Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Pergi #4

Prisa tahu, Thomas tidak akan suka. Hingga akhirnya harus terjadi diskusi keluarga di meja makan, saat ayahnya mengabsen kegiatan seluruh anggota keluarga.

How’s your day, Thom?

Everything was good, Dad. Satu per satu pasienku mulai sembuh. Sangat menyenangkan bisa mengantar kepulangan mereka.” Thomas menjawab cepat tanpa jeda. Begitulah Thomas ketika hatinya sedang tertular senang. Thomas baru saja diterima kerja sebagai salah satu dokter umum di sebuah rumah sakit. Waktu bergulir cepat, ternyata. Mengingat pertama kali Prisa bertemu dengan Thomas saat makan malam serba canggung, waktu itu Thomas masih mahasiswa co-asst.

Ayah menanyakan hal yang sama kepada Stephiana. Jawabannya lengkap, bahwa malam ini adalah kali pertama Stephiana memasak masakan Indonesia. Dia masak semur ayam. Ayah suka semur ayam. Stepiana sempat kesulitan saat mencari bahan-bahan masakan, karena ia ingin rasanya bisa sedekat mungkin dengan ala Indonesia. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah toko milik warga Indonesia yang menjual rempah-rempah.

His name is Iskandar and his wife is Wasita. Sepertinya aku akan menjadi pelanggan tetap mereka.” Semua tersenyum. Serentak, sama lebarnya. Ayah dengan senyum penuh rasa bersyukur. Thomas dengan senyum penuh bangga pada ibunya. Dan Prisa, senyum penuh kagum dan tentu saja rasa syukur karena ayahnya bertemu dengan wanita sehebat Stephiana.

“Bagaimana dengan kamu, Prisa?”

Ada jeda cukup lama. Senyum Stephiana sempat pudar. Bertukar pandangan dengan ayah dan Thomas. Prisa mengunyah pelan semur ayam kemudian menegak air putih. Detail yang ia lakukan sembari mengukir kalimat yang tepat.

“Aku… diterima bekerja.”

Semuanya menghela nafas lega.

“Aku akan bekerja di sebuah perusahaan kontraktor… di Jakarta.”

Hanya ayah yang bertahan dengan senyum lembutnya. Stephiana ragu sesaat lalu kembali memasang ekspresi tenang setelah melihat respon suaminya. Suara gemelenting dari piring Thomas.

“Mengapa tidak bekerja di sini saja. Kamu sudah 2 tahun mengenal Perth, apa susahnya mencari pekerjaan disini?” Ya, hanya Thomas yang akan protes tentang hal ini. “Aku akan bekerja di anak perusahaan besar dari Ausy yang membuka cabang di Indonesia. Kalau nanti karirku bagus, aku bisa bekerja di kantor pusat, Melbourne.” Jelas Prisa pada kakak angkatnya.

“Kabar yang sangat baik, Prisa. Bagaimana dengan posisinya? Sesuai?” Ayah mencoba mempertahankan ketenangan ruang makan.

Health Safety Environment Officer, Yah. Sangat sesuai dengan sarjana teknik lingkungan.” Prisa mengalihkan perhatiannya pada ayah tanpa mengesampingkan Thomas yang menahan kesal di sisinya. “Sementara aku akan tinggal di mess perusahaan. Setelah itu aku bisa cari indekos khusus putri.” Lengkap Prisa. Ayahnya mengangguk mantap sambil mengunyah semur ayam Stephiana.

By the way… How does it taste?” Stepiana mempunyai caranya sendiri untuk mempertahankan kehangatan makan malam. Semua setuju bahwa masakan Stephiana sangat enak. Belum bisa dikatakan mirip dengan ala Indonesia, tapi semur ini enak ala Stephiana. Wanita di sisi ayahnya mulai bersemu kemerahan. Usahanya berhasil. Dan hanya Thomas yang bergeming. Wajahnya menatap piring. Sok sibuk dengan potongan ayam dan kentang.

Pembicaraan berlanjut saat Thomas tiba-tiba muncul diambang pintu kamar. Terdiam disana, menonton Prisa yang mulai menata barang-barangnya ke dalam koper. Sesaat de javu. Bedanya, tidak ada air mata, Prisa justru packing sambil berdendang pelan. “You miss him, right?” Tanya Thomas sinis. Seperti biasanya, Prisa menunda cukup lama untuk berpikir.

This is my time to visit Jakarta

Yes, you miss him, Prisa.” Thomas duduk di sudut tempat tidur. Dari dekat, ada sedikit gurat khawatir. Prisa bisa melihat Thomas juga hati-hati dalam mengekspresikan kekesalannya, karena Prisa terlihat… senang.

I will be fine, Thomas. Don’t worry about me.

“Jakarta, Prisa. Why?

Later you will understand.

 bersambung

Category: Bilik Kecil

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What color is a typical spring leaf?