Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Sistem Error

Anganku terlalu optimis. Yakin bahwa segalanya dapat berjalan dengan baik. Mengalir dengan benar dan terjadi dengan tepat. Begitu mendarat di bumi realitas, mental polos ini berguncang hebat. Betapa setiap detail semesta yang ditemui saling bertentangan satu sama lain. Walau berada di wadah yang sama. Bernaung di titik koordinat yang sama. Tapi saling menentang dengan idealisme masing-masing.

Bahkan aku harus diam sejenak untuk mengurai benang kusut di kepala. Mana yang ingin diutarakan, mana yang ingin dibuang jauh-jauh. Sampai seperti ini.

Baiklah, saya mulai dari ‘Team’.
Sekelompok orang dengan tujuan yang sama, bergerak bersama, meraih target bersama, dan harapannya akan berhasil bersama-sama.

Team disini berbeda.
Banyak orang, dengan kapasitas yang berbeda-beda. Berdiri di titik yang sama namun arah langkahnya beragam. Semakin diperparah dengan komunikasi yang buruk karena peran telinga kalah dengan mulut dan rasa benar yang tidak ingin disalahkan.

Sorry to say, bagiku ini bukan tim. Entah apa namanya yang pasti ini bukan tim.

Dengan segala kendala yang bersumber dari keterbatasan kapasitas manusia, bekerja dengan sistem seperti ini rasanya seperti… tidak sehat. Katakanlah jaringan di dalam tubuh. Satu jaringan rusak, seluruh tubuh akan tumbang bila sistem imun tidak bekerja dengan baik. Atau jaringan trombosit darah putih tidak cukup menangkal benda asing.

Tubuh team ini sakit.

Kemudian sentakan masa lalu kembali memecut nalar.
Ini bumi realitas. Dimana segala teori berpulang ke lapangan. Disinilah asal mula teori terbentuk dari trial and error yang berhasil dibangun oleh para filsafat dan profesor.

Inilah diversitas yang sebenarnya.

Dulu aku berjaya dengan dream team yang terbentuk sangat solid hingga menyentuh hati. Namun keberagaman saat itu belum variatif. Masih berdasarkan usia, profesi, agama, suku, dan pola pikir. Kapasitas serupa dan bahasa masih sama. Telinga mau mendengar dan mulut mau berucap kata-kata positif. Belum sampai pada keangkuhan pribadi.

Sekarang?
Semua ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Semua ingin dibenarkan tanpa mau tahu bagaimana membenarkan yang keliru. Semua ingin ini.. ingin itu.. banyak sekali, tapi gak bisa apa-apa.

Melihat ke dalam potensi diri.
Apa aku mampu memperbaiki kesalahan sistem ini?
Atau merantau ke bumi realitas yang lain?

Category: Bilik Kecil
  • Fadillah F. Akmal says:

    Bertahan dan berhasil adalah prestasi
    Tapi melepaskan juga bukan berarti kekalahan
    Semangat kakaak!:D

    June 17, 2015 at 11:29 pm
  • ayu emiliandini says:

    melepas juga bagian dari pilihan hidup..
    toh berjuang juga namanya..
    thank you for visiting :)

    June 27, 2015 at 9:19 am

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What color is the sky on a sunny day?