Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Yang Terburuk Kelak Bisa Jadi yang Terbaik

Waktu kecil dulu mereka menertawakan
Mereka panggilku gajah, ku marah
Kini baru ku tahu puji di dalam olokan
Mereka ingatku marah
Jabat tanganku panggil aku gajah

Kau temanku kau doakan aku
Punya otak cerdas aku harus tangguh
Bila gajah jatuh gajah lain membantu
Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

Usiaku baru 9 tahun. Entah apa yang salah dengan diriku. Hampir setiap hari alat tulisku hilang. Tahu-tahu aku temukan penghapus di tong sampah kelas. Tiba-tiba Sentanu datang dan kembalikan tipe-x kuningku yang hilang. Dia temukan tipe-x ku terselip di dalam tasnya. Aku percaya, dia bukan sengaja. Baru seminggu Sentanu bergabung di dalam kelasku, anak baru.

Berdoa dalam hati. Semoga Sentanu tidak seperti yang lain.

Tahu lagu Are You Sleeping?

Are you sleeping, are you sleeping?
Brother John, Brother John?
Morning bells are ringing, morning bells are ringing
Ding ding dong, ding ding dong.

Lagu itu berubah lirik setiap kali aku masuk kelas. Are you sleeping jadi Ayu siting. Sudah biasa baca tulisan “Ayu orgil” atau “Ayu orang gila” di papan tulis. Kadang kala ada yang usil coret-coret buku catatanku. Untung pakai pensil, bisa dihapus. Sejauh ingatanku berputar ke belakang, tidak ada coretan pakai pulpen. Mungkin itu terlalu sadis.

Aku sering berkaca. Melihat-lihat setiap jengkal tubuh. Kurus dan sawo matang. Rambutku memang terlahir tebal. Kalau sudah kena terik matahari, bisa otomatis megar seperti singa. Hal ini selalu disiasati dengan menguncir tambutku jadi dua. Itu ide mama. Kuncir yang selalu sama setiap hari. Sampai akhirnya aku bisa kuncir sendiri rambutku.

Sayangnya, lagu Are you sleeping terus melantun. Padahal rambutku sudah rapi. Tidak berantakan seperti orang gila.

Semakin hari semakin menjadi-jadi. Waktu aku beli tas baru. Warna merah. Tas sekolah yang ada rodanya seperti koper. Kalau punggunggu pegal, tas bisa ku seret saja.

Senang punya tas baru, tapi aku jadi punya tugas baru. Membersihkan tas merahku dari cap sepatu. Eliza bilang, tasku ditendang-tendang seperti bola sepak. Eliza muram. Dia juga takut membela tas merahku. Takut dia juga akan dimusuhi karena berteman denganku. Aku mengerti.

Malam ini, Tulus ingatkan aku. Dia punya cerita tentang gajah. Aku punya cerita tentang orang gila. Ayu si sinting atau si gila.

Mungkin memang aku gila. Aku banyak bicara. Aku gampang terusik. Hal kecil bisa jadi besar kalau sudah dibahas habis-habisan oleh para neuron dalam otakku. Dalam diam pun, kepalaku banyak suara. Banyak gambar. Banyak rasa di dada yang sering bertelepati dengan nuansa pikiran.

Tak jarang aku bergumam sendiri. Berkelakar dengan diri sendiri.

Usia 13 tahun aku coba menulis. Apa saja. Setiap kali ada bebunyian di rongga antara otak dan gendang telinga, aku tuliskan semuanya. Sejak saat itu aku selalu bawa note book kemana-mana. Sampai sekarang juga begitu.

Pelan-pelan aku bahasakan kembali keramaian yang ada di dalam pikiran. Dan jadi banyak karya. Blog ini salah satu saksisnya.

Kini baru ku tahu puji di dalam olokan

Mungkin memang ada yang kurang normal dengan tubuhku. Mereka lebih dulu menyadari hal itu ketimbang diriku sendiri.

Sekarang? Aku menikmati kegialaan ini. Sampai sekarang juga masih dikatain gila. Berkelakar tentang Issac Newton dan Galileo Galileo yang saling bertegur sapa dengan pesan singkat antar black hole. Menelaah filosofi kertas putih di atas jam tidur malam. Tersenyum pada hawa langit sore yang berhasil menaklukan siang yang meledak-ledak.

Kalau gak gila, mana mungkin bisa menghasilkan 270 posting blog selama 2 tahun.

Aku percaya. Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik.

Category: Aku
  • Monza Aulia says:

    biasanya memang karna kegilaan kita menjadi hebat

    June 21, 2014 at 7:33 am
  • ayu emiliandini says:

    setuju…
    bahkan aku pernah dengar. antara genius dan gila itu batasnya tipis hehehe…

    June 21, 2014 at 8:01 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

what is 5 plus 7?