Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Manusia yang Manusiawi

Aku sedang membaca sebuah novel karya Clara Ng yang bercerita tentang delapan monster Utukki yang salah satunya jatuh hati dengan seorang manusia. Seorang manusia pilihan dengan kemampuan melebihi para dewa yang diberi nafas cinta. Manusia yang sama dengan yang dicintai sepenuh hati oleh Ishtar–dewa cinta dan perang.

Sebuah pepatah dalam buku membuat aku berhenti membaca untuk sejenak. Satu deret kalimat yang membuat aku teringat dengan seorang teman nun jauh disana. Seseorang yang membuat saya berbelok arah kembali ke jalur yang benar dengan segala kejanggalan yang sesungguhnya wajar bagi orang-orang yang menyadarinya. Aahh… manusia.

Dengannya aku bebas membicarakan apa saja tanpa batas cakrawala langit dan tanah. Aku menertawakan serat-serat tak kasat mata yang gemar hinggap di bahunya–dan itu sering kali membakar tanganku saat beradu dengan tubuhnya. Dia menertawakan yang tak terlihat olehku dan itu sering membuat kesal. Kami tertawa tentang topik setengah immortal dan itu terasa sah-sah saja.

Kami meyakini puncak kepala yang bernyenyut seperti bayi bernapas. Kami meyakini ada sebuah radar tak kasat mata yang kerap terhubung tanpa disadari. Kami meyakini awan juga bisa berwarna hijau dan aku tidak akan pernah lupa waktu kita menyaksikan manusia-manusia ibu kota yang sibuk mengarungi jalan pulang di jalan raya Jakarta. Aku tidak pernah lupa akan dirinya yang selalu punya jawaban setiap pertanyaan terkonyol sekalipun.

Waktu bergulir sebagaimana mestinya dan belum ada yang bisa menertawakan semesta selain dirinya. Bila dia adalah hadiah, ia melebihi logam paling mulia yang pernah ada di perut bumi terdalam.

Terima kasih Tuhan.

Dan kamu, selamat ulang tahun.

Maaf terlambat, tapi aku tahu kamu tidak akan mempermasalahkan hal itu.

Kalimat dalam buku itu berbunyi, “Jadilah manusia yang manusiawi.”

Hal paling manusiawi yang pernah aku alami adalah bertemu denganmu, kawan, dimana orang lain sibuk mengataiku gila. Bahkan gila bagi kita adalah bagian dari kemanusiaan ha-ha…

Category: Serpihan Kaca
  • abdimasa says:

    Aku dalam diam berupaya mencari manusia yang bisa memanusiawikan manusia. Perlahan, kata demi kata, ternyata ada didalam perut bumi terdalam.

    Hahahaha….
    Aku masih menunggu yang terdalam itu.

    April 27, 2016 at 8:43 pm
  • ayu emiliandini says:

    selamat menggali, kawan. hahahaha

    April 28, 2016 at 7:33 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 8 * 3?