Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Diversitas Dimulai Dari Sini

Bisa jadi ini lanjutan dari tulisan tentang Diversitas yang sebelumnya.

Seperti sekian lama melamun dan tahu-tahu sadar ketika sebuah tangan menjentikkan jemarinya tepat di depan mata. Aku terpegun tiba-tiba. Serta merta tahu apa yang membuatku pulang dari Bintan dengan perasaan kalah dan menyerah.

Memang kalah. Aku kalah dalam menenangkan diri sendiri. Aku kalah dengan ekspektasi serba ideal dan menuntuk setiap detail semesta yang harus sesuai dengan keinginan pribadi. Aku kalah karena hati ini terlewat batu untuk bisa menerima bahwa sejatinya realita itu memang tidak adil. Tidak pernah adil–selama melihat dari sudut pandang mata fisik.

Sekarang aku berada di lingkungan yang tak jauh berbeda dengan yang sudah-sudah. Jutaan karakter yang mayoritas merasa benar dengan pikiran masing-masing. Cukup merasa tepat dengan angka usia lebih besar, ijazah pendidikan tinggi-tinggi hingga menjual kedudukan keluarga dalam sebuah posisi.

Selama ini aku pikir ini soal keberagaman yang ada di lingkungan sekitar. Ternyata titik permasalahan itu ada di dalam sistem lingkungan itu sendiri.

Aku.

Mampukah aku berdamai dengan diversitas maha tak terbatas ini? Sanggupkah aku menekan ego demi jutaan sudut pandang yang selalu merasa benar? Bisakah aku menang melawan derasnya turbulensi emosi  pribadi ini?

Bahkan aku masih belajar dan tertatih untuk memenangkan kompetisi tak kasat mata ini. Kompetisi melawan diri sendiri.

Category: Uncategorized

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 3?