Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Butuh Strategi #3

Sama seperti minggu lalu. Ririungan kedua juga di hari minggu. Pagi menjelang siang (kalau aku gak salah ingat). Dengan kakunya sepasang jempol ini berceloteh tak terlatih di timeline. Seperti yang sudah-sudah, tak ada respon.

Kesimpulannya? Belum ada yang sadar kalau akun Kelas Inspirasi Bandung sudah hidup lagi. Solusinya? Aku butuh strategi. Caranya? Aku belum tau.

Benar juga. BCCF dipilih karena punya jalur yang gak akan melewati Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Jangan ditanya bagaimana lalu lintas disana, terutama setiap hari minggu pagi. Jalur angkot Caringin Dago dari perempatan Jalan Pahlawan juga lancar jaya. Syukurlah. Bisa sampai BCCF tanpa dongkol.

Gak seperti ririungan minggu lalu. Sudah ada yang datang lebih dulu dari aku. I’m not the first anymore hehehe… Gak lama kemudian datang Om Fery dengan sekantung besar gorengan yang masih hangat. Si om ngerti banget sama anak kosan. Ini jadi alasan kenapa aku gak beranjak dari bangku kayu di sisi terluar aula.

Waktu itu Kang Ibam sendiri. Duo orange belum bubar, cuma kebetulan Kang Bhawi lagi ada event Angklung Pride di Saung Anklung Udjo.

Sama seperti minggu lalu, yang hadir ririungan sekitar belasan orang. Inspirator dan dokumentator KI Bdg 1 hadir dengan personil yang berbeda. Ada juga beberapa orang yang belum pernah terlibat di Kelas Inspirasi. Salah satunya adalah Teh Mori yang ternyata teman sejurusan Kang Ibam di kampus.

Ada juga panitia KI Bdg 1 yang hadir saat itu, Teh Kisar. Sayangnya Teh Kisar gak bisa terlibat maksimal di KI Bdg 2 karena kecelakaan lalu lintas dan tulang bahunya sempat retak. Tapi tenang, sekarang teteh sudah mulai membaik dan menetap di Jakarta. Sempat ngobrol dengan teteh ceria ini. Tentang strategi “menghidupkan akun twitter KI Bdg”.

“Gimana caranya, twitter KI Bdg musti rajin ngetwit dan rajin nongol di timeline. Kalau sering ngtwit ntar lama-lama orang notice kok kalau KI Bdg bakal diadain lagi.” Tutur Teh Kisar selepas makan siang bertiga sama Kang Ibam di Baltos.

“Harus ngtwit tiap saat?!” Alamat keriting nih jempol.

“Pake aplikasi aja ntar ngetwitnya pas peak hour. Jadi lebih tepat sasaran.”

Intinya, ada beberapa hal yang harus aku buat. Mulai dari tweet draft dan schedule tweet. Ini gimana ngerancangnya? Pasti ada caranya, tapi aku nyari dulu ya hahhaaayyy…

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

Earth orbits the ...