri sebagai tameng. Di sekujur uluh hati sampai jantung mungkin sudah dihujam panah dari arah lawan. Punggungku didesak lengan sang prajurit untuk terus maju.

Mungkin sudah saatnya aku memutuskan.

Kalau hidup itu 70% dan 30%. Itu namanya bukan pilihan. Itu namanya bukan hidup.

Category: Aku

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 9 + 7?