Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Jangan Seperti Ini, Rea #61

Jordan sudah tak injak lagi pedal gas, tapi mesin mobil masih meraung pelan. Beralih pada pedal rem, ia injak pelan. Alasan yang sederhana. Agar mobil yang ia kendarai dapat berhenti pelan-pelan. Ada aku duduk di sisinya. Agar aku juga tetap merasa nyaman saat mobil berhenti. Tangan kiriku tak harus berhenti membelai puncak perutku karena terkejut. Berhenti di depan kantor. Jordan mengantarku sampai depan loby kantor. Setiap hari juga seperti itu.

Continue reading

Proposal Magang #59

Cursor di layar personal computer masih lincah melesat kesana kemari. Ibarat jari telunjuk jadi penuntun baca. Bergerak dari satu kata ke kata berikutnya. Bisa saja kalau harus jari telunjuk yang menuntun tiap kata dalam screen. Tinggal pilih, antara tersengat listrik sesaat atau layar seketika keruh dengan sidik jari. Toh mouse masih bisa berfungsi, manfaatkanlah.

Continue reading

Arsitek Hebat #56

Sesekali meremas telapak tangan kanan. Kalau sudah bosan tangan kiri yang jadi korban berikutnya. Kedua telapak tangan sudah jenuh. Keringat dingin, indikator kejenuhan. Berubah gerakan, sekarang jadi seperti berada di peraduan Bandung dalam hawa beku dataran tinggi Lembang. Mengusap satu sama lain sampai hangat. Telapak tangan kanan dan kiri beradu kemudian panas dengan sendirinya. Gesekan antar kulit yang disengaja. Tapi pemilik kedua tangan tak sedang di belantara dinginnya Lembang. Bukan.

Continue reading