Kaca Mata Saya

segala hal yang terlihat oleh saya

Kaca Mata Saya - segala hal yang terlihat oleh saya

Dua Tahun Kemudian #11

Selembar kertas di atas meja. Ada logo di kop surat yang sudah aku kenal sejak lama. Surat undangan. Sebuah surat undangan untuk menghadiri sebuah konser pre-competition Festival Paduan Suara 2012.

This is July 2012.

Segala kesibukan di perkuliahan, berbagai rentetan event nasional dari Beswan Djarum dan kegiatan kemahasiswaan di kampus benar-benar menyita perhatianku untuk yang satu ini.

Continue reading

Wisuda #10

Masih ingat sama tujuan awalku? Ini dia saatnya.

Aku akhirnya berkesempatan bernyanyi bersama dengan jinggaswara di gedung serba guna kampus ITENAS. Tepat dihari kelulusan seseorang yang selama ini mensupport segala hal positif yang aku pilih dan aku jalani. Kelulusan pacarku. Angga Pradipta.

Mungkin sebagian yang tahu kalo Angga Pradipta itu salah satu anggota Beswan Djarum 24 Teknik Mesin ITENAS Bandung.

Continue reading

Belum #9

Sekitar jam 10 malam handphoneku berdering. Ada sms. Kabar tentang hasil kompetisi FPS 2010.

Tahun itu (2010) belum saatnya Jinggaswara menang. Aku bilang belum. Belum. Itu artinya masih ada kesempatan lain. Kesempatan di Tahun 2012 nanti.

Yang pasti segala hal yang sudah kami lewati adalah perjalanan yang gak mudah. Ada perselisihan. Ada air mata. Ada keringat dan kelelahan. Ada canda tawa riang gembira. Ada pengorbanan. Dan pastinya ada evaluasi dari setiap kesalahan yang menjadi guru terbaik di waktu yang akan datang.

Continue reading

The Day #8

Akhirnya saat itu tiba juga. Festival Paduan Suara 2010.

Pagi-pagi jam 7 sudah standby di kampus untuk make up. Saat itu aku belum bisa make up sendiri jadi aku lebih baik datang lebih awal. Teh Nanda yang bantu aku make up.

Belum selesai make up, kami harus pindah ke rumah Teh Nanda di Ranggagempol karna Mas Wan dan beberapa teman yang lain sudah menunggu di sana. Peralatan latihan seperti keyboard dan speaker juga sudah ada di sana. Meluncurlah kami dengan kendaraaan seadanya. Yang pasti bukan angkot. Gila aja pake angkot bisa pake macet ke Ranggagempol.

Continue reading

I Won’t Stop, No Way #6

Semangat harus konstan karena perjuangan masih panjang. Memang sudah di depan mata tapi bukan berarti diabaikan.

Aku inget banget waktu ada jadwal latihan seperti biasa jam 5 sore di lantai 3 gedung perpustakaan. Hujan besar dan harus menunggu beberapa saat supaya teman-teman yang masih berjuang dengan hujan di sana bisa tetap hadir. Ternyata terjadi kesalahan teknis. Bukan kesalahan sih tapi ada yang rusak. Ya, speaker gak bisa berfungsi dengan semestinya. Keyboard was not working without sound system.

Continue reading

Jinggaswara Goes To Ranggagempol #5

Karantina. Langkah ini dipilih Kak Ijal sebagai ketua Jinggaswara untuk lebih mengefektif dan efisienkan waktu latihan yang hanya tinggal beberapa bulan lagi menuju FPS 2010.

Rumah yang digunakan untuk karantina ini rumah Teh Nanda Tarda di daerah Ranggagempol, Bandung. Termasuk aku yang selalu menyempatkan waktu untuk stay di sana sampai beberapa hari. Bahkan bukan cuma jadi tempat karantina, tapi rumah ini udah jadi saksi bisu kegigihan teman-teman Jinggaswara latihan. Entah tetangga harus terganggu atau justru menikmati suara kami semua heheheheee… semoga mereka menikmati.

Continue reading

Dendam Sopran #4

Terus berpegang teguh dengan keyakinan bahwa aku bisa lebih baik dari JB Maunier yang hanya bocah 14 tahun. Kelak suaranya pasti akan menurun, toh ujung-ujungnya gak akan jauh dari Tenor. Aku? Aku perempuan dan dianugrahi Tuhan suara sopran. Ini wilayah kekuasaanku. Ini range suaraku.

Ya pikiran ini yang terus aku ulang-ulang sampai mantap. Sampai paten. Sampai jadi harga mati. Sampai-sampai aku punya satu selogan yang selalu aku serukan ke teman-teman sopran. Dendam sopran. YEAH!!!

Continue reading