Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Balasan Surat Semangat

Balikpapan dan sore. Disini satu-satunya matahari bersikap sedikit manis dan manusiawi. Tetap terang tapi panasnya gak membakar. Siapa sangka, sore itu ada yang sedang bercanda. Ada.

Tiba-tiba datang mas-mas berseragam oranye. “Post! Untuk Ayu Emiliandini.”

Ada surat untuk aku? 

Aku lagi makan di dapur. Ngunyah baso tahu. Sambil berputar-putar dengan potongan ingatan. Aku pernah kirim surat sebelumnya? Kemudian mama datang ke dapur. Kiriman yang datang berupa amplop putih.

Nama dan alamatnya bener banget.

Begitu aku balik amplopnya–

Ini kan..??

Yes!!! Akhirnya Surat Semangatku di Festival Gerakan Indonesia Mengajar dibalas juga. Aku tulis surat ini Oktober 2013 dan mendarat cantik di dapur tercinta April 2014. Lama juga yah. Dan, sebentar! Pengirim surat ini Kepala Sekolah SDN 10 Rambang. Aduh! Yang bales surat aku ternyata kepala sekolahnya langsung?

Dan genderang di sekitar jantung menggebuh bertalu-talu. Mengiringi jempol dan telunjuk membuka isi amplop ini. Canggung juga terima surat dari Kepala Sekolah hehehe…

Begitu dibuka–

Tadaaaa… Ada dua amplop dan foto sang Sekolah Tangguh

Ada dua amplop lagi ternyata. Dari tulisannya, aku buang karbon dioksida dengan leluasa. Ini surat dari anak SD. Lega.

Ini dia wujud Sekolah Tangguh yang jadi lokasi tujuan Surat Semangatku dulu. Bagaimana dengan SD yang ada di tengah kota? Ini jauh dari setengahnya, guys.

Mereka tulis apa yah?

Aku mulai dari Lilis Fibriani

It’s cute. Lilis

Di balik kertasnya masih ada. Wow dia semangat menulis.

Bagaimana rasanya? Bagaimana cara mendeskripsikan kombinasi merinding, terkejut dan haru? Cuma tahu tiba-tiba ada yang menetis keluar dari mata.

Gimana gak gemetar, Lilis ini punya cita-cita yang sama dengan aku. Penulis. Dia suka baca sama seperti aku. Dia suka bercerita sama seperti aku. Dia gambarkan sebuah buku dengan isi cerita rakyat yang sering dia baca di sekolah. Kemudian dia sedikit cerita tentang kisah Batu Menangis. Cerita rakyat tempatnya berada.

Aku dibuat merinding dengan susunan diksinya. Sederhana khas bocah usia 10 tahun dan mengalir. Dulu, aku gak bisa bercerita sedemikian rapihnya melalui tulisan. Nilai praktik mengarangku jelek.  Lilis jujur, dia pasti sudah membaca banyak buku. Aku optimis, dia bisa jadi penulis. Daannn… Air mata mengalir lagi. *Ketap-ketipkan mata, tahan air mata jangan sampai jatuh. Berhasil*

Dari warna-warni crayon yang ia gores. Pasti bocah ini seriang aku dulu hahaha… :D

Belum selesai rasa kagum ini, aku lanjut membuk surat kedua.

Hallo Riki. Mari kubaca suratmu ya.

Surat Riki lebih monokrom dan formal :) . Ternyata Riki dan Lilis teman sekelas.

Surat Riki dibuka dengan kondisi sekolahnya. Tak ada jalan aspal. Kalau hujan, jalan yang biasa Riki pakai sebagai akses menuju sekolah becek. Riki harus mencari jalan lain yang tidak becek. Sekolah mereka kecil. Tak ayal para murid harus berbagi ruangan yang tak lapang ini. Walau masih kelas 5 tapi dia cukup dengan kakak kelasnya, kelas 6. Riki bisa sebutkan semua teman-teman kelas 6 nya yang ternyata berjumlah kurang dari 10. Tak lupa tentang cerita tentang seorang Pengajar Muda yang mengajar disana. Di bagian ini aku tersenyum dengan sendirinya. Betapa anak ini — jujur dengan kesederhanaannya.

Riki punya cita-cita. Dia ingin jadi pemain sepak bola. Aku sempat berpikir, mungkin gambar lingkaran di background surat ini adalah gambar bola. Tapi kalau dilihat-lihat, ada pola pulau-pulau. Oh, Riki menggambar bola dunia.

Riki bilang ingin bertemu denganku :) . –Sebentar, aku hapus air mata dulu–

Okey. Sampai pada akhir surat yang sukses bikin aku ngakak sambil menangis. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Bocah ini penuh kejutan.

Pantun pertama

Buah jambu buah mangga

Enaknya dirujak saat muda

Bila kakak ingin dikabulkan doanya

Rajin-rajin lah kakak berpuasa

Terima kasih Riki. Kamu mengingatkan saya untuk rajin puasa agar doaku dikabulkan. Supaya aku secepatnya dapat pekerjaan (re: sarjana pengangguran).

Pantun kedua

Bunga mawar bunga melati

Kalau dicium harum baunya

Banyak cara sembuhkan hati

Baca surat saya, insya Allah banya maknanya

See?! Hahhahaa… Aku tertipu dengan tampilan suratnya yang hitam, putih, abu-abu ini.

Selesai sudah. Sudah kubaca dua surat dari dua bocah yang sukses bikin saya terharu, tertawa kemudian terharu lagi.

Yang pasti surat ini harus kubalas. Harus! :)

Category: FestivalGIM

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 9 multiplied by 6?