Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Myle #1

Suasana sudah mulai gelap. Tubuh mungilnya di tengah-tengah lautan manusia. Walau begitu, ia masih bisa melihat sekelompok band di atas panggung. Sudah dimulai, batinnya. Seorang vocalist mulai memegang mic. Satu-satunya lampu sorot tertuju pada sang diva. Diva pada pertunjukan malam itu. Orang-orang disekitarnya turut membuka mulut, sama persis seperti sang vocalist. A… i… u… e… o… Bukaan mulut mereka sama. Semua orang ikut bernyanyi, batinnya lagi. Ya, satu graha sedang berdendang. Sesuai tebakannya.

Lampu sorot meredup. Entah bagaimana semua ini diatur. Seisi panggung seperti bersinar sendiri-sendiri. Begitu juga langit-langit graha. Kini ia mengerti, mengapa keseluruhan warna interior graha ini putih. Seperti di balut kain. Kain polos ini sudah berubah menjadi hitam legam. Seperti berdesir, titik-titik kecil muncul dari ketiadaan. Bintang… Batinnya benar untuk yang ke sekian kali. Munculnya langit berbintang buatan ternyata disambut baik oleh penonton di sekitarnya. Mereka semakin semangat bernyanyi dan menggoyangkan bahu sesuai irama.

Boomm… Gadis ini terlonjak. Dentuman bass dari sound system menghentak dadanya. Tangannya memastikan. Melegakan, dadanya masih utuh. Jantungnya masih di dalam. Langit berbintang ini pecah. Galaksi diatas kepala tak lagi meninggalkan kesan damai. Bima sakti seperti sedang berputar-putar. Galaksi bima sakti yang bersatu padu dengan percikan cahaya aurora di langit kutub. Laser biru menembak ke berbagai arah. Hitam, hijau tosca aurora dan laser biru. Sebentar lagi graha ini akan meledak.

Penonton bukan lagi berdendang sambil bahunya bergoyang. Sudah mulai histeris. Kedua tangan diangkat tinggi-tinggi seperti sedang menggapai langit. Ada yang memejamkan mata sambil melompat-lompat. Myle menyaksikan seluruh graha tersihir oleh sang diva. Dia raja galaksi, bahkan bima sakti pun berputar berotasi padanya.

Dentum bass terus menghantam-hantam jantungnya. Satu tangan kecil terus memastikan agar jantungnya tak lepas dari tulang rusuk. Lama-lama tak perlu lagi ia khawatirnya tubuhnya. Ketukan dentum di dada sama sebirama dengan lompatan remaja di sampingnya. Sebirama dengan goyangan tubuh sang vocalist. Sebirama dengan ayunan tangan sang gitaris. Sebirama dengan degub jantungnya

Myle sudah tersihir. Bahunya bergoyang. Tanpa ia sadari.

***

Sesuai dengan perencanaan para awak dibalik layar. Penampilan malam ini akan jadi kerajaan pribadi sang band pendatang baru. Seisi graha riuh. Sejak awal panggung sudah memukau. Jangankan penonton, dia sendiri sebagai salah satu crew ikut berdecak kagum. Walau harus cepat-cepat ia tangkis. Malam ini, kapasitasnya bukan sebagai penikmat pertunjukan.

Kamera DLSR ia genggam kuat-kuat. Tali kamera ia lilitkan di tangan. Manakala kameranya tersangkut oleh penontonnya yang koprol ditempat, benda berharga ini tidak langsung jatuh. Menggantung dulu di lengan Michael.

Langkahnya tersendat-sendat. Tak semua penonton bersedia memberinya jalan. Tadi berdecak kagum, sekerang berdecak kesal. Tapi toh ia akan melakukan hal yang sama bila malam ini perannya sebagai penonton.

Tiba-tiba… Boomm…

Sesuai perencanaan. Pecah! Laser LED sudah berhamburan kemana-mana. White screen sudah mulai liar. Galaksi bima sakti dibuat berputar-putar. Mereka jadi pusat rotasi malam ini. Seutas senyum simpul di wajahnya. Kendati sambil menerima nasib. Dia terjebak di tengah-tengah asteroid. Melayang-layang, lonjak-lonjak, bahu dan bahu tak ayal berbenturan, tapi mereka tak perduli. Kalau sudah begini ia lebih baik diam atau keselamatan kamera dan lensa tele yang akan jadi taruhannya.

Kepalanya beputar-putar. Menemukan rekan-rekan crew  lain yang sedang fokus di titik-titik tempat mereka terpaku. Pasti Johan sudah mendapat beberapa gambar lighting effect dari puncak sana. Tak dapat ia temukan Johan di tengah kegelapan, namun ia yakin rekannya ada disana. Bono juga pasti sudah leluasa mengambil gambar sang artis dari jarak terdekat. Gumamnya tak terdengar. Tenggelam.

Selesai kepalanya berputar. Bukan karena selesai mengabsen semua rekan-rekan dokumentasi. Mata jelinya bertemu dengan sebuah ketidak wajaran. Dimana semua penonton berjingkrak-jingkrak tak terkendali, makhluk ini satu-satunya penonton yang tetap tenang. Satu tangannya hinggap di dada. Matanya hanya jatuh pada langit buatan dan diva di ujung panggung sana.

Otomatis. Ia mendekat agar lebih jelas. Mana tahu Michael salah lihat. Ia lupa dengan penonton yang mulai mengganas. Ia tepis saja mereka yang juga acuh dengan crew di tengah-tengah lantai penonton (yang berubah status jadi lantai dansa).

Benar ia salah lihat. Gadis kecil ini bukan menggenggam jantung di dalam dadanya. Jemarinya mengetuk-ketuk sesuai beat lagu. Bahunya bergoyang sedikit. Hanya sedikit.

Sesekali laser LED mengenai wajahnya. Michael bisa lihat dibalik celah kamera. Gadis ia bahagia dalam tenang. Matanya menyipit karena seluruh bibirnya mengembang. Lama-lama ia memejamkan mata, membiarkan musik alternative beat merambati tubuh kecilnya. Dan senyum itu. Terus mengembang. Michael bisa lihat deret gigi kelincinya dari balik lensa.

***

Dentum di dadanya tak lagi menakutkan. Seperti kejutan listrik arus rendah. Galaksi di atas kepalanya tidak terus-terusan berputar. Ada kalanya berhenti kemudian Boommmm…. Pecah lagi. Lebih hebat. Lebih lama. Penonton berjingkat lebih kuat. Kelap-kelip potongan kertas menghujani seisi graha. Kertas ini berkilau. Saat bertabrakan dengan biru laser LED, birunya muncrat kemana-mana. Myle menggapai satu kertas yang jatuh di wajahnya. Kertas silver berkilau berbentuk bintang.

Myle mengantongi satu kertas. Kemudian ia ingat sesuatu. Ia gampai lagi satu kertas bintang kemudian ia kantongi lagi. Setelah itu wajahnya menghangat. Bahagianya tak terbendung lagi. Seharusnya ia tidak datang sendiri malam ini. Harusnya ia ada yang menemani. Tapi apa boleh buat, mendadak panggilan surgery datang dari rumah sakit dan Myle akhirnya datang sendiri.

Dokter Hans harus tahu.

Bersambung

Sesudahnya

Bersambung

Category: Serpihan Kaca

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 * 6?