Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Terima Kasih, Mela #10

Niatnya, sesampai di apartemen. Cepat-cepat menanggalkan tas dan pergi ke kamar mandi. Membilas tubuh dengan air hangat nampak menggiurkan. Tapi niatnya menguap entah kemana. Baru membuka pintu, ia terpana cukup lama. Ada sepucuk surat terselip di bawah daun pintu. Ketika jemari menyambut, ukuran amplop tidak seperti biasanya. Ada plastik transparan membungkus di bagian luar. Sepertinya lembar di dalam amplop cukup tebal.

Gerald membalik amplop. Ada kotak mungil di sudut kanan bawah.

Kepada:

Geraldiansyah

Di Tempat

Langkahnya justru berbelok ke sofa. Memanjakan otot tubuhnya sambil duduk bersandar. Menanggalkan tas di bahu kemudian kedua tangan sibuk membuka amplop. Benar adanya. Lembar di dalamnya sangat tebal dan kaku. Sepintas ada efek berkilau di berbagai sudut. Ini sebuah kartu. Undangan. Tertulis nama Mela lengkap dengan nama seseorang yang datang padanya saat itu. Dimana Mela memutuskan untuk melangkah sambil memaknai kesalahannya di masa lalu. Terus melangkah hingga ke jenjang paling sakral dalam hidup manusia.

Mela Meilita

&

Aditama Stephan

Ada yang mengusik ingatannya. Setengah berlari menghampiri rak buku di sisi tempat tidur. Mencari sebuah judul. Ketemu. Satu buku keluar dari barisan dalam rak. Melirik jam dinding. Senja menjelang malam. Gerald menghampiri jendela terbesarnya. Apartemen ia tinggal sedari pagi. Belum sempat nyalakan lampu. Ia lebih memilih menggunakan semburat sisa sinar matahari di ufuk barat.

Menyibak sampul buku terluar dan senyum mengembang dibuatnya. Untaian kalimat yang ditulis langsung oleh tangan mungil si penulis.

Untuk Geraldiansyah:

“Terima kasih sejarahku”

Telunjuknya membelai untaian huruf-huruf mungil. Bergantian memandang undangan pernikahan Mela.

Kamu juga telah terukir di dalam sejarahku, Mela. Terima kasih banyak.

selesai

Kamu Sejarahku #9

Category: Sejarah
  • jerry says:

    wow…….. suka bgt ama serial ini….. hehehe….
    it’s very real

    February 4, 2014 at 12:59 pm
  • ayu emiliandini says:

    hehehehe thank you udah baca lho yah :)

    February 5, 2014 at 8:46 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?